Pemerintah akan tengahi KN dan K-78

Terbaru  31 Mei 2011 - 15:09 WIB
Fifa logo

FIFA beri kesempatan Indonesia untuk adakan kongres PSSI lagi yang sebelumnya kisruh.

Pemerintah berencana jadi penengah dalam pertemuan antara Komite Normalisasi dengan pemilik suara pendukung Arifin Panigoro dan George Toissuta yang dikenal dengan kelompok 78.

Rencana tersebut muncul pasca keputusan FIFA yang meminta agar penyelenggaraan Konggres PSSI kembali digelar paling lambat tanggal 30 Juni mendatang.

Kementerian Pemuda Olahraga mengatakan pertemuan dengan kedua pihak sebelumnya pernah dilakukan namun bersifat informal.

Staf Khusus Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Faisal Abdullah mengatakan pertemuan akan dilakukan antara satu hingga dua minggu kedepan.

"Iya dalam satu dua minggu ini yang jelas kita harus selesaikan persoalan ini sebelum 30 Juni," kata Faisal Abdullah saat ditanya soal pelaksanaan pertemuan tersebut

"Kita masih menunggu laporan dari Komite Normalisasi terhadap hasil yang didapatkan di Zurich kemarin, kan Pak Agum Gumelar juga belum datang," kata Faisal Abdullah.

Sejumlah usulan rencananya akan juga disampaikan oleh pemerintah kepada Kelompok 78 dalam pertemuan nanti.

"Salah satu options kan mereka harus menyiapkan calon alternatif lain jika calon yang mereka ajukan ditolak FIFA tapi ini kan perlu disampaikan secara hati-hati."

Faisal tidak setuju jika proses pembicaraan disertai ancaman sanksi bagi kelompok tersebut.

"Target pemerintah adalah sebelum kongres dilaksanakan yang batasnya tanggal 30 Juni, KN harus memiliki kesepakatan dengan pemilik suara sehingga pada saat konggres tidak ada lagi pembahasan tetek bengek diluar agenda," kata Faisal lagi.

Tidak mudah

Pemerintah juga akan bersikap hati-hati dalam menengahi persolan ini agar tidak disebut ikut campur tangan dalam kisruh yang terjadi dalam tubuh organisasi sepakbola itu.

Namun upaya untuk mencari titik temu ini tampaknya tidak mudah.

Kelompok 78 masih berupaya untuk memasukan nama dua calon yang mereka jagokan, Arifin Panigoro dan George Toissuta.

Ketua Umum Persebaya yang juga tergabung dalam Kelompok 78, Wisnu Wardhana, beralasan pangajuan kedua nama itu dilakukan karena hingga hari ini belum ada dasar aturan yang dilanggar oleh keduanya.

"Sampai sekarang belum ada alasan dan dasar hukum kenapa keduanya dilarang mencalonkan diri," kata Wisnu Wardhana.

"Salah satu options kan mereka harus menyiapkan calon alternatif lain jika calon yang mereka ajukan ditolak FIFA "

Faisal Abdullah

Dia juga menolak adanya usulan untuk mengajukan calon ketua diluar kedua nama itu.

Kemungkinan bahwa pertemuan yang akan ditengahi oleh pemerintah berjalan mulus tampaknya semakin kecil karena kelompok 78 mengatakan akan meyampaikan sejumlah usulan salah satunya adalah pencopotan Agum Gumelar sebagai Ketua Komite Normalisasi.

"Saya usulkan pimpinan yang netral dalam memimpin kongres nanti," kata Wisnu.

Sebelumnya dalam sidang Komites Eksekutif FIFA kemarin mereka telah memberikan kesempatan lagi kepada PSSI untuk menggelar lagi kongres lagi paling lambat tanggal 30 Juni.

Keputusan ini dikeluarkan setelah sebelumnya konggres pada 20 Mei lalu gagal memilih Ketua yang baru.

Saat itu Agum yang diserahi tanggung jawab untuk menyelenggarakan kongres terpaksa menutupnya tanpa keputusan.

Dia menganggap situasi terlalu berbahaya dengan keributan yang terjadi di kalangan pendukung Arifin Panigoro dan George Toisutta, dua calon yang dikatakan tidak diperbolehkan mencalonkan diri sebagai ketua PSSI oleh FIFA.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.