Terbaru  28 Mei 2010 - 10:53 GMT

Prancis bertekad paling kurang delapan besar

Florent Malouda

Malouda membantu Chelsea menjadi juara Liga dan Piala FA.

Federasi Sepakbola Prancis menerapkan target bahwa tim Le Bleus setidaknya maju ke perempat final, tetapi jajak pendapat meragukan tim asuhan Raymond Domenech ini akan bisa menjadi juara.

Padahal, Prancis empat tahun lalu menjadi finalis, setelah kalah adu penalti melawan Italia, dalam pertandingan yang juga diwarnai dengan insiden tandukkan kepala Zinedine Zidane ke perut pemain belakang Italia Marco Matterazi.

Prancis akan berada di grup A bersama tuan rumah Afrika Selatan, Meksiko dan Uruguay.

Di atas kertas, Prancis mestinya bisa menjadi juara grup, karena peringkat dunia mereka saat ini adalah 9, sementara tiga negara lainnya memiliki peringkat lebih rendah.

Dalam peringkat terbaru yang dikeluarkan FIFA akhir Mei, Uruguay berada di peringkat 16, Meksiko satu peringkat di bawahnya, dan tuan rumah Afrika Selatan hanya berada di peringkat 83.

Tim Prancis sekarang tidak begitu kuat. Manajernya Raymond Domenech juga dianggap aneh dengan beberapa keputusannya

Sebastian Vincent

Bila memang Prancis lolos ke babak kedua (16 besar), lawan yang akan mereka hadapi adalah dari grup B yang berisi Argentina, Korea Selatan, Nigeria, dan Yunani. Kalau Prancis lolos menjadi juara grup, rasanya di atas kertas, peluang tim yang menjadi juara dunia di tahun 1998 tersebut untuk maju ke perempat final cukup besar.

Nah setelah, banyak pengamat sepakbola meragukan kemampuan Prancis untuk bisa maju ke semifinal ataupun menjadi juara.

Menurut Sebastian Vincent, pemain nasional bulutangkis Prancis, melihat penampilan tim Prancis dalam beberapa tahun terakhir, banyak pihak menduga Prancis tidak akan tampil mengesankan di Afrika Selatan.

Bahkan sebuah supermarket besar di Prancis akan memberikan belanja gratis bila Prancis menjadi juara dunia. Ini bukan sebagai tanda dukungan tetapi sebagai ejekan bahwa Prancis tidak akan bisa mengulangi prestasi mereka di tahun 1998 tersebut.

Henry dan Ribery

Henry (kiri) dan Ribery andalan Prancis di Afrika Selatan

Prancis lolos ke Piala Dunia dengan melewati babak play off, dengan mengalahkan Republik Irlandia, dimana terjadi insiden kontroversial, ketika kapten Prancis Thierry Henry menggunakan tangan guna mengontrol bola, sebelum memberi umpan dimana akhirnya Wiliam Gallas mencetak gol kemenangan bagi Prancis.

"Tim Prancis sekarang tidak begitu kuat. Manajernya Raymond Domenech juga dianggap aneh dengan beberapa keputusannya." kata Vincent.

Salah satu keputusan Domenech paling akhir adalah tidak memanggil mantan kapten Patrick Vieira, yang dalam beberapa bulan terakhir tampil cukup baik bagi klubnya di Inggris Manchester City.

Vieira adalah pemain Prancis terakhir yang bermain di final Piala Dunia 1998. Kapten Thierry Henry juga masuk ke dalam tim ketika itu, namun dia tidak bermain di final.

"Henry juga sekarang lebih banyak duduk di bangku cadangan di Barcelona. Jadi orang-orang di Prancis tidak mengganggap dia masih bisa diandalkan." kata Vincent.

Bintang dari Liga Inggris

Bila Henry sudah menurun, dan Vieira tidak lagi dipanggil, siapa yang akan diandalkan oleh Prancis.

Mereka masih memiliki beberapa pemain yang sekarang ini merumput di Liga Utama Inggris, walau beberapa pemain memiliki posisi yang sama, seperti Patrice Evra (Manchester United), dan Gael Clichy (Arsenal) yang sama-sama bermain sebagai bek kiri.

Gourcuff bagus sekali mainnya. Dia mengingatkan orang dengan gaya permainan Zidane, walau belum seperti Zidane tapi dia sudah bagus

Sebastian Vincent

Pemain lain adalah Bacary Sagna, William Gallas, Abou Diaby di Arsenal, dan duet Florent Malouda, dan Nicolas Anelka di Chelsea.

Malouda yang tampil mengesankan di Chelsea dalam beberapa bulan terakhir, dan membantu klub tersebut menjuarai Liga Utama dan Piala FA, akan menjadi andalan, dan diharapkan untuk meneruskan penampilannya di Afrika Selatan.

Menurut Sebastian Vincent, pemain bulutangkis nasional Prancis, yang juga mengamati perkembangan sepakbola negerinya, di lapangan tengah dia menyukai penampilan pemain Bordeaux, Yoann Gourcuff.

"Gourcuff bagus sekali mainnya. Dia mengingatkan orang dengan gaya permainan Zidane, walau belum seperti Zidane tapi dia sudah bagus," kata Vincent.

Di lapangan tengah ini, Prancis juga masih memiliki Franck Ribery yang sedang bermain di klub Jerman Bayern Munchen.

"Ada pemain lain yang mungkin belum banyak dikenal oleh publik sepakbola Inggris yaitu Mathieu Valbuena (Olympique Marseille). Dia masih muda dan bagus." tambah Vincent.

Valbuena adalah satu dari dua pemain yang baru pertama kalinya dipanggil ke dalam tim nasional. Dia membantu Marseille menjadi juara Liga 1 Prancis musim ini.

Pemain lain adalah Marc Planus, pemain belakang Bordeaux.

Bagi tim Prancis, tantangan terbesar mereka barangkali adalah di perempat final dengan lawan kemungkinan adalah Inggris atau Jerman. Bila mereka tampil baik di babak penyisihan, saya merasa peluang mereka untuk maju ke semifinal ataupun mengulangi final empat tahun lalu tetap terbuka.

Manajer Raymond Domenech sudah pasti akan diganti oleh Laurent Blanc, setelah Piala Dunia berakhir apapun hasilnya. Bukan tidak mungkin para pemain Prancis lebih termotivasi untuk memberi hadiah terbesar kepada Domenech, sebelum dia pensiun, menjadi juara Piala Dunia.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.