Renault tetap di Formula Satu

Renault
Image caption Nama Renault akan tetap digunakan dalam balapan F1 2010.

Tim Renault akan tetap mengikuti lomba balapan Formula Satu tahun depan, setelah tercapai kesepakatan mengenai masa depan tim tersebut.

Menurut laporan yang didapat oleh BBC, perusahaan pembuat mobil Prancis Renault sebelumnya mempertimbangkan masa depannya di F1 namun sumber-sumber mengatakan bahwa tim itu akan tetap berlomba dengan nama baru, dengan Renault tetap memiliki saham 25 persen di sana.

Hari Jumat, tim tampaknya akan mendapatkan pemberitahuan mengenai hal tersebut, dengan pengumuman resminya akan dikeluarkan minggu depan.

Juga disepakati bahwa tim akan bertanding atas nama Renault di tahun 2010.

Dua pihak yang sedang bertarung untuk mengambil alih tim adalah pengusaha asal Luxembourg Gerard Lopez, dan David Richards, bos perusahaan mesin balap mobil, Prodrive, yang juga adalah mantan pemiik tim Benetton dan BAR di F1.

Lopez dianggap sebagai favorit untuk mengambil alih Renault, di bawah nama perusahaan investasi Genii Capital investment.

Masa depan Renault menjadi pembicaraan setelah Dewan Direksi perusahaan tersebut mengadakan pertemuan darurat di awal November, apakah tetap akan berkecimpung di F1.

Robert Kubica

Image caption Insiden Nelson Piquet di Singapura mencoreng nama Renault

Rincian kesepakatan pertemuan Renault minggu ini masih sangat sedikit, karena keputusan akhir baru akan diambil oleh Dewan Direksi hari Rabu minggu depan.

Termasuk yang belum jelas apakah pembalap Polandia, Robert Kubica, akan tetap menjadi pembalap utama setelah dia menandatangani kontrak guna menggantikan juara dunia dua kali Fernando Alonso yang pindah ke Ferrari.

Namun bila melihat bahwa identitas Renault sebagai nama tim tetap dipertahankan, maka posisi Kubica tampaknya akan aman.

Keputusan Renault untuk mengkaji partisipasi mereka di F1 terjadi setelah tim ini mencapai prestasi terburuk sejak mereka terlibat di balapan di tahun 2002.

Mereka berada di tempat kedelapan dari 10 tim yang bertanding, dengan prestasi terbaik adalah peringkat ketiga Alonso yang dicapai di Grand Prix Singapura.

Namun reputasi mereka kemudian tercemar karena adanya skandal pengaturan hasil pertandingan di Singapura tersebut.

Renault kemudian dikenai hukuman larangan bertanding oleh F1, hukuman percobaan selama dua tahun, setelah dinyatakan bersalah meminta pembalap lainnnya Nelson Piquet sengaja menabrakkan mobilnya dalam lomba di Singapura tahun 2008 tersebut, sehingga memungkinan Alonso menjadi juara.

Bos tim ketika itu, Flavio Briatore dan direktur teknis Pat Symonds dikenai larangan berkecimpung di balapan tersebut, Briatore selamanya, dan Symonds selama lima tahun.