Terbaru  28 Juni 2010 - 17:07 GMT

Belanda singkirkan Slowakia, 2-1

PERTANDINGAN

Wesley Sneijder

Arjen Robben dan Wesley Sneijder membawa Belanda ke perempat final Piala Dunia, setelah menang mudah 2-1 atas Slowakia di babak kedua hari Senin.

Pemain sayap Robben, yang turun pertama kalinya di Afrika Selatan dari awal pertandingan mencetak gol pertama dengan tendangan kencang dari luar kotak penalti, setelah mendapatkan umpan panjang dari belakang oleh Sneijder.

Slowakia yang minggu lalu mengandaskan juara bertahan Italia, 3-1, mendapatkan tendangan penalti di akhir pertandingan dengan Robert Vittek sukses mengeksekusi tendangan tersebut.

"Ini hari yang bagus apalagi ini pertandingan di Piala Dunia. Kami tidak tampil sangat menawan, namun yang paling penting adalah kami maju ke perempat final." kata Robben.

"Yang paling penting bagi saya adalah memainkan pertandingan pertama. Ini baru tiga minggu setelah saya sembuh dari cedera. Tidak cukup banyak waktu untuk persiapan. Hari ini saya merasa enak, mungkin tidak 100 persen tapi saya merasa nyaman." tambah pemain sayap Bayern Munchen tersebut.

Kemenangan di Stadion Moses Mabhida ini mengantarkan Belanda untuk menghadapi pemenang pertandingan antara Brasil melawan Cile.

"Saya kira kami harus tampil lebih baik lagi di perempat final. Kami harus lebih baik dibandingkan hari ini," kata Robben, yang tidak diturunkan sama sekali di dua pertandingan awal di grup.

Selama 71 menit di lapangan, Robben menjadi tumpuan serangan Belanda, di saat para pemain lain tidak berhasil menciptakan banyak peluang.

Namun penampilan Belanda, walau tidak mengesankan, sudah cukup membuatnya mereka menang di babak penyisihan.

Gol pertama Robben terjadi setelah Sneijder mengirimkan umpan panjang. Di sisi kiri pertahanan Slowakia, Robben menguasai bola, dan melewati dua pemain belakang, sebelum melepaskan tembakan keras dengan kaki kirinya untuk masuk ke sudut gawang Jan Mucha.

Slowakia baru mendapatkan peluang bagus di babak kedua, namun tendangan Miroslav Stoch dan Robert Vittek masih bisa dihalau kiper Maarten Stekelenburg.

Ketika pertandingan sepertinya akan berakhir 1-0, Belanda mencetak gol di menit 84 ketika Dirk Kuyt berhasil mengelabui kiper Mucha yang keluar dari gawang, sebelum mengirimkan umpan silang ke kotak penalti bagi Sneijder.

Di menit 94, Slowakia mendapatkan tendangan penalti ketika Stekelenburg menjatuhkan Martin Jakubko, dan Vittek menyarang bola dengan mudah.

MENIT KE MENIT

Arjen Robben

Sepanjang pertandingan Belanda lawan Slowakia berlangsung, anda bisa memberikan komentar ke SMS BBC Indonesia +447786200050. Jangan lupa operator telepon anda akan mengenakan biaya untuk pengiriman SMS.

Pemain sayap Belanda, Arjen Robben turun pertama kalinya sejak awal di Piala Dunia, menggantikan Rafael van der Vaart yang menderita cedera, di saat timnya bertanding melawan Slowakia, di babak kedua di Stadion Moses Mabhida.

Robben diturunkan Kamis lalu sebagai pemain cadangan melawan Kamerun, dan bermain di sayap kanan, dengan Dirk Kuyt pindah ke sayap kiri.

Gregory van der Wiel juga diturunkan di bek kanan, setelah diganti oleh Khalid Boulahrouz dalam pertandingan melawan Kamerun, untuk menghindar dari kartu kuning kedua.

Pelatih Slowakia Vladimir Weiss membuat satu perubahan, dari tim yang mengalahkan Italia 3-2 minggu lalu, dengan menurunkan putranya yang memiliki nama yang sama, menggantikan Zdeno Strba, yang terkena larangan satu kali tidak boleh bertanding.

Ini adalah untuk kedua kalinya tim Oranye ini main di Durban.

Sebagian besar penonton tampaknya adalah pendukung tim Belanda, kalau melihat warna oranye di dalam stadion.

Belanda sangat difavoritkan untuk menang, tetapi Slowakia yang mengejutkan Italia, mestinya bermain tanpa beban.

Pemain berpengalaman dari Slowakia adalah Martin Skirtle yang bermain untuk Liverpool, dan kapten Hamsik, yang bermain untuk klub Italia Napoli.

Mantan bintang Belanda Clarence Seedorf mengatakan pertahanan Slowakia cukup bagus, dan juga dalam menyerang, tetapi Belanda akan menang bila para pemain depan bermain cantik.

MENIT 2:

Slowakia pertama kali mendapatkan peluang ketika Vlad Weiss memberikan umpa kepada Erik Jendrisek di depan kotak penalti Belanda. Namun tendangan Jendrisek melambung tinggi di atas mistar gawang.

MENIT 4:

Penguasaan bola Belanda lebih baik dibandingkan Slowakia. Wesley Sneijder dan Arjen Robben beberapa kali menguasai bola namun belum bisa menembus pertahanan Slowakia.

MENIT 17: Belanda 1-0.

Gol Belanda dicetak oleh Arjen Robben. Setelah mendapatkan umpan dari kiper, Robben mengejar bola, dan dari luar kotak penalti melepaskan tembakan dari luar kotak penalti dengan kaki kiri menyusur tanah.

Pertandingan sebenarnya berlangsung imbang, sampai gol pertama terjadi. Namun dengan pemain-pemain seperti Wesley Sneijder, Arjen Robben, dan Robin van Persie, dan Dirk Kuyt, kepercayaan diri yang ditunjukkkan pemain Belanda memang lebih besar.

MENIT 20:

Pat Nevin, komentator BBC mengatakan bahwa penting sekali bagi Slowakia untuk mencetak gol sebelum turun minum.

MENIT 25:

Slowakia berusaha menyerang, bahkan ketika gol Belanda belum terjadi. Namun dalam waktu bersamaan, mereka takut dengan serangan balik Belanda.

MENIT 30:

Arjen Robben mendapatkan kartu kuning, setelah Robben menahan bola dengan tangan. Wasit asal Spanyol Undiano dengan cepat mengeluarkan kartu.

Komentator BBC mengkritik pemberian kartu tersebut, karena ini terjadi jauh dari kotak penalti, dan Robben tampak berusaha agar tangannya tidak mengenai bola.

MENIT 37:

Data statistik menunjukkan bahwa gol dari Arjen Robben merupakan gol ketujuh yang dicetak oleh pemain Bayern Munchen di Piala Dunia kali ini, lebih banyak dibandingkan klub-klub lain.

Pertandingan babak pertama berakhir.

SMS : Belanda unggul tapi tidak menunjukkan total football yang jadi ciri khas oranye.

Pendapat SMS dari pendengar di Indonesia ini persis dengan ulasan yang dikatakan oleh para komentator BBC seperti Alan Shearer, Clarence Seedorf dan Lee Dixon di televisi BBC di Inggris yang dipandu oleh Gary Lineker.

Komentator BBC Pat Nevin mengatakan Belanda baru bermain dengan "gigi tiga" saja sejauh ini melawan Slowakia.

BABAK KEDUA:

MENIT 67:

Sejauh ini kiper Belanda Maarten Stekelenburg tidak banyak bekerja, sampai di menit 67 ketika dia menghadang tendangan keras Robert Vittek. Vittek yang sudah mencetak tiga gol selama Piala Dunia ini mendapat umpan dari Miroslav Stoch namun tendangan keras Vittek ditahan oleh Stekelenburg.

MENIT 72:

Giliran pemain Belanda Dirk Kuyt yang mendapatkan peluang sama seperti Vittek. Tendangan Kuyt dari luar kotak penalti dengan kaki kanannya berhasil dihalau kiper Slowakia, Mucha.

MENIT 75:

Pemain Belanda Robin van Persie diganti oleh Eljero Elia. van Persie diganti mungkin karena dia sudah mendapatkan kartu kuning. Jadi dia disimpan, dengan kemungkinan Belanda akan menghadapi Brasil di perempat final.

MENIT 80:

Melihat penampilan Belanda melawan Slowakia, apakah mereka memiliki kualitas untuk menjadi juara?

Pengulas BBC Pat Nevin, bekas pemain Skotlandia mengatakan bahwa Belanda mungkin memiliki peluang tetapi melihat tim-tim lain seperti Argentina atau Brasil, Belanda belum menunjukkan permainan setara dengan kekuatan dua raksasa Amerika Latin tersebut.

MENIT 84: Belanda -Slowakia 2-0

Wesley Sneijder mencetak gol kedua Belanda, setelah mendapatkan umpan dari Dirk Kuyt. Kerja keras sebelumnya dilakukan oleh Kuyt, setelah penjaga gawang Slowakia meninggalkan gawang, dan Kuyt mengirim umpan silang ke depan gawang disambut dengan tendangan keras oleh Sneijder.

MENIT 94:

Belanda-Slowakia 2-1

Slowakia mendapatkan tendangan penalti. Robert Vittek mengeksekusi tendangan penalti setelah salah seorang pemain Slowakia dijatuhkan oleh kiper Belanda di kotak penalti.

Ini adalah aksi terakhir dari lapangan pertandingan.

Belanda sekarang menunggu pemenang pertandingan antara Brasil melawan Cile.

PREVIEW

Meski belum menampilkan permainan indah, tim Oranye Belanda memastikan lolos ke baak 16 besar dengan tiga kemenangan di babak penyisihan grup.

Nampaknya, pilihan pelatih Bert van Marwijk untuk memprioritaskan hasil ketimbang penampilan di Piala Dunia 2010 ini untuk sementara berbuah hasil bagus.

Dengan tiga kemenangan di babak penyisihan, maka Wesley Sneijder dkk membukukan rekor 22 kali tak terkalahkan dalam pertandingan internasional.

Rekor fantastis itu tentunya tak salah jika runner up Piala Dunia 1974 dan 1978 itu lebih diunggulkan lolos ke perempat final ketimbang sang lawan Slowakia.

Namun, Bert van Marwijk tak akan memandang remeh Slowakia meski negeri berpenduduk sekitar 2 juta orang itu merupakan debutan di ajang Piala Dunia.

Pasukan Vladimir Weiss itu telah membuktikan kualitas mereka salah satunya adalah mengalahkan juara bertahan Italia dengan 3-2.

Sehingga layaklah jika Slowakia kini menyandang gelar pembunuh raksasa. Dan apakah Slowakia akan membunuh raksasa lainnya yaitu total football Belanda?

Belanda waspada

Slowakia adalah tim yang solid dan kuat.

Bert van Marwijk

Pelatih Belanda Bert van Marwijk telah mewanti-wanti anak-anak asuhannya agar mewaspadai Slowakia yang tak 'berbintang' itu.

Perpaduan kolektivitas dan semangat Marek Hamsik dkk telah terbukti mampu mengalahkan kebintangan dan skill Italia yang di atas kertas jauh di atas mereka.

Sehingga, Van Marwijk dipastikan akan menurunkan pemain-pemain terbaiknya meski tampaknya Arjen Robben belum akan dimainkan sejak menit pertama, meski dia tampil memukau saat Belanda membekap Kamerun 2-1.

Meski terus menang di babak penyisihan grup, salah satu kelemahan Oranye adalah kerap terlena dengan keunggulan sehingga lini pertahanan kerap kehilangan konsentrasi.

Dalam pertandingan kontra Kamerun, setelah unggul 1-0, pemain-pemain Belanda tampak terlalu santai sehingga Kamerun sempat menyamakan kedudukan.

"Setelah pertandingan lawan Kamerun, saya berbicara pada para pemain soal kehilangan konsentrasi saat posisi kami unggul. Saya tidak ingin situasi itu terjadi lagi," kata Van Marwijk.

Sang kapten Giovanni van Bronckhorst membenarkan kekhawatiran pelatihnya itu. Pemain berdarah Maluku itu mengakui Belanda bermain buruk saat menghadapi Kamerun.

"Babak kedua melawan Kamerun, kami bermain buruk. Jika kami bermain seperti itu lagi maka kami dipastikan akan tersisih," kata van Bronckhorst.

Sehingga, Van Marwijk menekankan agar para pemainnya tidak kehilangan konsentrasi meski yang menjadi lawan mereka Slowakia, di atas kertas mudah ditundukkan.

"Saya mengharapkan para pemain memiliki motivasi tinggi, masih ada ruang untuk perkembangan permainan," kata Van Marwijk.

"Slowakia adalah tim yang solid dan kuat. Mereka tidak memiliki bintang, meski ada beberapa pemain yang merumput di Liga Belanda. Intinya mereka adalah tim yang sulit untuk diatasi," tandas Van Marwijk.

Siap bunuh raksasa lagi

Kami sudah menunjukkan bahwa kami mampu menghadapi tim-tim yang kuat.

Vladimir Weiss

Sementara itu, optimisme juga menyeruak di kubu Slowakia. Setelah menaklukkan Italia, rasa percaya diri Marek Hamsik dkk meningkat menjelang laga kontra Belanda di Stadion Moses Mabhida, Durban.

"Kami sudah menunjukkan bahwa kami mampu menghadapi tim-tim kuat. Kami tentu saja memperjuangkan sesuatu yang sensasional bagi negeri kami," kata pelatih Slowakia Vladimir Weiss.

"Jika kami ingin bermain bagus melawan Belanda, kami harus mengulangi penampilan kami saat melawan Italia yang sangat kami hormati," tambah Weiss.

Weiss menolak jika lolosnya Slowakia ke babak 16 besar merupakan sebuah keajaiban.

"Saya tak melihat sebuah keajaiban. Saat menghadapi Selandia Baru, penampilan kami buruk. Namun sesudah itu, para pemain menunjukkan mental luar biasa dan bermain bagus," tambah dia.

Wajar saja jika Weiss optimistis. Selain penampilan luar biasa kala menghadapi Italia, Slowakia kini memiliki penyerang subur Robert Vittek yang sudah mencetak tiga gol.

"Saya sangat gembira bisa menjadi pencetak gol terbanyak bersama beberapa pemain hebat lainnya setelah saya menerima banyak kritik. Tapi saya hanya memikirkan yang terbaik untuk Slowakia," kata Vittek yang bermain di klub Turki Ankaragucu itu.

Bermain di Piala Dunia, lanjut Vittek, apalagi di babak 16 besar dan menghadapi tim sekelas Belanda merupakan impian para pemain Slowakia. Dan Vittek yakin dia dan rekan-rekannya bisa mengulangi permainan kala seperti saat mengalahkan Italia.

"Permainan Belanda berbeda dengan Italia. Namun, tekanan akan jauh lebih besar untuk Belanda. Mereka datang untuk menang, sementara tak seorangpun menduga kami bisa sejauh ini," tandas Vittek.

Prakiraan pemain:

Belanda : 1-Stekelenburg, 3-Heitinga, 4-Mathijsen, 2-Van der Wiel, 5-Van Bronckhorst, 6-Van Bommel, 8-De Jong, 7-Kuyt, 10-Sneijder, 23-Van Der Vaart, 9-Van Persie.

Slowakia: 1-Mucha, 16-Durica, 3-Skrtel, 2-Pekarik, 5-Zabavnik, 17-Hamsik, 10-Stoch, 19-Kucka, 10-Kopunek, 11-Vittek, 18-Jendrisek

STATISTIK

Untuk melihat skor langsung dan klasemen fungsikan javascript

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.