Komite Normalisasi PSSI gelar rapat perdana

Agum Gumelar Hak atas foto b
Image caption Ada dua pilihan, bubarkan LPI atau gabungkan kedalam PSSI

Rapat pertama komite normalisasi PSSI yang dipimpin langsung oleh ketuanya, Agum Gumelar tadi sore (6/4) berlangsung di kantor PSSI di Senayan Jakarta.

Wartawan BBC Heyder Affan yang menghadiri konferensi pers seusai rapat mengatakan pertemuan itu membahas tiga hal utama.

Pertama adalah membahas kapan kongres memilih pengurus PSSI yang baru akan digelar. Kedua, bagaimana caranya komite ini akan memasukkan LPI (Liga Primer Indonesia) yang selama ini ditolak oleh PSSI untuk bisa masuk dalam kalendar kompetisi PSSI.

Persoalan LPI menjadi sorotan utama para wartawan selama konferensi pers.

"Agum Gumelar mengatakan hanya ada dua pilihan soal LPI, dibubarkan atau digabungkan dalam struktur PSSI," kata Affan mengutip pernyataan Agum Gumelar menjawab pertanyaan para wartawan.

Agum Gumelar mengatakan pihaknya akan secara intensif melakukan pembicaraan dengan LPI dan Badan Liga Indonesia yang selama ini menolak mengakui LPI.

Selanjutnya, kata wartawan BBC, Agum Gumelar menekankan bahwa pihaknya akan melakukan rekonsiliasi antara dua pihak yang bertikai.

Kongres PSSI 20 Mei

Dipimpin langsung oleh Agum Gumelar, rapat ini dihadiri tujuh orang Komite Normalisasi yang ditunjuk oleh FIFA.

Pertemuan ini digelar di Kantor PSSI di Komplek Senayan, yang telah dijadikan tempat kerja komite tersebut.

Liga Primer Indonesia adalah kompetisi liga yang digelar oleh swasta, sebagai tandingan kompetisi yang digelar PSSI.

FIFA sejak awal meminta agar masalah dualisme kompetisi ini diselesaikan.

Dan persoalan penting lain yang dibahas oleh Komite Normalisasi adalah mekanisme dan waktu penyelenggaraan Kongres PSSI, yang akan memilih ketua umum serta pengurusnya.

Persoalan teknis persiapan kongres terus dibicarakan, namun rapat memutuskan Kongres digelar tanggal 20 Mei nanti, kata anggota Komite Normalisasi Joko Driyono.

Agum Gumelar juga menekankan bahwa mereka akan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang selama ini bertentangan - mulai 'Kelompok 78 pemilik hak suara' yang sejak awal menolak PSSI pimpinan Nurdin Halid, penyelenggara LPI, serta Badan Liga Indonesia yang menggelar kompetisi liga utama PSSI selama ini.

Komite Normalisasi dibentuk berdasarkan keputusan FIFA untuk menggantikan tugas PSSI, dengan tanggungjawab menggelar kongres serta menyelesaikan dualisme kompetisi sepakbola profesional Indonesia.

Berita terkait