Deretan perempuan Korea Selatan berjaya di lapangan golf

Pegolf Korea Hak atas foto Getty Images
Image caption Pegolf perempuan Park Sung-hyun dari Korea Selatan meraih gelar juara pertamanya di turnamen golf profesional.

Park Sung-hyun merupakan nama terbaru dari deretan pegolf perempuan asal Korea Selatan yang dinobatkan sebagai pemenang turnamen golf dunia.

Pekan ini, Park, 23 tahun, memenangkan kejuaraan golf US Women's Open. Sebelumnya, delapan perempuan Korsel berhasil mencapai 10 besar dalam turnamen tersebut.

"Rasanya saya seperti di awang-awang," tutur Park, yang memiliki nama panggilan Dak Gong yang artinya "diam dan menyerang".

Para perempuan Korea Selatan ini meraih kemenangan sebanyak tujuh kali di ajang US Women's Open dalam 10 tahun terakhir. Jadi apa yang membuat mereka begitu sukses?

Bukan hanya negara K-pop

Selama beberapa dasawarsa, Korea Selatan muncul sebagai pengekspor utama budaya pop. Gelombang 'K Wave' yang menguntungkan menjadi fenomena global dan memperkuat status viral kelompok musik pop Korea dan berbagai drama seri.

Dewasa ini permainan golf di Korea telah disejajarkan dengan peran bintang-bintang K-pop beserta drama Korea, yang para atletnya meraih segunung penghargaan yang mengesankan di panggung dunia.

"Banyak orang mengaitkan perempuan-perempuan Korea Selatan hanya bisa menjadi bintang K-pop dan K-drama. Tapi Park merupakan satu dari sederetan para pegolf perempuan dari negara kami," tulis Jin Joo-jadi, salah seorang penggemar golf di Facebook.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Bukan K-Pop, para perempuan Korea Selatan ini mengukir prestasinya di ajang kejuaraan golf internasional.

Latihan dan kompetisi ketat selama beberapa dekade telah menghasilkan generasi perempuan muda Korea yang kuat yang telah berubah dan berevolusi dalam "pertandingan laki-laki yang melibatkan kemampuan berpikir".

Eric Fleming mengelola sebuah website bernama SeoulSisters, yang didekasikan untuk para pemain golf Korea Selatan. Ia mengungkapkan alasan sederhana mengapa para pegolf Korea mendominasi olahraga itu: mereka berlatih keras.

"Ketika seorang gadis Korea menunjukkan bakat bermain golf, keluarganya akan melakukan apa pun untuk mendukung mimpinya. Bahkan menghabiskan sebagian besar tabungan mereka untuk mewujudkannya," jelasnya. "Sebagai gantinya, ia diharapkan bisa mewujudkan semua untuk memaksimalkan potensinya."

Golf adalah permainan yang keras dan tekanan untuk unggul dalam olah raga itu sangat besar. Tapi kenyataannya, tidak semua orang bisa menjadi juara.

"Untuk beberapa orang yang berhasil menjadi juara, mereka tidak hanya menghabiskan ribuan jam latihan, mereka telah mengembangkan dorongan yang memastikan mereka akan terus bekerja keras untuk mencapai sejauh yang mereka bisa," kata Fleming.

"Ketika seorang perempuan Korea berhasil masuk LPGA turnamen golf profesional perempuan (LPGA), saya yakin ia lebih termotivasi untuk menang karena semua pekerjaan dan investasi yang ia berikan.

Ia harus melakukan pengorbanan besar yang banyak pegolf Amerika tidak melakukannya. "

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pak Se-ri mengubah wajah golf perempuan dan mencetuskan revolusi Korea Selatan.

Ini adalah saat yang mendebarkan bagi para pegolf Korea Selatan.

Dan ada satu nama yang identik dengan gelombang golf Korea dan itu adalah Pak Se-ri, perempuan yang diyakini merintis semuanya.

Perempuan berusia 39 tahun dari kota Daejeon itu kini sudah pensiun, namun ia menelurkan beberapa gelar besar dan mengilhami gelombang pemain perempuan muda ke turnamen LPGA Tour yang terkenal. Pada 2016, Pak Se-ri dinobatkan dalam jajaran pegolf terhandal dunia.

"Saya sangat bangga dengan mereka. Menyaksikan keberhasilan begitu banyak pemain Korea Selatan dalam tur membuat saya merasa bangga dengan apa yang telah saya capai," kata Pak kepada BBC News dari Seoul.

"Bersama-sama kami membuktikan dan terus membuktikan bahwa tidak peduli dari negara mana, latar belakang atau keadaan Anda, jika Anda bekerja cukup keras untuk mengejar impian Anda, apapun mungkin terjadi."

Ia juga berbicara tentang "aturan pelatihan kompetitif" yang menetapkan standar bagi banyak perempuan Korea Selatan, yang telah belajar menyesuaikan diri dengan permainan yang melelahkan.

"Golf adalah permainan dengan pengulangan dan itu sangat sering, sulit untuk tetap konsisten. Tetapi kerja keras, dedikasi, semangat dan banyak dukungan yang saya peroleh," katanya.

"Saya bisa mengatakan bahwa dari perspektif budaya, orang-orang Korea Selatan terkenal gila kerja sejak mereka muda. Jadi, secara alami kami terbiasa dengan tekanan dalam pertandingan."

Topik terkait

Berita terkait