Agum akan melobi FIFA soal sanksi

Terbaru  23 Mei 2011 - 19:07 WIB
Agum Gumelar dan Joko Driyono

Agum Gumelar akan melobi FIFA agar Indonesia tidak dijatuhkan sanksi pasca kegagalan konggres.

Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar berencana untuk melaporkan apa yang terjadi dalam kongres PSSI akhir pekan lalu kepada FIFA.

Agum mengatakan dia akan berusaha melobi petinggi FIFA agar sanksi terhadap Indonesia tidak dijatuhkan.

"Dari laporan yang kita sampaikan ini kita berharap FIFA betul- betul mempertimbangkan jangan sampai kita kena sanksi karena sanksinya sangat berat buat persepakbolaan nasional," kata Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar.

Dia mengatakan peluang untuk bisa lolos dari sanksi FIFA pasca kekisruhan dalam konggres PSSI itu cukup kecil.

Agum Gumelar akan lobi Fifa di Zurich

Agum Gumelar menjelaskan upayanya untuk melobi Fifa agar tidak menjatuhkan sanksi terkait kemelut di PSSI.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

"Kita memang sangat berharap agar FIFA tidak menjatuhkan sanksi meski itu sangat kecil kemungkinannya," jelas Agum.

"Kalaupun jatuh sanksi saya berharap ya seringan mungkin."

Agum Gumelar akan berangkat ke Swiss pada tanggal 27 Mei mendatang dan akan melaporkan hasil konggres ini untuk selanjutnya dibicarakan dalam rapat komite eksekutif FIFA yang akan berlangsung pada tanggal 30 Mei.

Dukungan pemerintah

Sementara itu saat ditanyakan mengenai dukungan apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah Agum menilai harusnya dukungan itu bisa dilakukan sebelum kongres tersebut berlangsung.

"Dukungan pemerintah itu seharusnya dilakukan kemarin-kemarin, mereka bisa turun tangan untuk mencegah ini terjadi karena salah seorang calon yang dipaksakan itu kan juga aktif dalam pemerintah."

"Kan masih dalam jangkauan pimpinan dan mereka bisa melobi atau mengarahkan supaya tidak menimbulkan kerugian seperti ini," kata Agum lagi.

Sebelumnya sejumlah pemiilik suara yang dikenal sebagai kelompok 78 mendesak agar kongres akhir pekan lalu memasukan nama Arifin Panigoro dan George Toisutta yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

"Kan masih dalam jangkauan pimpinan dan mereka bisa melobi atau mengarahkan supaya tidak menimbulkan kerugian seperti ini"

Agum Gumelar

Namun keinginan tersebut ditolak oleh Agum karena FIFA telah melarang keduanya untuk dicalonkan dalam proses pemilihan kemarin.

"Ada alasan penolakan yang berbeda terhadap keempat calon tapi prinsipnya tiap anggota asosiasi harus mengontrol kondisi persepakbolaan di negara mereka, karena prinsip itu maka kegiatan LPI yang berada diluar PSSI adalah hal tabu bagi FIFA,” kata Peninjau dari FIFA, Thierry Regenass kala itu.

"Karena liga tersebut diluar kontrol PSSI maka pengusungnya ataupun promotornya tidak bisa ikut pencalonan sebagai ketua PSSI," tambahnya mengenai alasan penolakan FIFA terhadap pencalonan Arifin Panigoro dan George Toisutta.

Kongres pemilihan ketua PSSI yang disebut telah menghabiskan dana sebesar dua miliar rupiah ini pada akhirnya dihentikan oleh Agum Gumelar karena menilai kondisi konggres yang diwarnai interupsi sejumlah peserta itu sudah tidak kondusif lagi.

Link terkait

Topik Terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.