Kalah di Community Shield dari Arsenal, Conte sebut karena 'faktor wasit'

Antonio Conte Hak atas foto Reuters
Image caption Antonio Conte berpendapat dua keputusan wasit membuat Chelsea kalah dari Arsenal di ajang Community Shield.

Manajer Chelsea, Antonio Conte, menyebut kekalahan timnya dari Arsenal di ajang Community Shield, di Stadion Wembley, London, hari Minggu (06/08), karena 'faktor wasit'.

Conte mengatakan timnya sangat dirugikan oleh dua keputusan yang diambil wasit Robert Madley. Yang pertama adalah hukuman untuk Willian yang dinyatakan melakukan diving padahal tayangan ulang menunjukkan ia dijatuhkan oleh pemain belakang Arsenal, Hector Bellerin.

Insiden ini terjadi ketika papan skor masih menunjukkan posisi 0-0.

Yang kedua adalah kartu merah untuk Pedro ketika Chelsea unggul 1-0. Dengan bermain 10 pemain, Chelsea langsung kebobolan, membuat Arsenal menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Posisi bertahan hingga waktu normal berakhir, yang membuat pertandingan dilanjutkan ke adu penalti untuk mencari siapa yang berhak merebut trofi Community Shiled tahun 2017.

Arsenal akhirnya merebut trofi ini setelah dalam adu penalti menang 4-1.

Hak atas foto Reuters
Image caption Para pemain Arsenal merayakan kemenangan atas Chelsea di Community Shield.

"Tentu saja kami kecewa, untuk kedua kalinya kami bertanding dengan sepuluh pemain melawan Arsenal di Wembley ... yang pertama adalah di Piala FA dan sekarang di ajang Community Shield," kata Conte kepada para wartawan usai pertandingan.

Mei lalu di turnamen Piala FA melawan Arsenal, pemain Chelsea Victor Moses juga terkena kartu merah.

Conte secara jujur mengatakan dua keputusan wasit 'yang merugikan timnya ini' membuatnya marah. "Terlepas dari itu semua, kami harus menerimanya ... tapi untuk kedua kalinya keputusan kontroversial merugikan kami," kata Konte.

Community Shield adalah laga menjelang musim baru di liga Inggris dengan mempertemukan pemenang Piala FA dan juara Liga Primer musim lalu, yang dipegang Chelsea.

Bagi Conte musim 2017-2018 adalah tahun keduanya memimpin skuat utama Chelsea dan ia sudah berjanji untuk tidak mengulang 'kasus Jose Mourinho', yaitu berakhir di papan tengah setelah satu musim sebelumnya juara.

Topik terkait

Berita terkait