Radja Nainggolan, Manchester United dan industri sepak bola Indonesia

Radja Nainggolan Hak atas foto Paolo Bruno/Getty
Image caption Selain Manchester United, nama Radja juga dikaitkan dengan klub elite asal London, Chelsea, yang dikabarkan tertarik untuk merekrut pemain gelandang ini.

Ketertarikan Manchester United dan klub Liga Inggris lainnya untuk menggaet gelandang AS Roma, Radja Nainggolan, menjadi perbincangan menarik bagi sebagian masyarakat sepak bola di Indonesia, karena pemain timnas Belgia itu memiliki darah Indonesia.

Ayahnya, Marianus Nainggolan, adalah warga negara Indonesia bersuku Batak, tetapi Radja Nainggolan lebih banyak dibesarkan oleh ibunya, Lizy Bogaerts, yang warga negara Belgia. Kedua orang tuanya berpisah ketika dia masih bocah.

Walaupun belum ada kepastian tentang kepindahannya, sejumlah media terbitan Italia telah menyebutkan bahwa dia telah ditawari Manchester United (MU) dengan nilai gaji sekitar Rp 111 miliar per tahun.

"Itu mungkin saja benar, mungkin saja tidak. Kita lihat nanti." Begitulah komentar pria kelahiran 1988 ini, awal bulan lalu, menanggapi kabar yang mengaitkannya dengan salah-satu klub sepak bola terkaya di dunia itu.

Selain Manchester United, nama Radja juga dikaitkan dengan klub elite asal London, Chelsea, yang dikabarkan tertarik untuk merekrut pemain gelandang ini.

Hak atas foto Emilio Andreoli/Getty
Image caption Disiarkan langsung melalui layar kaca, nama "Nainggolan" yang tertera di kaus klubnya, membuatnya akrab dengan penonton siaran langsung televisi Liga seri A Italia di Indonesia.

Sambil menunggu kepastian akan kemanakah pria berdarah Batak itu akan berlabuh, mulai muncul analis tentang latar belakang dan dampak apabila Radja - yang berlatar Indonesia -bergabung dengan Manchester United.

Apakah Radja direkrut semata karena keterampilannya di lapangan? Bukankah kehadiran pemain Korea Selatan, Park Ji-sung di Old Trafford telah terbukti mampu mendongkrak sport brand dan popularitas MU di pasar Asia?

Fenomena unik Park Ji-sung inilah yang kemudian dicoba dikait-kaitkan dengan kemungkinan bergabungnya Radja Nainggolan ke klub asal kota Manchester itu. Apabila pria Korsel itu berhasil menggaet pasar anak muda di negaranya, bukankah peran yang sama bisa disandang Radja?

'Indonesia dongkrak brand sepak bola'

Asia, seperti diketahui, adalah pasar menggiurkan bagi industri sepak bola, di tengah fenomena kebangkitan ekonominya. Apalagi, adanya laporan-laporan yang menyebutkan bahwa penggemar fanatik klub 'setan merah' - julukan MU - lebih banyak berdiam di benua Asia, tentu ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Hak atas foto Paolo Bruno/Getty
Image caption Ditinggal ayahnya ketika masih balita, Radja Nainggolan tumbuh bersama ibunya, Lizy Bogaerts. Di Kota Antwerpen, Belgia, Radja kecil mulai merintis menjadi pesepakbola profesional di Belgia, sebelum hijrah ke Italia saat usianya menginjak 17 tahun.

Dan, Indonesia? Jelas tidak bisa dipungkiri, Indonesia adalah salah-satu pangsa pasar yang menggiurkan untuk mendongkrak brand klub sepak bola, kata seorang pengamat sepak bola.

"Gampang saja, lihat saja setiap pekan ketika laga klub-klub elite Liga Primer Inggris ditayangkan secara langsung melalui televisi," kata penulis buku Simulakra Sepak Bola, Zen Rahmat Sugito, kepada BBC Indonesia, Rabu (05/07).

Para fanatikus klub-klub akan berduyun-duyun untuk nonton bareng alias nobar, seperti layaknya mereka mendatangi stadion seperti Old Trafford atau Anfield.

Hak atas foto Robertus Pudyanto/Getty
Image caption Penggemar fanatik MU menyaksikan laga tim legenda MU lawan Tim Indonesia Merah di Stadion Gelora Bung Karno, 23 Oktober 2013.

"Beberapa bahkan dilakukan dengan serius dan sangat emosional, mirip suasana di tribun stadion," ungkap Zen. Dalam beberapa kasus, bahkan ditandai penyalaan flare atau semacam kembang api.

Belum lagi 'perang' di dunia maya oleh para fans klub-klub yang akan atau sedang bertarung. "Setiap akhir pekan, banyak cuitan di Twitter tentang laga klub-klub elite Liga Primer."

Hak atas foto Alex Grimm/Getty
Image caption Para penggemar MU asal Inggris menjelang laga klub kesayangannya.

Zen menganggap kenyataan seperti itu tidak terlepas dari penetrasi internet dan media yang disebutnya secara intensif melaporkan tentang sepak bola dunia. Bahkan, "penggemar sepak bola bisa tahu berapa tackling atau tendangan gawang yang dilakukan pemain idolanya, melalui internet."

Sebagai negara yang masyarakatnya menggilai sepak bola, tidaklah heran apabila ada laporan yang menyebutkan bahwa sebagian besar penggemar klub-klub tenar Eropa adalah warga Indonesia.

Hak atas foto AFP
Image caption Pemain MU Darren Flecther memberikan klinik sepak bola kepada anak-anak di Kuala Lumpur, Malaysia, 17 Juli 2009.

Sejumlah klub elite Eropa bahkan disebut memiliki fans terbanyak di Indonesia. "Manchester United adalah salah-satu klub yang memiliki penggemar fanatik di Indonesia," ungkap Zen.

Apa dampak kehadiran Radja Nainggolan?

Ditinggal ayahnya ketika masih balita, Radja Nainggolan tumbuh bersama ibunya, Lizy Bogaerts. Di Kota Antwerpen, Belgia, Radja kecil mulai merintis menjadi pesepakbola profesional di Belgia, sebelum hijrah ke Italia saat usianya menginjak 17 tahun.

Hak atas foto Stu ForsterGetty
Image caption Radja Nainggolan (kanan) saat memperkuat timnas Belgia di Piala Eropa 2016 di Prancis.

Ketika memperkuat klub kecil seri B, praktis namanya tenggelam jika dibandingkan para pesepakbola tenar di Liga Italia seri A. Tetapi namanya mulai dikenal oleh masyarakat sepak bola Indonesia, ketika dia memperkuat klub peserta Liga Italia seri A, Piacenza.

Disiarkan langsung melalui layar kaca, nama "Nainggolan" yang tertera di kaus klubnya, membuatnya akrab dengan penonton siaran langsung televisi Liga seri A Italia di Indonesia. Namanya kemudian sering dikutip media massa Indonesia.

Dan empat tahun lalu, Radja diundang ke Indonesia oleh Footballicious, sebuah promotor olah raga di Jakarta, untuk melakukan semacam klinik sepak bola dan ikut berlaga dalam pertandingan uji coba. Ketika itu mulai muncul gagasan agar dia mengikuti proses naturalisasi dan bergabung dengan timnas Indonesia.

Hak atas foto Claudio Villa/Getty
Image caption "Saya pakai nama 'Nainggolan' karena orang tua saya memiliki nama itu dan saya memiliki darah Batak dari ayah saya. Saya bangga menjadi orang keturunan Indonesia, meski lahir di Belgia," kata Radja, kala itu.

Ide ini tidak berlanjut, tetapi dalam kunjungan ke tanah kelahiran ayahnya itu, Radja memberikan semacam penghormatan kepada publik Indonesia.

"Saya pakai nama 'Nainggolan' karena orang tua saya memiliki nama itu dan saya memiliki darah Batak dari ayah saya. Saya bangga menjadi orang keturunan Indonesia, meski lahir di Belgia," kata Radja, kala itu.

Kata-katanya ini, tentu saja, sulit dilupakan oleh warga Indonesia yang menggemari sepak bola dan rajin mengikuti sejak awal kiprah Radja Nainggolan.

Bakal membanjir pendukung MU?

Dan, ketika namanya saat ini mulai dikait-kaitkan dengan Manchester United, sebuah perkiraan diutarakan seorang warga Indonesia sekaligus penggemar fanatik klub tersebut. Namanya Robert Adhi Kusumaputra.

Hak atas foto Mike Lawrie/Getty
Image caption Ketika memperkuat klub kecil seri B, praktis namanya tenggelam jika dibandingkan para pesepakbola tenar di Liga Italia seri A. Tetapi namanya mulai dikenal oleh masyarakat sepak bola Indonesia, ketika dia memperkuat klub peserta Liga Italia seri A, Piacenza.

"Kalau Radja Nainggolan bergabung dengan Manchester United, penggemar MU akan bertambah. Karena, seperti kita tahu, kalau ada orang Jepang main di MU, makin banyak orang Jepang dukung MU. Analoginya seperti itu," kata Robert, yang juga wartawan Harian Kompas.

Di sinilah, Robert meyakini, apabila Radja bergabung MU, maka klub tersebut akan mendulang keuntungan bisnis. Dia membayangkan jersey (kaus) klub tersebut bakal banyak diburu orang-orang Indonesia. "Terutama jersey yang ada tulisan Nainggolan di belakangnya."

Robert tidak memungkiri bakal banyak kelas menengah yang sekaligus penggemar MU akan terbang ke Old Trafford untuk 'melihat' aksi-aksi Nainggolan. "Jadi, saya kira sinar MU akan makin bersinar di Indonesia."

Sebagai fans berat MU, Robert memberikan contoh apa yang dia lakukan demi klub kesayangannya, yaitu berlangganan saluran televisi berbayar. "Saya selalu tanya: apakah ada Liga Inggris. Karena saya selalu ingin nonton laga MU."

MU diminati sponsor

Apa yang dilakukan Robert ini jamak dilakukan fans MU di Asia yang jumlahnya besar dan dikenal sangal loyal. Inilah yang kemudian dibidik pasar global, dan membuat klub tersebut dimintai perusahaan-perusahaan yang berlomba-lomba menjadi mitra utamanya.

Bukan rahasia lagi, MU relatif lebih mudah menggandeng mitra bisnis jika dibanding klub-klub lain yang medioker.

Hak atas foto Mike Hewitt/Getty
Image caption Bukan rahasia lagi, MU relatif lebih mudah menggandeng mitra bisnis jika dibanding klub-klub lain yang medioker.

Perusahaan alat-alat olah raga Nike, sebutlah, telah menandatangi kongsi bisnis dengan klub tersebut senilai Rp5 triliun sebagai sponsor apparel MU selama 15 tahun.

Kembali pada Robert. Menurutnya, pilihannya untuk berlangganan saluran televisi berbayar, secara tidak langsung akan menguntungkan MU. "Tentunya MU mendapatkan keuntungan dari hak siarnya dari siaran-siaran langsung itu," kata Robert yang sudah menggemari klub itu sejak sembilan tahun silam.

Awal tahun lalu, Manchester United berada di urutan tiga sebagai klub terkaya di dunia, setelah Real Madrid dan Barcelona, ungkap data Deloitte.

Hak atas foto SOREN ANDERSSON/Getty
Image caption Sepanjang musim 2014-2015, sebanyak 20 klub elite Eropa berhasil mendapatkan untung lebih dari Rp 100 triliun, naik 8% dibandingkan musim sebelumnya. Sebuah capaian yang merupakan rekor baru.

Sepanjang musim 2014-2015, sebanyak 20 klub elite Eropa berhasil mendapatkan untung lebih dari Rp 100 triliun, naik 8% dibandingkan musim sebelumnya. Sebuah capaian yang merupakan rekor baru.

Dan menurut Deloitte, meskipun turun peringkat, kerja sama iklan Manchester United dengan sejumlah pihak, akan memperkuat bisnisnya pada musim mendatang.

'Benefit tidak langsung'

Walaupun meyakini Indonesia merupakan pangsa pasar yang menggiurkan bagi industri sepak bola, pengamat sepak bola Zen Rahmat Sugito menganggap sosok Radja Nainggolan - apabila bergabung dengan MU - akan berdampak meyakinkan bagi pasar Indonesia terhadap klub tersebut.

Hak atas foto Paolo Bruno/Getty
Image caption Apakah Radja direkrut semata karena keterampilannya di lapangan? Bukankah kehadiran pemain Korea Selatan, Park Ji-sung di Old Trafford telah terbukti mampu mendongkrak sport brand dan popularitas MU di pasar Asia?

"Orang Indonesia yang menggemari MU bisa saja happy, tapi saya kira dampak kehadiran Radja tidak terlalu signifikan. Jika ada yang membeli jersey MU, itu keuntungannya tidak sebesar yang dibayangkan. Lagi pula yang membeli jersey yang asli 'kan terbatas," kata Zen.

Tanpa kehadiran Radja, Zen kemudian menggarisbawahi MU selama ini sudah memiliki fans yang fanatik dan loyal. "MU sudah memiliki brand di Indonesia, itu benefit tidak langsung."

Pada 2008 lalu, saat mendapat predikat klub terkaya di dunia, keuntungan hak siar televisi MU meningkat 50%, sementara keuntungan penjualan tiket meningkat pula. Adapun kontribusi sponsorship naik menjadi 14%.

Jadi, apabila pesepakbola blasteran Belgia-Indonesia, Radja Nainggolan, bergabung ke Manchester Untited, akan mendongkrak keuntungan bisnisnya? Jawabannya agaknya harus didahului kepastian sang Radja bergabung atau tidak dengan 'Setan Merah' - julukan Manchester United.

Berita terkait