Paradise Papers: mempertanyakan kepemilikan Everton

Moshiri, Usmanov
Image caption Farhad Moshiri dan Alisher Usmanov membeli saham 14,58% saham di Arsenal tahun 2007.

Pertanyaan muncul dengan terungkapnya Paradise Papers atau Laporan Surga Pajak tentang siapa yang menguasai Everton FC dan apakah peraturan Liga Primer dilanggar?

Farhad Moshiri menjual sahamnya di Arsenal tahun 2016 untuk membeli sekitar 50% saham Everton.

Namun bocoran dokumen memperlihatkan bahwa saham awalnya di Arsenal didanai dengan 'pemberian' dana dari Alisher Usmanov, yang memiliki 30,4% saham Arsenal, dan ini menimbulkan pertanyaan apakah uangnya yang kini berada di Everton itu legal.

Moshiri dengan keras membantah anggapan bahwa uang itu pemberian.

Para pengacara yang menangani kesepakatannya dengan Everton mengatakan semua tuduhan bahwa peraturan Liga Primer dilanggar sepenuhnya tidak benar.

Mereka mengatakan Moshiri secara mandiri kaya dan mendanai sendiri investasi sepak bola itu.

Sementara perwakilan hukum Usmanov mengatakan banyak kekeliruan dalam dugaan itu dan penyelidikan itu merupakan kelancangan yang kasar terhadap privasi klien mereka.

Perturan Liga Primer menyatakan seseorang yang memiliki saham 10% atau lebih di satu klub tidak bisa memiliki satu sahampun di klub lainnya, untuk mencegah konflik kepentingan, antara lain dalam pertandingan antar klub dan transfer.

Secara resmi, Usmanov dan Moshiri, yang merupakan mantan akuntan pengusaha Uzbekistan kelahiran Rusia itu, bersama-sama membeli 14,58% saham di Arsenal tahun 2007 melalui perusahaan offshore -di luar negeri- bernama Red and White Holdings.

Namun dokumen-dokumen memperlihatkan semua dana untuk pembelian saham Arsenal itu berasal dari sebuah perusahaan bernama Epion Holdings, milik Usmanov yang kekayaannya diperkirakan sekitar US$15,8 miliar atau sekitarRp213 triliun.

Salah satu dokumen menyebutkan, "Dividen dari Gallagher Holdings kepada Alisher Usmanov yang kemudian memberikan dana kepada Moshiri yang pada gilirannya akan menanam modal di perusahaan itu. Sementara dana untuk Red and White berasal dari Epion Holdings Limited."

Gallagher Holdings juga merupakan perusahaan milik Usmanov.

Pengacara Moshiri awalnya membantah bahwa uang berasal dari Epion.

Belakangan mereka mengakui bahwa dana awal memang dari Epion namun berkilah bahwa Moshiri sudah membayarnya kembali kepada Usmanov.

Red and White Holdings terus meningkatkan kepemilikan sahamnya di Arsenal, hingga mencapai 30,4%.

Bulan Februari 2016, Moshiri menjual setengah sahamnya di Arsenal kepada miliuner kelahiran Rusia itu.

Hak atas foto Sumber Paradise Papers

Sebuah dokumen di Paradise Papers, Laporan Surga Pajak dari Appleby -perusahaan yang mengawasi uji kelayakan kesepakatan itu- mengukuhkan bahwa penjualan itu digunakan untuk mendapatkan dana guna membeli 49,9% saham di Everton. Harganya dilaporkan £87,5 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.

Sebuah perusahaam media Rusia -yang memiliki kaitan dengan Usmanov, awalnya melaporkan kesepakatan Everton sebagai "pengusaha Rusia Alisher Usmanov sudah menjadi pemiliki baru Everton.' Laporan itu langsung dicabut namun kecurigaan muncul.

Kecuriaan makin berkembang ketika pada Januari tahun ini diumumkan bahwa lapangan latihan Everton, Finch Farm, kini disponsori oleh perusahaan Usmanov, USM Holdings. Lapangan latihan itu diberi nama USM Finch Farm.

Ketika BBC Panorama menghubungi Moshiri dan menanyakan apakah Usmanov menguasai Everton dia balik bertanya, "Apakah Anda gila? Sudahkah Anda pasien ahli jiwa?"

Dia mengatakan, "Jika itu pinjaman, Anda membayar kembali uang itu kepadanya. Jika pemberian, itu jadi milik Anda. Bukan keduanya karena saya membayar untuk itu."

Moshiri belakangan mengatakan semua dokumen yang menyebut pemberian adalah 'salah'.

Hak atas foto Sumber: Paradise Papers

Perwakilan hukum Mohsiri mengatakan Liga Primer sudah melakukan pemeriksaan, termasuk tentang pendanaanya, dan merasa puas bahwa dia sudah memenuhi Uji Kepemilikan dan Direktur.

Mereka juga mengatakan bahwa Moshiri -yang menurut Majalah Forbes, memiliki kekayaan senilai US$2,4 miliar kemudian memberi lagi tambahan uang kepada Everton.

Mantan Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Greg Dyke, mengatakan kepada BBC Panorama bahwa pemberian 'terdengar tidak biasa' dan menambahkan, "Jika dokumen itu mengatakan seperti itu, saya merasa yakin Liga Primer akan melakukan penyelidikan sendiri."

Dan Menteri Kebudayaan Inggris, Tom Watson, sudah mengatakan akan menulis kepada Liga Primer untuk mendesak mereka melakukan penyelidikan.

Hasil penyelidikan akan tergantung pada apa yang dilakukan kedua pria itu dan apa yang diketahui klub.

Ketika ditanya soal itu, Liga Primer mengatakan ,"tidak akan mengungkap informasi rahasia tentang klub atau perseorangan'.

Kesepakatan pengambil-alihan Everton ditangani oleh perusahaan di Isle of Man, Bridgewaters Limited.

Dokumen lainnya di Laporan Surga Pajak menyebutkan Bridgewaters diambil alih oleh Usmanov tahun 2011. Hal ini dibantah keras oleh Bridgewaters dan Usmanov.

Blue Heaven Holdings -perusahaan pemiliki Everton- sudah mendaftarkan diri punya kantor di Bridgewaters dan dua direkturnya merupakan karyawan Bridgewaters dan satu karyawan di perusaahaan Usmanov', USM Holdings.

Pengacara Usmanov mengatakan ada 'kesalahan dan penafsiran' dalam dakwaan itu namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Mereka mengatakan: "Kami tidak wajib membantu Anda dalam penyelidikan Anda. Bukan tugas dia untuk melakukan penelitian 'jurnalis' bagi Anda, yang jelas tampak bias."

Bulan Mei, Usmanov gagal dalam upaya untuk membeli saham pemegang mayoritas Arsenal Stan Kroenke sebesar £1 miliar -yang akan membuatnya memiliki 97% saham Arsenal.

Usmanov diketahui frustasi dengan ketidakmampuannya untuk cukup menentukan di Arsenal dan tidak punya kursi di Dewan Direktur.

Kedua klub sama-sama memiliki masalah di lapangan. Banyak pendukung Arsenal yang mempertanyakan apakah Arsene Wenger harus bertahan sesudah belasan tahun tak berhasil jadi juara liga sementara Everton memecat manajer Ronald Koeman setelah prestasi yang buruk di awal musim.

Kedua tim kemudian bertemu di Goodison Park pada 22 Oktober, yang berakhir dengan kemenangan besar Arsenal 5-2.

Berita terkait