Tekad Rusia melawan teror

Petugas darurat mengevakuasi korban
Image caption Dinas Intelijen Rusia mengatakan pemboman mungkin dilakukan oleh pemberonrtak Islam di Kaukasus Utara

Presiden Rusia Presiden Dmitry Medvedev bersumpah untuk menegakkan kebijakan menekan teror dan perang melawan terorisme sebagai tanggapan atas dua serangan bunuh diri di jaringan kereta bawah tanah Moskow.

"Kita akan melanjutkan operasi melawan teroris tanpa kompromi dan sampai saat terakhir," katanya usai sidang darurat kabinet.

Dalam pertemuan dengan President Medvedev, Kepala Badan Intelijen Rusia, FSB, Alexander Bortnikov, mengatakan pemboman di Moskow itu kemungkinan dilakukan oleh pemberontak Islam di kawasan Kaukasus Utara, yang mencakup Chechnya dan Ingushetia.

Sedikitnya 37 orang tewas dalam dua ledakan yang diduga pembom bunuh diri wanita di jaringan kereta bawah tanah Moskow pada pagi hari yang sibuk.

Sementara itu Perdana Menteri Vladimir Putin sudah mempersingkat kunjungannya ke Siberia dan kembali ke Moskow.

Ia mengecam serangan yang menurutnya membawa dampak sangat buruk dan dilakukan dengan sangat kejam.

Image caption Sedikitnya 37 orang tewas akibat dua serangan bom di Moskow

Pada bulan Februari pemimpin pemberontak Chechnya Doku Umarov mengatakan "zona operasi militer akan diperluas ke wilayah Rusia dan perang akan datang ke kota mereka".

Kecaman internasional

Berbagai pemimpin dunia juga mengecam serangan di Moskow tersebut, antara lain Presiden Amerika Barack Obama.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Uni Eropa, Baroness Ashton menyatakan solidaritas kepada pemerintah Rusia dan Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, menyatakan komitmen kepada Rusia untuk memerangi terorisme.

Menurut wartawan BBC di Moskow, Yuri Maloveryan, di luar stasiun Lubyanka suasana sudah pulih perlahan-lahan walau lapangan Lubyanka masih ditutup bagi para pejalan kaki.

Kelangkaan transport umum membuat taksi dilaporkan mengenakan biaya sampai 4.000 rubel, sementara ongkos kereta bawah tanah hanya sekitar 150 rubel.

Setelah mendengar berita tentang serangan bom itu, banyak orang yang pulang ke rumah dan tidak melanjutkan perjalanan ke kantor.

Sebagian besar jalur kereta bawah tanah masih berjalan karena besarnya jaringan kereta bawah tanah Moskow dan dan banyaknya orang yang menggunakannya.

Berita terkait