Terbaru  21 Desember 2010 - 20:22 GMT

FIFPro dukung Qatar 2022 musim dingin

Lionel Messi main di Qatar pada bulan November

Lionel Messi main di Qatar pada bulan November yang agak dingin

Persatuan pesepakbola dunia, FIFPro, berpendapat Piala Dunia 2022 di Qatar harus dilaksanakan pada musim dingin, bukan musim panas.

Dengan suhu udara Teluk bisa mencapai 50 derajat C FIFPro mengatakan pihaknya senang FIFA membuka diri terhadap pengalihan waktu turnamen untuk mengatasi masalah suhu panas.

Ketua badan sepak bola dunia, Sepp Blater, mendukung kemungkinan turnamen di Qatar dipindahkan ke bulan Januari 2022.

Dan dalam satu pernyataan, FIFPro mengatakan mereka "tidak melihat masalah besar dalam hal itu".

Dalam pemungutan suara komite eksekutif FIFA pada tanggal 2 Desember, Qatar mengalahkan Asutralia, Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia yang biasanya dilaksanakan Juni dan Juli.

Tetapi sekretaris komite teknis FIFPro, Tijs Tummers, mempertanyakan keputusan untuk menganugerahkan tuan rumah itu kepada Qatar dengan asumsi penyelenggaraannya pada musim panas.

"Tidak masuk akal karena di negara itu mencapai suhu 41 C di bulan Juni dan Juli, dengan temperatur tengah hari sampai 50 C dan dengan kelembaban yang sangat tinggi," kata Tummers.

"Para pelancung saja dianjurkan untuk tidak pergi ke Qatar di bulan-bulan musim panas dan penduduknya sendiri berbodnong-bondong keluar dari negara itu pada musim panas.

"Jadi, dari segi suasana pesta Piala Dunia pun tidak akan terlihat di musim panas," katanya.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.