Indonesia gagal kalahkan Malaysia dalam 90 menit sejak SEA Games 2001

indonesia Hak atas foto PSSI
Image caption Para pemain Indonesia merayakan kemenangan atas Kamboja pada laga terakhir babak grup SEA Games 2017.

Tim nasional sepak bola U-22 Indonesia akan menghadapi tuan rumah Malaysia pada babak semi final SEA Games 2017, Sabtu (26/08) mendatang. Sejumlah fakta dan catatan penting mengiringi laga klasik yang disebut sejumlah kalangan sebagai 'El Clasico' Asia Tenggara itu.

1. Tak pernah kalahkan Malaysia di SEA Games dalam 90 menit sejak 1999

Pada SEA Games 2013 yang berlangsung di Filipina, tim nasional sepak bola Indonesia mengalahkan Malaysia melalui adu penalti dengan skor 4-3, setelah bermain seri 1-1 selama 90 menit dan babak tambahan.

Kemenangan empat tahun lalu itu merupakan satu-satunya kemenangan Indonesia atas Malaysia di ajang SEA Games sejak 1999.

Dalam laga penyisihan grup tahun 1999 di Brunei Darussalam, Indonesia mencukur Malaysia dengan skor telak 6-0.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Bambang Pamungkas pernah menjadi andalan tim nasional Indonesia pada ajang Sea Games.

Penyerang senior timnas kala itu, Rochi Putiray mencetak dua gol. Ali Sunan dan Hraianto Prasetyo masing-masing menyumbang satu gol, sementara Bambang Pamungkas yang saat itu masih berusia 19 tahun melesakkan dua gol.

Sejak SEA Games mengharuskan setiap negara memainkan tim U-23 dalam cabang sepakbola, Indonesia tak pernah lagi mengalahkan Malaysia dalam waktu 2 x 45 menit.

Tahun 2001, Indonesia dikalahkan tim berjuluk Harimau Malaya itu dengan skor 1-2 di penyisihan grup. Empat tahun setelahnya Indonesia takluk 0-1 pada perebutan medali perunggu.

Pada SEA Games 2011, Indonesia lagi-lagi kalah 0-1 dari Malaysia pada penyisihan grup. Di ajang yang sama, Indonesia mencapai partai final pertama sejak 1997, tapi takluk 3-4 dari Malaysia dalam adu penalti setelah imbang 1-1 selama 120 menit.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Para pemain Malaysia merayakan gol ke gawang Myanmar pada pertandingan di Kuala Lumpur, 21 Agustus lalu.

2. Menang sekali dalam lima laga semifinal sepanjang 16 tahun terakhir

Sejak SEA Games 2001, cabang sepak bola diperuntukkan tim nasional U-23. Mulai dari saat itu, Indonesia lima kali lolos dari fase penyisihan grup. Prestasi itu terjadi tahun 2001, 2005, 2011, 2013, dan 2015.

Dalam lima semi final selama delapan SEA Games terakhir, Indonesia hanya mampu sekali melaju ke final, yakni pada 2013. Saat itu tim yang dikalahkan Indonesia di semi final adalah Malaysia.

Pada semi final 2001, Indonesia kalah 0-1 dari Thailand. Empat tahun berselang, Indonesia kembali dikalahkan tim berjuluk Gajah Putih dengan skor 1-3.

Saat menjadi tuan rumah SEA Games 2011, Indonesia kalah adu penalti dari Malaysia di semi final melalui skor 4-5. Sementara itu, dalam SEA Games 2015, Indonesia kalah telak 0-5 dari Thailand.

Hak atas foto PSSI
Image caption Tim U-22 Indonesia lolos ke semi final SEA Games 2017 dengan menaklukkan Kamboja 2-0. Pada saat bersamaan, Vietnam kalah 0-3 dari Thailand.

3. Dua kali kalah dan dua kali menang adu penalti dalam 10 SEA Games terakhir

Indonesia harus menghadapi empat babak adu penalti dalam 10 penyelenggaraan SEA Games terakhir atau sejak 1997.

Kekalahan menyesakkan harus dihadapi Indonesia kala menjadi tuan rumah SEA Games 1997. Sebagai tuan rumah, Indonesia menghadapi Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Indonesia akhirnya kalah 2-4 dalam adu penalti. Dari empat eksekutor, hanya Aji Santoso dan Fachry Husaini yang sukses membobol Thailand, sementara Ronny Wabia dan Uston Nawawi gagal.

Hak atas foto AFP/GETTY IMAGES
Image caption Laga tim sepakbola Indonesia pada Sea Games 2017 selalu dihadiri ribuan pendukung yang mayoritas merupakan TKI di Malaysia.

Pada SEA Games 1999, Indonesia kembali melakoni adu penalti saat memperebutkan medali perunggu, melawan Singapura. Saat itu Bima Sakti dan kawan-kawannya sukses mengalahkan Singapura dengan skor 4-2.

Dua babak adu penalti lainnya yang dijalani Indonesia terjadi pada final 2011 dan semi final 2013.

Indonesia kalah dari Malaysia dengan skor 4-5 di final SEA Games 2011. Dua tahun kemudian, Indonesia membalas Malaysia dengan skor 4-3 melalui adu penalti di babak semi final.

4. Mayoritas gol Indonesia di SEA Games 2017 terjadi di babak kedua

Indonesia mampu menciptakan tujuh gol dalam lima laga penyisihan grup SEA Games kali ini. Dari seluruh gol itu, hanya tiga yang terjadi di 45 menit pertama.

Tiga gol itu dicetak Septian David Maulana pada menit ke-7 dan Muhammad Hargianto pada perpanjangan waktu babak pertama saat Indonesia berhadapan dengan Filipina. Satu gol lain dicetak Marinus Wanewar pada menit ke-21 saat melawan Timor Leste.

Hak atas foto PSSI
Image caption Luapan kebahagiaan para pemain Indonesia saat menundukkan Filipina, 17 Agustus lalu.

5. Tujuh gol Indonesia tercipta dari beragam skema

Selama babak penyisihan grup SEA Games 2017, Indonesia mampu menyerangkan gol dalam sejumlah skema. Satu gol tercipta melalui tendangan penalti kala melawan Thailand.

Indonesia juga mencetak dua gol melalui sepakan keras dari luar kotak penalti, masing-masing diciptakan Saddil Ramdani dan Febri Hariyadi.

Empat gol lain terjadi melalui permainan terbuka di dalam kotak penalti, yakni lewat Septian David, Marinus, Ezra Walian, dan Hargianto. Sebagai catatan, gol Marinus merupakan sundulan kepala yang memanfaatkan umpan silang dari sayap kanan.

Fakta lainnya, Indonesia tidak bergantung pada penyerang untuk mencetak gol. Hanya dua gol yang diciptakan Marinus dan Ezra. Lima gol lain dicetak gelandang tengah dan pemain sayap.

Hak atas foto PSSI
Image caption Para pemain Indonesia saat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum laga versus Filipina, pada 17 Agustus lalu.

6. Rata-rata penguasaan bola Indonesia 56,8 % selama babak grup

Indonesia menguasai penuh tiga laga penyisihan grup. Menurut catatan Labbola, saat menghadapi Filipina, catatan penguasaan bola Indonesia mencapai 66%.

Adapun, ketika melawan Timor Leste dan Kamboja, penguasaan bola Indonesia mencapai 63% dan 68%.

Saat imbang melawan Thailand, Indonesia mengusai 50% bola. Sementara itu, ketika melawan Vietnam penguasaan bola Indonesia hanya 37%.

Sebagai catatan, dalam laga versus Vietnam, Indonesia bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-63 akibat kartu merah yang diterima Hanif Sjahbandi. Pengatur serangan Indonesia, Evan Dimas Darmono juga absen dalam pertandingan itu karena akumulasi kartu kuning.

Topik terkait

Berita terkait