Scholes anggap Manchester City bukan saingan utama

Paul Scholes Hak atas foto Getty
Image caption Scholes mengakui pertandingan dengan City sebagai pertandingan besar.

Pemain tengah Manchester United, Paul Scholes, yakin bahwa Manchester City yang akan mereka hadapi di semi final Piala FA bukan saingan utama mereka.

"Kalau mereka berada di peringkat empat atau lima (di Liga Primer), saya kira mereka tidak bisa disebut sebagai saingan utama."

"Saingan utama kami jelas Arsenal dan Chelsea. Saya kira City adalah menjadi saingan karena tempat mereka (secara geografis) dan Liverpool juga sama seperti itu."

United dan City yang bermarkas di kota Manchester akan berlaga di di stadion Wembley, London, Sabtu 16 April.

Jika Manchester United masih memiliki peluang untuk meraih tiga piala dalam musim ini - yaitu Piala FA, juara Liga Primer, dan Liga Champions- sementara satu-satunya peluang City tinggal Piala FA.

Dan City harus menghadapi United tanpa diperkuat oleh kapten mereka, Carlos Tevez, yang menderita cedera dengan kemungkinan istirahat hingga akhir musim.

Sementara United tidak bisa menurunkan Wayne Rooney yang masih kena sanksi karena mengeluarkan makian di depan kamera.

Catatan United lebih unggul

Bagaimanapun pertandingan antara United dan City diperkirakan berlangsung sengit karena City tentu ingin mempertahankan satu-satunya peluang piala bagi mereka tahun ini.

Ketatnya pertarungan itu juga diakui oleh Scholes.

"Ini semi final Piala FA di Wembley, itu besar, akan ada 30.000 pendukung dari masing-masing klub. Ini merupakan pertandingan terbesar kami dengan City saat ini. Siapapun yang kalah akan ambruk," tutur Scholes.

"Saya ingat kalah 1-5 tahun 1989 dan Andy Hinchcliffe yang mencetak gol Itu menyakitkan. Saya juga masih ingat bertanding ke Maine Road (stadion lama Manchester City) dan kalah 3-1. Anda tidak suka kalah lawan siapapun, namun kalah dari City? Itu buruk."

Dalam 10 pertandingan terakhir antara keduanya, City hanya mencatat kemenangan dua kali saja.

United jelas ingin mengulang kembali prestasi mereka pada tahun 1999, ketika mereka juga meraih tiga piala dalam satu musim.

Berita terkait