FIFA bentuk badan antikorupsi

Terbaru  10 Mei 2011 - 17:21 WIB
blatter

Sepp Blatter ingin membersihkan korupsi demi integritas persepakbolaan dunia

FIFA akan menyediakan dana £17,5 juta dan bekerja sama dengan Interpol untuk menanggulangi perjudian gelap dan pengaturan skor pertandingan.

Dana sebesar itu akan digunakan untuk membiayai program antikorupsi selama 10 tahun dan mendidik pemain, wasit serta ofisial.

Presiden FIFA Sepp Blater mengatakan program ini merupakan jawaban atas merebaknya pengaturan skor pertandingan di Italia dan kegiatan sindikasi perjudian Asia.

''Ancaman pengaturan skor adalah persoalan paling besar dan kami berusaha sekuat tenaga untuk mengatasinya,'' tambahnya.

''Dalam memerangi perjudian gelap dan pengaturan skor, kebijakan pencegahan dan perlindungan terhadap pemain serta integritas sepakbola merupakan hal yang paling penting.''

''Kerjasama dengan pihak berwenang dan interpol sangat penting untuk meraih kesuksesan, dan untuk alasan ini kami sangat gembira dengan kontribusi yang akan kami berikan ini.''

Pusat Pelatihan

Uang itu akan digunakan untuk mendirikan pusat pelatihan antikorupsi FIFA yang menjadi bagian dari kantor pusat Interpol di Singapura.

Dalam pengamatan FIFA, bandar-bandar judi dengan koneksi ke Singapura belum lama ini mengorganisir pertandingan internasional dengan tujuan murni untuk perjudian gelap, dengan Interpol memperkirakan perjudian itu bernilai hingga ratusan juta poundsterling di Asia saja.

"FIFA telah mengambil langkah maju untuk menjamin integritas sepakbola"

Ronald Noble

Sekjen Interpol Ronald Noble mengatakan: ''Dengan mendanai program pelatihan pencegahan tindak korupsi yang dirancang dan diterapkan oleh Interpol.... FIFA telah mengambil langkah maju untuk menjamin integritas sepakbola.''

Blatter menambahkan: ''Pengaturan pertandingan menggoyah prinsip dasar olahraga seperti kejujuran, penghormatan dan disiplin. Itu sebabnya FIFA mematok harga mati untuk tidak mentolerir pelanggaran terhadap prinsip itu.''

Pengaturan pertandingan juga merambah ke persepakbolaan elit Eropa dalam beberapa tahun terakhir. UEFA telah melakukan penyelidikan tujuh pertandingan yang mereka curigai di tahun 2009, dengan termasuk diantaranya pertandingan Liga Champions dan Liga Europa yang sebelumnya dikenal dengan Piala UEFA.

Pada tahun yang sama pihak berwenang Jerman menyelidiki 200 pertandingan tingkat rendahan yang mereka curigai bermasalah.

Tahun 2006 klub elit Italia: Juventus, Fiorentina, Lazio dan AC Milan semuanya terkait dengan adanya skandal pengaturan skor.

Juventus kemudian dihukum dengan diturunkan ke Serie B, sementara Fiorentina, Lazio dan AC Milan dikurangi poin.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.