Lebih jauh mengenal Usain Bolt, legenda dan manusia tercepat sejagat

Usain Bolt

Usain Bolt mendapat julukan sang legenda setelah menorehkan namanya sebagai pelari tercepat di dunia dengan catatan waktu 9,58 detik di nomor 100 meter.

Dan usai Kejuaraan Dunia Atletik di London, 2-13 Agustus 2017 di London, Bolt, yang berasal dari Jamaika, bersiap untuk pensiun. Berikut beberapa data yang membuatnya layak menyandang atribut sang legenda:

1

Bolt adalah pelari tercepat dalam sejarah.

Tiga rekor dunia lari 100 meter dalam satu dekade terakhir semuanya dicetak oleh Bolt. Ia pertama kali memecahkan rekor pada 2008.

Bolt mengungguli rekan senegaranya, Asafa Powell, dengan catatan waktu 9,74 detik pada Mei 2008. Beberapa bulan kemudian, tepat di ajang Olimpiade Beijing, ia mempertajam catatannya menjadi 9,69 detik.

Penampilannya tak terbendung dan ketika berlomba di Kejuaraan Dunia Atletik 2009 di Berlin, sejarah menjadi saksi prestasinya yang gemilang, mencatat rekor baru 9,58 detik.

Apa yang ia raih ini tentu saja lebih baik dibandingkan atlet Amerika Serikat, Donald Lippincott, yang menorehkan rekor 10,6 detik di Stockholm, Swedia, pada 1912, rekor resmi pertama yang diakui organisasi atletik dunia, IAAF.

Jim Hines, tercatat sebagai manusia pertama di muka Bumi yang bisa lari 100 meter di bawah 10 detik. Ia membukukan rekor ini pada 1968.

2

Bolt memang lebih cepat dibandingkan atlet-atlet lain pada masanya.

Grafik berikut memperlihatkan kecepatan Bolt dibandingkan atlet-atlet lain. Data dikumpulkan sebelum penyelenggaraan Kejuaraan Dunia di London pada 2017.

Sejak torehan waktu Hines, ada 124 atlet putra yang bisa menemus catatan di bawah 10 detik untuk lari 100 meter.

Namun tak satu pun yang bisa menembus batas di bawah 9,78 detik kecuali Bolt, Yohan Blake, Asafa Powell, Justin Gatlin dan Tyson Gay.

Di ajang resmi, Bolt melakukannya sembilan kali, atau yang paling sering dibandingkan atlet-atlet papan atas dunia lainnya.

3

Tentu saja, ini tak hanya soal lari 100 meter.

Nomor lain yang juga menjadi spesialisasi Bolt adalah nomor 200 meter dan ia adalah satu-satunya atlet yang memegang rekor dunia, baik untuk 100 meter maupun 200 meter, sejak IAAF mulai menggunakan pencataan waktu otomatik pada 1977.

Pada Olimpiade 2008 di Beijing, Bolt memecahkan rekor dunia lari 200 meter yang dipegang pelari Amerika Michael Johnson yang sudah bertahan selama 12 tahun. Rekor Johnson 19,32 detik oleh Bolt dipertajam menjadi 19,30 detik. Setahun kemudian di Berlin, catatan ia tajamkan lagi menjadi 19,19 detik.

4

Bolt memang sangat konsisten.

Kecuali untuk penyelenggaraan kejuaraan di London pada 2017, Bolt selalu merajai setiap ajang Olimpiade dan Kejuaraan Dunia sejak 2008.

Di Olimpiade 2016 di Rio, Bolt menjadi atlet pertama dalam sejarah yang mencatat 'triple triple' yaitu meraih medali emas di nomor 100 meter, 200 meter, dan 4x100 meter.

Medali yang ia raih di nomor lari estafet 4x100 meter pada 2008 dicabut setelah anggota tim, Nesta Carter, dinyatakan menggunakan zat terlarang. Carter mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga.

Sepanjang kariernya, Bolt 'hanya dua kali mencatat prestasi mengecewakan', yaitu medali perunggu di lari 100 meter Kejuaraan Dunia 2017 di London dan kesalahan start di Daegu, Korea Selatan pada 2011 yang membuatnya secara otomatis didiskualifikasi.

5

Siapa saja yang pernah mengalahkan Bolt?

Sejak 2008, Bolt hanya sekali kalah di nomor 200 meter, oleh atlet senegaranya, Blake, di ajang Kejuaraan Nasional Jamaika pada 2012.

Blake juga menang di nomor 100 meter di ajang ini, satu dari lima kegagalan Bolt di turnamen besar di sepanjang kariernya.

Selain Blake, atlet lain yang pernah mengalahkan Bolt di nomor 100 meter adalah Gatlin, Christian Coleman, Powell dan Gay.

6

Bolt lebih cepat dari yang Anda kira.

Kecapatan lari Bolt adalah 44,51 km/jam atau sama dengan kecepatan kuda yang tengah berlari.

Bolt pernah mencatat waktu lebih cepat dari catatan resmi 9,58 detik ketika berlari 'tidak dari start statis'. Pada paruh kedua lari 200 meter, ia pernah mencatat waktu 9,26 detik dan beberapa kali melakukannya di nomor estafet 4x100 meter.

Pada 2015, ia pernah mencatat waktu 8,65 detik. Sungguh luar biasa.

Sayangnya, ia tak bisa mempertajam catatan itu karena faktor usia dan cedera.

Pada 2016, ia hanya mencatat waktu 9,81 detik untuk 100 meter dan 19,78 detik untuk 200 meter. Sangat lambat untuk standar dirinya, tapi tetap saja keluar sebagai pemenang.

7

Bagaimana Bolt melakukannya?

Tidak ada jawaban pasti atas prestasi Bolt yang sangat fenomenal.

Namun penelitian yang dilakukan Mackala Krzysztof dan Antti Mero, yang diterbitkan di Journal of Human Kinetics, menemukan postur tubuhnya, dengan tinggi badan 195 cm, membuatnya lebih unggul dibandingkan lawan-lawannya.

Punya postur jangkung sering dianggap sebagai faktor yang merugikan bagi atlet karena bisa membatasi daya dorong.

Namun para peneliti menemukan, postur Bolt yang jangkung 'membuatnya bisa mengambil langkah yang lebih panjang, yang membuatnya mampu mempertahankan kecepatan tinggi dalam waktu yang lebih lama'.

8

Rata-rata panjang langkah Bolt adalah 2,47meter.

Itu berarti 20 cm lebih panjang dari hampir semua pesaingnya.

Dengan kelebihan ini, semua lawannya tak berdaya menghadapi Bolt.

Menurut Krzysztof dan Mero, Bolt menyudahi jarak 100 meter kurang dari 41 langkah, sementara lawan-lawannya rata-rata 45 langkah. Mana mungkin bisa menang?

9

Bukankah atlet jangkung biasanya melakukan start lebih lambat?

Kasus itu tak berlaku bagi Bolt pada akhirnya.

Benar ia memang lebih lambat di tahap awal dibandingkan rivalnya.

Namun menurut Michael Johnson, ketika ia dalam posisi puncak, kinerja pada awal lomba sama dengan lawan-lawannya, yang punya postur lebih pendek.

Dan setelah 20 meter, Bolt meninggalkan para kompetitor dan posisi ini bertahan hingga lomba selesai.

9.58

Karismanya bukan hanya karena lari.

Ia memang mempesona. Mulai dari pose ala Bolt, melakukan hal-hal kocak di arena lomba hingga klaim bahwa prestasinya yang mengagumkan ini gara-gara ayam goreng.

Kepribadinnya yang menyenangkan membuatnya menjadi bintang.

Tak mengherankan ia adalah salah satu orang paling terkenal di muka Bumi. Lihat saja jumlah pengikutnya di media sosial.

Di Twitter ia punya 4,75 juta pengikut, di Facebook 19 juta dan di Instagram 7,1 juta.

Dan dari prestasi tingkat dunia dan popularitas ini ada kontrak-kontrak yang menggiurkan.

Nilai kontrak yang diteken Bolt dengan Puma, Mumm champagne, Advil, dan merek-merek lain mendongkrak pendapatan tahunannya menjadi US$34,2 juta.

Majalah Forbes menempatkannya di urutan 88 dari 100 selebritas papan atas dunia untuk tahun 2016-2017.

Bolt juga dikenal sebagai orang yang dermawan dan menyalurkan bantuan selama bertahun-tahun untuk sekolah menengahnya di Trelawny Parish, Jamaika.

Pekan ini, Bolt resmi mundur dari panggung atlet, namun namanya tidak akan surut begitu saja berkat kepribadiannya yang mempesona banyak orang.

"Kita akan kehilangan sosok Bolt, kehilangan kepribadiannya," kata bos IAAF Sebastian Coe.

Ditulis oleh Christine Jeavans. Desain oleh Gerry Fletcher. Statistis oleh Mark Butler. Dialihbahasakan oleh Mohamad Susilo.

Topik terkait

Berita terkait