Usmanov menolak menjual saham Arsenal

Alisher Usmanov Hak atas foto Getty
Image caption Usmanov berkeras mempertahankan saham Arsenal miliknya

Miliader Rusia Alisher Usmanov mengatakan tidak akan menjual saham Arsenal miliknya setelah Stan Kroenke memperbesar kepemilikan sahamnya sehingga dia wajib mengajukan diri menjadi pemilik tunggal klub itu.

Awal minggu ini Kroenke menambah jumlah saham klub itu menjadi hampir 63% sehingga dia wajib mengajukan tawaran membeli saham yang tersisa.

Namun Usmanov, yang memiliki 27% perusahaan induk Arsenal, mengatakan kepada Bloomberg: "Saya tidak berniat menjual saham saya.

"Saya cinta Arsenal, itu sebabnya saya menjadi pemegang saham."

Seorang juru bicara Yayasan Pendukung Arsenal, AST, menyambut baik keputusan Usmanov ini.

"AST menyambut komitmen Red and White Holdings [perusahaan investasi milik Usmanov] terhadap Arsenal dan menghimbau seluruh pemegang saham untuk bekerja sama," ujar pernyataan tertulis AST.

"Prioritas utama mereka yang pertama adalah membuat Arsenal menjadi klub sepakbola yang sukses, kedua tidak membebani klub dengan hutang atau mengambil dividen dan biaya manajemen dari klub serta membantu pendukung untuk terlibat langsung dalam kepemilikan saham klub."

Kroenke menjadi pemegang saham mayoritas Arsenal setelah dia sepakat membeli saham milik Danny Fiszaman, sebesar 16,1%, dan Lady Nina Bracewell-Semit, 15,9%, dengan total biaya sekitar £234 juta.

Dengan demikian Kroenke kini memiliki 62,89%. Akibat jumlah sahamnya melebihi 30%, Kroenke wajib mengajukan tawaran membeli saham yang tersisa dengan harga £11.750 per saham dan membuat nilai klub ini mencapai £731 juta.

Usmanov membeli saham Arsenal pada bulan Agustus 2007 setelah membeli 14,65% saham milik mantan wakil direktur Arsenal David Dein.

Pada bulan Desember 2009, jumlah saham milik Usmanov meningkat menjadi 26%.

Kroenke, yang juga pemilik klub NBA Denver Nuggets, tim hoki Colorado Avalanche, tim sepakbola Amerika St Louis Rams serta klub sepakbola Colorado Rapids, mulai membeli saham Arsenal tahun 2007 dan kemudian menambah jumlah sahamnya secara bertahap.