Apakah FC Barcelona akan didepak dari La Liga?

Bendera Katalonia Hak atas foto Getty Images
Image caption Semua penggemar FC Barcelona sangat bergairah pada sepak bola, dan sebagian sangat bergairah pada kemerdekaan Katalonia.

FC Barcelona sama sekali tak bisa dibilang hanya berperan sebagai penonton netral mengenai pertanyaan tentang kemerdekaan Katalonia dalam beberapa tahun terakhir ini.

Klub itu telah dengan tegas mengaitkan warna mereka ke pilar gerakan yang merencanakan referendum kemerdekaan Katalonia pada 1 Oktober - sebuah referendum yang dinyatakan ilegal oleh pemerintah pusat di Madrid.

Namun posisi FC Barcelona menimbulkan pertanyaan yang lebih mendesak seiring dengan situasi yang jadi lebih memanas, dengan dikerahkannya polisi Garda Sipil untuk menangkapi para tokoh separatis dan menyita bahan-bahan persiapan referendum.

Akankah Katalonia yang merdeka membuat kompetisi La Liga Spanyol mendepak salah satu klubnya yang paling bergengsi itu?

Dan bagaimana dengan penggemar pertarungan klasik El Clasico yang terkenal di seluruh dunia antara Barca dan seteru beratnya Real Madrid, sebuah pertarungan yang sejauh ini menempatkan keunggulan Madrid dengan 95 kemenangan sementara Barcelona memenangkan 91 pertandingan?

Hak atas foto AFP
Image caption Barcelona membiarkan para pendukung gerakan kemerdekaan Katalonia untuk berunjuk rasa di stadion Camp Nou.

Mereka yang bertanggung jawab di FC Barcelona bersikeras bahwa mereka bukan politikus; klub tidak memiliki posisi untuk memilih 'Ya' untuk kemerdekaan, tidak juga dalam memilih di liga mana mereka akan turun andaikata Katalonia memisahkan diri dari Spanyol.

Namun pada tahun 2014, FC Barcelona bergabung dengan Pakta Nasional untuk memutuskan sebuah wadah yang terdiri dari partai politik dan organisasi masyarakat sipil yang mendukung referendum kemerdekaan bagi Katalonia.

Pada hari Rabu, saat Garda Sipil menangkap pejabat pemerintah Catalan, klub tersebut mengeluarkan pernyataan politiknya yang mungkin paling terang-terangan, dengan mengatakan bahwa mereka membela "demokrasi, kebebasan berbicara, dan penentuan nasib sendiri".

Apapun yang terjadi selama beberapa minggu dan bulan ke depan, FC Barcelona tampaknya yakin bahwa mereka akan selalu dapat memilih di liga mana mereka akan bermain. Bahkan jika warga Katalan memilih untuk meninggalkan Spanyol, Barca percaya bahwa Spanyol tidak akan pernah ingin berhenti menonton El Clásico.

"Kami akan tetap di liga yang sama dengan Espanyol," kata wakil presiden FC Barcelona, ​​Carles Villarubí, awal bulan ini mengacu klub kedua di Barcelona, namun penggemarnya dianggap pro-Spanyol.

Tapi Javier Tebas, presiden Liga Sepak Bola Profesional Spanyol, yang mengelola La Liga, menyerang balik, "Jika terjadi proses kemerdekaan di Katalonia, Barcelona tidak dapat memilih di mana mereka bermain."


Piala-piala Barcelona

Hak atas foto Getty Images
Image caption Para pemain FC Barcelona merayakan kemenangan La Liga, di Barcelona, Copa del Rey dan Liga Champions pada tanggal 7 Juni 2015.
  • FC Barcelona telah memenangkan 24 gelar La Liga, termasuk turnamen perdananya pada tahun 1929.
  • Klub itu juga telah memenangkan 29 Piala Copa del Rey, dan mencatat rekor juara terbanyak.
  • Telah terjadi 235 pertandingan resmi antara Barcelona dan Real Madrid, sejak pertandingan Copa del Rey pada 1916. Real memenangkan 95, Barca 91 dan 46 pertandingan berakhir imbang.

Sebuah sumber yang merupakan pejabat penting klub Barcelona mengatakan kepada BBC bahwa tidak akan ada pernyataan resmi tentang apa yang tetap merupakan 'skenario hipotetis.'

Tapi, ia menambahkan, "Jika kemerdekaan Katalan muncul, klub harus mempertimbangkan pendapat para anggotanya sebelum membuat keputusan penting itu.

"Kedua, dan dengan segala hormat, kami yakin bahwa kami adalah salah satu merek terkemuka di dunia sepak bola dan liga mana pun akan tertarik untuk memiliki kami di dalamnya, termasuk (La Liga) Spanyol."

Gabriel Rufián, anggota Kongres Spanyol dari sebuah partai kiri Katalan, mengatakan bahwa keberlanjutan Barça di liga Spanyol tidak akan lebih ganjil dibanding Monako yang bermain di liga Prancis.

Tampaknya tak banyak yang berkeinginan membayangkan sebuah liga nasional Katalan yang didominasi oleh salah satu klub terbesar dunia. Membayangkan Lionel Messi berurusan dengan para pemain belakang klub semiprofesional Katalan setiap hari Minggu, bukanlah gambaran yang bisa dibayangkan.

"Saya tidak bisa membayangkan Liga Spanyol tanpa Barcelona," kata pelatih Real Madrid Zinedine Zidane. "Saya tidak bisa membayangkannya, baik sebagai penggemar sepak bola maupun olahraga secara umum," tandas Zidane.

Topik terkait

Berita terkait