Neymar dan Barcelona: Apa yang membuatnya hengkang atau tinggal?

Neymar Hak atas foto Getty Images
Image caption Neymar bergabung ke Barcelona dari Santos setelah memenangkan titel Golden Boot pada Piala Konfederasi 2013.

Barcelona dikabarkan akan menggugat PSG jika benar klub Prancis itu akan membeli Neymar dengan membayar klausul pelepasan 222 juta euro atau 3,5 triliun rupiah.

Jumlah uang transfer itu akan mencatat rekor yang fantastis -tetapi pertanyaannya, bagaimana bisa Neymar bisa meninggalkan raksasa Spanyol yang menorehkan sejarah dengan gaya permainan yang tak ada duanya itu?

Romario meraih anugerah pemain terbaik dunia tahun 1994. Ronaldo memenangkannya pada 1996 dan 1997, lalu meraihnya lagi pada 2002. Rivaldo terpilih tahun 1999, Ronaldinho pada 2004 dan 2005, sedangkan Kaka pada 2007.

Dalam kurun 13 tahun, lima pesepakbola Brasil delapan kali memenangkan anugerah pemain terbaik dunia. Pencapaian itu menjadi standar kesuksesan bagi generasi pesepakbola Brasil berikutnya.

Karir Neymar dapat dikatakan gagal -oleh dirinya sendiri dan komunitas sepakbola Brasil- jika ia tidak mampu meraih status pemain terbaik dunia tersebut.

Jika anda ingin mengetahui alasan penyerang berusia 25 tahun itu mempertimbangkan pindah dari Barcelona ke Paris St-Germain, maka sangat penting memahami seperti apa Neymar akan dikenang oleh publik sepakbola Brasil.

Lebih dari itu, ada pula isu tentang PSG sebagai langkah logis Neymar untuk akhirnya memenangkan titel pemain terbaik yang selama ini menjauhinya.

Bagaimana kegagalan membentuk karier Neymar?

Seperti kisah sukses pada umumnya, kegagalan berperan pada karier Neymar saat ini.

Ada kegagalan Neymar yang mencengangkan pada turnamen U-17 pada 2009 di Nigeria. Ketika itu Brasil adalah satu dari delapan tim yang tidak mampu lolos dari babak penyisihan grup.

Duet Neymar dan Philippe Coutinho tidak dapat mencetak gol saat hal itu sangat dibutuhkan. Gagal memberikan peran berarti pada tim, Neymar diganti di tengah pertandingan ketika Brasil kalah 1-0 dari Meksiko dan Swiss.

Ketika kekalahan itu terjadi, Neymar sudah berkembang menjadi pemain bintang di tingkat senior bersama Santos di divisi utama Liga Brasil.

Pelajaran dari turnamen itu jelas: kompetisi sepakbola di level internasional berat dan Neymar harus benar-benar mempersiapkan diri sebelum menyeberangi Samudra Atlantik.

Chelsea kala itu mengira telah mendapatkan satu sinyal mendapatkannya, tapi Neymar tetap bertahan di Santos hingga 2013 untuk terhindar dari jebakan kepindahan yang prematur.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Neymar membuat gol debut ketika berduet dengan idolanya, Robinho, kala mengalahkan Amerika Serikat pada laga persahabatan tahun 2010.

Jebakan itu menjerat pemain yang diidolakan Neymar sejak kecil, Robinho, mantan pemain bintang di Santos. Ketika Robinho pindah ke Real Madrid pada 2005, publik bola Brasil berasumsi bahwa Robinho akan segera melesar merebut anugerah pemain terbaik dunia.

Seorang pengamat sepakbola yang juga bekas penyerang tim nasional Brasil, Casagrande, pernah menyebut menyebut bahwa Robinho bisa lebih hebat dibandingkan semua pesepakbola yang pernah ia lihat, kecuali Pele.

Sejarah membuktikan hal sebaliknya dan karir Robinho tidak pernah pulih dari fakta bahwa Real Madrid sebenarnya hanya mendatangkannya sebagai sebagai batu loncatan untuk mendapatkan Cristiano Ronaldo— keputusan yang terlihat jitu dari balik layar.

Neymar lantas paham, jalannya untuk merengkuh kesuksesan global harus diambil selangkah demi selangkah. Ini membuat Barcelona ketika itu menjadi prospek yang menarik.

Keluar dari bayang-bayang Messi

Neymar yang bergabung dengan Barcelona pada 2013 merupakan bagian dari tim yang terpusat pada Lionel Messi. Tekanan yang diterimanya tidak begitu besar.

Eks penyerang sayap Timnas Brasil Denilson misalnya, menjadi pemain termahal dunia dua dekade lalu dan tiba-tiba pindah ke tim medioker Real Betis. Neymar tidak akan memiliki persoalan ini. Dia menyelinap ke tim Eropa dalam bayang-bayang Messi.

Namun dalam strategi langkah demi langkah ini, Neymar pasti tidak ingin selalu berada dalam bayangan Messi. Bagaimana mungkin Neymar bisa meraih titel pemain terbaik dunia jika dia tak mampu menjadi pemain terbaik bahkan di timnya sendiri?

Jadi yang terbaik untuknya adalah Messi hijrah ke klub lain, Neymar menggantikannya sebagai titik sentral penyerangan atau Neymarlah yang harus pindah.

Karena Messi baru saja meneken kontrak baru, bintang Argentina ini tampaknya ibaratnya akan terus menjadi pemain biola utama di orkestra Barcelona dalam beberapa waktu ke depan dan yang tersisa karenanya adalah opsi ketiga.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Neymar mencetak dua gol saat Barcelona membalikkan kekalahan 0-4 dari PSG di laga pertama babak 16 besar Liga Champions musim lalu menjadi 6-5.

Saat Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu menyebut Neymar tidak akan meninggalkan klubnya, desas-desus terus bergulir tentang tawaran Paris St-Germain bagi Neymar untuk jadi pemain yang menjadi pusat tim ibukota Prancis itu. Dan ada bonus tambahan.

Musim ini akan berakhir dengan pergelaran Piala Dunia, ketika Neymar seharusnya berada pada kondisi paling prima —dia akan berusia 26 tahun Juni mendatang.

Di Liga Perancis Neymar dapat berkompetisi dengan mudah dan memastikan dirinya tetap dalam stamina puncak untuk bersaing di Rusia.

Keuntungan dari kepindahan Neymar ke Paris terlihat jelas di mata orang-orang dekat Neymar.

Ayahnya, agennya, dan sejumlah penasihatnya memiliki taktik dan pendapat mereka sendiri, tapi tak satupun yang bisa menawarkan keasyikan dan kedahsyatan untuk bermain bersama Messi dan Luis Suarez di Barcelona. Apa yang terbaik untuk merk Neymar, mungkin bukan yang terbaik untuk sang pemain sendiri.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Neymar, Messi, dan Suarez mencetak total 96 untuk Barcelona di La Liga musim lalu.

Ada dugaan yang mungkin beralasan, bahwa saat ini Neymar menghadapi konflik batin luar biasa, yang membuatnya terombang-ambing ke arah yang saling berlawanan, antara logika dan emosi.

"Saya tidak akan kaget jika Neymar tetap berada di Barcelona atau dia memilih pindah ke PSG," kata pemenang Piala Dunia 1970, Tostao, tokoh yang selalu melontarkan pendapat paling bijak untuk sepak bola Brasil.

"Neymar sudah belajar banyak hal saat bermain dengan Messi di Barcelona. Tidak ada kontradiksi antara kebahagiaan bermain bersama salah satu tim terbaik di dunia, kekaguman dan persahabatannya dengan Messi di satu sisi serta keinginannya menjadi bintang yang bahkan lebih terkenal dan lebih hebat lagi di sisi lain.

Tidak mungkin menduga-duga pilihan mana yang lebih baik atau lebih buruk dari yang lainnya bagi Neymar. Hal buruk yang bisa terjadi mungkin adalah ia bermimpi meraih satu opsi tapi justru memilih opsi lain."

Berita terkait