Liga Primer menangkan pertarungan soal siaran langsung internet ilegal

Chelsea celebrate winning the Premier League Hak atas foto Getty Images

Liga Primer Inggris memenangkan pertarungan pengadilan terkait pertandingan-pertandingan yang disiarkan langsung secara ilegal di internet untuk musim depan.

Keputusan pengadilan itu akan mengharuskan para penyedia layanan internet (Internet Service Providers, ISP) untuk menghalangi upaya pengguna yang berusaha mengakses siaran langsung lewat internet, live streaming di internet,

Putusan ini akan memungkinkan liga primer untuk memerangi penjualan dan penggunaan ilegal perangkat seperti kotak IPTV dan Kodi.

Sebelumnya, pengadilan mengeluarkan putusan serupa terkait dua bulan terakhir musim kompetisi 2016-17.

Akibatnya, lebih dari 5000 alamat penyedia IP yang sebelumnya menyediakan konten streaming Liga Primer.

Sky dan BT Sport memegang hak siar untuk pertandingan sepakbola Liga Primer. Kedua perusahaan tersebut membayar rekor £5.136 miliar *(hampir Rp 100 triliun) untuk hak siaran langsung selama tiga musim. 

Liga papan atas Inggris saat ini sedang melakukan program perlindungan hak cipta terbesar dalam sejarah.

"Perintah pemblokiran ini adalah hal yang berpengaruh besar dalam upaya kami untuk mengatasi pasokan dan penggunaan arus konten haram," kata Direktur Layanan Hukum Liga Premier, Kevin Plumb.

"Ini akan memungkinkan kami untuk secara cepat dan efektif memblokir dan menghambat siaran ilegal sepak bola Liga Primer dengan cara apapun.

"Perlindungan hak cipta kami, dan investasi yang dilakukan oleh mitra penyiaran kami, sangat penting bagi Liga Primer dan masa depan kesehatan sepakbola Inggris."

Berita terkait