Belanja gaji Liga Primer terus meningkat

Pemain Manchester United dan Manchester City Hak atas foto Getty Images
Image caption Manchester United menghabiskan 46% pendapatan untuk gaji dan Manchester City sampai 107%

Proporsi pendapatan klub-klub Liga Primer yang dibelanjakan untuk gaji mencapai titik tertinggi 68% pada periode 2009-2010, kata laporan keuangan yang dikeluarkan oleh Deloitte.

"Data terbaru ini mengkhawatirkan, mestinya ditangani oleh UEFA berdasarkan peraturan keuangan yang adil," kata Dan Jones dari perusahaan jasa profesional, Deloitte.

Jones menambahkan ada tanda-tanda yang menunjukkan disiplin standar penggajian di jajaran klub papan bawah Liga Primer dan klub-klub yang mendekati papan atas mempunyai pendapatan yang begitu besar sehingga membantu menekan rasio gaji.

"Persoalannya berada di klub-klub menengah, klub-klub yang tidak mengejar tempat di UEFA maupun klub-klub yang terancam relegasi," kata Jones.

Chelsea, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya sejak 2002, tercatat sebagai klub yang paling banyak menghabiskan penghasilan untuk gaji sebesar £174 juta.

Manchester United membelanjakan 46% pendapatannya untuk pembayaran gaji, sedangkan klub saingannya, Manchster City menghabiskan 107% pendapatannya untuk gaji.

"Dan tentu Manchester City dan Chelsea perlu mengendalikan gaji mereka karena peraturan keuangan yang adil," tambah Jones.

Tantangan

Peraturan yang dimaksud mengatur kondisi keuangan klub-klub sepak bola mulai musim pertandingan mendatang dan bertujuan antara lain untuk menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran klub.

Sebagai syarat agar mendapat izin UEFA untuk bisa bermain di Liga Champion atau Liga Eropa, klub harus memenuhi syarat kembali modal.

Menurut laporan Deloitte, pendapatan Liga Primer meningkat sebesar 2% dan pada periode 2009-2010 tercatat di atas £2 miliar untuk kali pertama.

"Meski perfoma pendapatan bagi sepak bola luar biasa besar, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana mengatur pengeluaran secara berkelanjutan," kata Jones.

"Pertumbuhan belanja gaji terus menerus" telah menyebabkan margin operasional klub-klub papan atas turun 16% hingga 4% sepanjang masa Liga Primer.

Selain itu Liga Primer juga masih menghadapi beberapa tantangan yang terjadi selama ini termasuk hutang, peringatan pemerintah tentang tatakelola sepak bola dan pengawasan oleh otorita pajak.

Sementara itu kerugian operasional yang dialami empat divisi Inggris kini telah melampaui jumlah keuntungan yang diperoleh Liga Primer.

Secara keseluruhan dari 92 klub yang ada mengalami kerugian operasional harian dan jumlah kerugian sebelum pajak terus meningkat.

Pada periode 2009-2010 jumlah kerugian sebelum pajak tercatat £600 juta. Secara keseluruhan klub-klub tersebut menanggung hutang sebesar £3,5 miliar.

Hak atas foto BBC World Service

Berita terkait