Dukung 'video wasit' Maradona akui dua kali gunakan tangan di Piala Dunia

maradona Hak atas foto rarehistoricalphotos.com
Image caption Dengan menggunakan tangan kirinya, Diego Maradona melesakkan bola ke gawang Inggris di perempat final Piala Dunia 1986.

Legenda Argentina Diego Maradona mendukung penggunaan video sebagai pembantu wasit, dan mengakui bahwa 'gol tangan Tuhan' yang terkenal itu tak akan disahkan andai sudah ada teknologi video di Piala Dunia 1986 itu.

Maradona menggunakan tangannya untuk mencetak gol ke gawang Inggris di perempat final Piala Dunia di Meksiko 31 tahun lalu, sehingga Argentina menang 2-1, dan akhirnya jadi juara dunia.

Saat dipertanyakan wartawan saat itu, ia mengatakan, "kalau ada tangan di gol itu, maka itu adalah tangan Tuhan."

"Jelas, saya selalu berpikir tentang (gol 'tangan Tuhan' itu) setiap kali saya mengungkapkan dukungan pada penggunaan teknologi video itu," kata Maradona kepada FIFA.com.

"Saya memikirkannya, tentu saja, dan mengakui bahwa gol itu tidak akan disahkan (kalau sudah ada teknologi video)."

Maradona bahkan mengakui bahwa dia diuntungkan oleh ketiadaan teknologi itu bukan hanya sekali itu.

"Saya ceritakan satu kejadian lagi. Pada Piala Dunia 1990 saya menggunakan tangan saya untuk menepis bola dari garis gawang kami (yang seharusnya merupakan gol) dalam pertandingan (tahap grup) melawan Uni Soviet," katanya.

"Kami mujur karena wasit tidak melihatnya. Tidak ada teknologinya waktu itu, namun sekarang ceritanya lain."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Hurst mencetak gol ketiga Inggris melawan Jerman Barat di final Piala Dunia 1966 melalui bola yang membentur mistar dan memmantul ke garis gawang di bawahnya. Sesudah berkonsultasi dengan hakim garis, wasit memutuskannya sebagai gol.

Bekas mahabintang sepakbola berusia 56 tahun itu menambahkan bahwa gol Geoff Hurst yang kontroversial saat Inggris mengalahkan Jerman Barat di final Piala Dunia 1966, juga tak akan disahkan jika teknologi video pembantu wasit (Video Assistant Referee, VAR) sudah ada waktu itu.

"Inggris menjuarai Piala Dunia '66 dengan tembakan bola yang tak melewati garis gawang," katanya.

"Begitu banyak kejadian yang akan membuat sejarah Piala Dunia berbeda andai teknologi video digunakan. Sudah waktunya mengubah hal itu.

Debat Teknologi

Badan sepakbola dunia sudah menguji-coba teknologi VAR di sejumlah turnamen menjelang Piala Dunia tahun depan di Rusia, Piala Dunia pertama yang akan menggunakan teknologi ini.

Sistem ini memberi kewenangan pada wasit untuk menggunakan rekaman video dalam mengambil keputusan terkait gol, penalti kartu merah langsung, dan kasus-kasus hukuman terhadap orang yang salah.

Hak atas foto rarehistoricalphotos.com
Image caption Keputusan wasit yang mengesahkan gol Maradona itu kemudian melahirkan kemarahan pendukung timnas Inggris dan terus menjadi perdebatan hingga sekarang.

"Banyak orang mengatakan bahwa (dengan teknologi itu) kita membuang waktu banyak, yang bisa menjengkelkan. Tapi tidak begitu kenyataannya," tambah Maradona, yang sekarang menangani Al-Fujairah di Uni Emirat Arab.

"Olah raga tak boleh ketinggalan zaman. Teknologi maju begitu cepat, dan semua cabang olahraga menggunakannya, bagaimana bisa justru kita tak memikirkannya untuk digunakan di sepakbola?" tandas Maradona.

Berita terkait