UEFA minta bukti dugaan korupsi

Tuan rumah bersama Ukraina, Polandia
Image caption Ukraina, Polandia akan menjadi tuan rumah bersama Piala Eropa 2012

Badan sepak bola Eropa, UEFA meminta bukti atas klaim adanya korupsi terkait proses penetapan tuan rumah kepada Ukraina dan Polandia untuk Piala Eropa 2012.

Seorang pejabat sepak bola dari Siprus mengeluarkan tuduhan itu dalam surat kabar Jerman.

Spyros Marangos mengatakan ada kecurangan dalam pemungutan suara sehingga Ukraina dan Polandia dipilih menjadi tuan rumah bersama Piala Eropa.

Delapan dari 12 eksekutif UEFA memilih dua negara Eropa timur itu bulan April 2007, diantara negara lain yang mengajukan diri termasuk Italia dan Hungaria, Croatia.

Menurut surat kabar Jerman, Suddeutsche Zeitung, para pejabat disuap.

Penyelidikan FIFA

Surat kabar itu melaporkan kepala Asosiasi Sepak Bola Siprus, Spyros Marangos, memiliki bukti bahwa lima anggota UEFA mendapatkan 11 juta euro sebagai imbalan suara mereka.

UEFA mengatakan klaim itu tidak berdasar dan mereka meminta bukti tuduhan itu paling lambat hari Rabu.

Berita ini muncul di tengah langkah FIFA untuk menyelidiki dugaan korupsi menjelang pemungutan suara untuk tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Dua anggota senior organisasi itu diberhentikan sementara setelah muncul pemberitaan di satu surat kabar Inggris.

Amos Adamu dan Reynald Temarri menyanggah bahwa melakukan kesalahan.

FIFA juga menyelidiki berita dari surat kabar yang sama bahwa dua calon setuju untuk menjual suara mereka.

Mantan sekretaris jendral FIFA, Michel Zen-Ruffinen, mengatakan Spanyol, Portugal dan Qatar, yang mengajukan diri sebagai tuan rumah turnamen lain, meraih kesepakatan untuk saling memberi tujuh suara dari komisi eksekutif yang terdiri dari 24 orang.

Berita terkait