Terbaru  15 Juni 2010 - 21:50 GMT

Italia: usia vs pengalaman

Italia Paraguay

Cannavaro melihat para pemain Paraguay merayakan gol di Piala Dunia

Kendaraan yang membawa tim Italia dengan terburu-buru meninggalkan Cape Town setelah pertandingan melawan Paraguay yang berakhir imbang 1-1.

Tidak mengherankan tim pimpinan Marcello Lippi ini sangat ingin meninggalkan stadion dan melupakan pertandingan itu karena di lapangan mereka tampak begitu lamban.

Prestasi tim ini tidaklah buruk, mereka berhasil mengumpulkan satu poin dalam pertandingan di bawah curah hujan deras dan mereka tidak dipermalukan dengan kekalahan dan bisa lolos ke babak 16 besar tanpa kesulitan besar, tetapi juara bertahan ini tidak memulai turnamen akbar dengan penampilan yang bisa membuktikan banyak pihak yang meragukan tim ini salah.

Dan pihak itu jumlahnya cukup besar di Italia sendiri.

Barisan belakang

Banyak pihak mengatakan pers Inggris cenderung kejam dalam mengkritik tim nasionalnya, tapi media Italia juga sama kejamnya.

Meski Marcello Lippi membawa Italia merebut Piala Dunia empat tahun lalu, media Italia sudah meramalkan timnya kali ini tidak akan berhasil dan memandang (sebagian pemain) sudah melewati masa kejayaan mereka, (seluruh tim) bukan tim yang bagus dan (Lippi sendiri) sudah kehabisan ide baru.

Media Italia yang hadir di Afrika Selatan juga mengemukakan rasa tidak puas atas penampilan tim negara itu. Bahkan satu orang wartawan tidak bisa menguraikan pendapatnya atas penampilan pahlawan tim juara dunia 2006, Fabio Cannavaro -yang jelas kelihatan sudah kehilangan pamor saat membiarkan Antolin Alcarez meloncat untuk menyundul bola masuk ke gawang.

Italia v Paraguay

Italia bisa mencetak gol karena kesalahan pemain Paraguay

Selain masalah barisan pertahanan yang lemah, satu aspek yang hilang dari tim Italia kali ini adalah kreativitas.

Ketika Andrea Pirlo masih mengalami cedera kaki, hanya Simone Pepe yang tampaknya bisa meciptakan daya dobrak dan keahlian mengolah bola pada tim hanya memiliki satu bentuk serangan - serangan tumpul.

Sepanjang permainan, hingga di menit-menit terakhir saat Paraguay sudah kehabisan napas, kesempatan menciptakan gol bagi Italia muncul dari tendangan bebas dan itu pun hanya berbuah hasil ketika Justo Villar melakukan kesalahan besar.

Strategi Lippi untuk menggantungkan diri pada pemain veteran yang membawa kemenangan di Jerman 2006 (lima anggota tim yang mengalahkan Prancis di final saat itu, diturunkan sejak pertandingan dimulai di Afrika Selatan, dan empat pemain tim Piala Dunia 2006 lain masuk dalam tim Piala Dunia 2010) merupakan keputusan salah, meski dia menyatakan "sangat puas dengan penampilan timnya".

Tetapi Italia bukan satu-satunya tim yang kesulitan di pertandingan pertama Piala Dunia Afrika Selatan -hanya Jerman yang tampil meyakinkan- dan sejarah final Piala Dunia memperlihatkan bahwa Italia adalah negara yang penampilan di awal seringkali tidak berhubungan dengan hasil akhir.

Pemain berpengalaman

Akan tetapi, pendukung Italia dilaporkan sudah kehilangan kepercayaan pada Lippi.

Mantan pemain sepakbola Belanda, Clarence Seedorf yang menghabiskan waktu 15 tahun bermain untuk Sampdoria dan Milan serta mengenal hampir sebagian besar pemain tim nasional Italia, mengatakan rasa pesimisme para pendukung Italia memang satu sikap biasa.

Italy v Paraguay

Cannavaro tampak sudah melewati masa kejayaan

"Pendukung sepakbola Italia jarang mengatakan mereka akan memenangkan satu kejuaraan karena mereka sangat percaya tahayul -mereka hampir dipastikan berharap timnya tampil prima, meski mereka mengatakan yang sebaliknya!"

Seedorf juga menampik pandangan bahwa terlalu banyak pemain tua di tim Lippi.

"Usia bukan satu faktor," ujar Seedorf. "Penampilan yang paling penting. Jika Lippi memiliki pemain muda yang lebih prima, dia pasti akan memilihnya. Ini adalah pemain terbaik di Italia.

"Saya sering mendengar bahwa ketika pemain berusia di atas 30 tahun mereka sudah melewati masa kejayaannya, itu tidak benar. Secara umum, manusia sekarang meninggal 10 tahun lebih tua, karena makanan, pengobatan dan sains yang lebih baik. Hal itu sama dalam olahraga. Jika 32 tahun dianggap terlalu tua untuk pemain sepak bola pada tahun 1980-an, sekarang bermain di turnamen kelas dunia di usia 35 tahun adalah satu hal yang normal.

"Saya melihat tim Italia dan saya melihat pemain berusia tua yang mungkin secara fisik tidak sama seperti ketika mereka muda, tetapi mereka memiliki mental dan pengalaman. Satu tim harus terdiri dari campuran pemain tua dan muda agar bisa berprestasi bagus. Dan menurut saya campuran itu tercermin di tim Italia.

"Mereka memang tidak bermain bagus melawan Paraguay tetapi saya memperkirakan mereka akan mulai membaik karena mereka biasanya menyimpan penampilan terbaik untuk pertandingan penting."

Kini Italia harus memenangkan pertandingan melawan Selandia Baru di Grup F untuk bisa lolos ke 16 besar.

Di babak inilah nasib Italia lebih tidak jelas -terutama jika harus bertemu dengan juara Eropa, Spanyol, di babak perempat final.

STATISTIK ITALIA

Untuk melihat skor langsung dan klasemen fungsikan javascript

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.