Zola bertekad tak akan mundur

Image caption Meski West Ham nyaris masuk zona degradasi, Zola nyatakan tak akan mundur

Pelatih West Ham Gianfranco Zola menegaskan dia tidak akan mundur dari jabatannya dan yakin dia bisa membawa klubnya bertahan di Liga Primer.

Kekalahan The Hammers atas Stoke City Sabtu lalu merupakan kekalahan beruntun keenam kalinya dan membuat pendukung West Ham menyuarakan pemecatan pelatih asal Italia itu.

Namun, Zola tetap menegaskan meski klubnya hanya berselisih tiga gol saja dari zona degradasi, dia yakin mampu membawa West Ham bertahan di Liga Primer.

"Kita memang harus bekerja lebih keras namun kita bisa meraih hasil yang kita inginkan," kata Zola dalam situs resmi klub.

Usai kekalahan hari Sabtu lalu, Zola mengatakan dia harus mencari tahu apakah masalah klub itu adalah dirinya.

Kekalahan 0-1 dari Stoke, setelah sebelumnya menyerah dari Wolverhampton 1-3, menempatkan Hammers hanya satu posisi di atas zona degradasi.

West Ham memiliki angka yang sama dengan Hull yang menempati posisi ketiga dari dasar klasemen namun Hammers masih memiliki satu sisa pertandingan.

Sebelum pertandingan melawan Stoke, pemilik klub David Gold menyatakan meski prestasi klub belum kunjung membaik namun posisi Zola masih aman.Dengan dukungan manajemen ini, Zola menegaskan tetap bertahan.

"Saya akan terus melatih. Kekalahan hari Sabtu memang hal yang sangat emosional bagi semua orang. Namun saya yakin kami masih bisa mengubah kondisi dan kami memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan kami," kata Zola yang pernah memperkuat Chelsea ini.

"Para pemilik klub mendukung saya dan saya sangat berterima kasih. Satu-satunya hal yang saya pikirkan adalah mempertahankan klub ini di Liga Primer dan itu tetap tujuan saya," tandas Zola.

"Saya akan melakukan apapun untuk mempertahankan klub di Liga Primer antara hari ini hingga akhir musim," papar Zola yang pernah memperoleh kartu merah di Piala Dunia itu.

Setelah kalah dua kali di kandang, kini West Ham harus menghadapi pertandingan tandang yang berat menghadapi Everton dan Liverpool. Dan Zola mencoba membakar semangat timnya untuk meraih hasil maksimal di Goodison Park, kandang Everton.

"Banyak orang yang pesimis kami akan meraih hasil bagus namun kami tetap berfikir positif. Tak seorangpun boleh mengabaikan kami. Meski saat ini posisi kami sedang tidak bagus namun kamilah yang menentukan nasib kami hingga akhir musim ini," tukas Zola.

Selain itu, kata Zola, dia sudah menekankan kepada seluruh pemain bahwa semua sisa pertandingan di musim ini adalah pertandingan final bagi West Ham.

Zola juga yakin para pendukung West Ham masih setia mendampingi klub ini saat menghadapi Everton.

Image caption Penjaga gawang Robert Green mendukung Zola tetap melatih klub

"Dan kami akan memberikan yang terbaik sebagai balasan atas dukungan para fans. Mereka sangat setia pada kami dan kami berutang budi," tambah Zola.

Selain mendapat dukungan dari manajemen, Zola yang memulai karir kepelatihannya di West Ham September 2008 lalu juga mendapat dukungan dari para pemain antara lain dari penjaga gawang Robert Green dan penyerang Mesir Mido.

"Zola adalah sosok pribadi dan manajer yang hebat. Dan Anda bisa melihat dalam pertandingan nanti," kata Robert Green dalam situs resmi klub.

"Dia mengalami masalah dengan jumlah pemain dan kepergian sejumlah pemain. Namun dia tetap bisa menjaga kondisi tim. Dan saat di lapangan semuanya tergantung penampilan kami," lanjut Green.

"Kekalahan atas Stoke memang mengecewakan. Namun semua pemain memiliki andil dalam kekalahan itu," pungkas Green.

Sementara itu Mido, yang menyia-nyiakan kesempatan membuat gol Sabtu lalu menambahkan: "Kami mendukung Zola. Menurut saya dia adalah manajer hebat, semua pemain mendukungnya," kata Mido.

"Saya pikir kami memiliki kesempatan emas bertahan di Liga Primer. Jika Anda lihat di ruang ganti, Anda tidak akan melihat sebuah tim yang akan terdegradasi," tandas penyerang asal Mesir itu.