FIFA hukum Bin Hammam seumur hidup

Mohamed Bin Hammam Hak atas foto AP
Image caption Mohamed Bin Hammam menyatakan diri tidak bersalah atas tuduhan suap

Bekas calon presiden FIFA Mohamed Bin Hammam dikenai sanksi larangan ikut dalam segala kegiatan sepak bola seumur hidup setelah dinyatakan terbukti bersalah atas tuduhan percobaan penyuapan.

Komite etika FIFA mengeluarkan putusan tersebut hari Sabtu (23/7) setelah mengadakan sidang dua hari.

Bin Hammam, 62 tahun, dituduh mencoba membeli suara menjelang pemilihan presiden FIFA bulan lalu.

Warga Qatar tersebut kemudian menarik diri dari pemilihan, dan Sepp Blatter terpilih kembali tanpa saingan.

Dengan keputusan hari Sabtu, Bin Hammam tercatat sebagai tokoh paling senior yang dijatuhi sanksi serupa oleh FIFA sepanjang 100 tahun sejarah badan sepak dunia.

Mantan ketua Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tersebut kini tidak boleh terlibat ''dalam segala kegiatan terkait sepak bola di tingkat nasional dan internasional seumur hidup,'' kata wakil ketua komite etika FIFA Petrus Damaseb hari Sabtu.

Juru bicara tim hukum Bin Hammam mengatakan mereka menolak kesimpulan komite FIFA tersebut.

''Dia tetap menyatakan diri tidak bersalah,'' kata jurubicara tim Bin Hammam. ''Dia akan terus memperjuangkan kasusnya melalui jalur hukum yang terbuka untuknya.''

Melihat pelanggaran

Bin Hammam, bersama mantan wakil presiden FIFA Jack Warner, diskors setelah laporan yang bocor menunjukkan empat organisasi di bawah Caribbean Football Union (CFU) ditawari uang, atau melihat pelanggaran terjadi, dalam pertemuan bulan Mei.

Ada tuduhan bahwa sejumlah amplop berisi uang tunai yang bernilai hingga US$40.000 diserahkan kepada utusan-utusan dari Karibia tersebut dalam pertemuan di Port of Spain, Trinidad dan Tobago.

Laporan tersebut mengatakan ada bukti ''komprehensif, meyakinkan dan melimpah'' bahwa uang suap telah diberikan kepada para ofisial agar mereka mendukung kampanye Bin Hammas untuk pemilihan presiden FIFA, dan Warner memfasilitasi penyuapan tersebut.

Pengunduran diri Warner dari FIFA bulan lalu membuat dia tidak perlu lagi berhadapan dengan komite etika badan sepak bola dunia tersebut.

Dua ofisial lain dari CFU, Debbie Minguell dan Jason Sylvester, masing-masing dilarang terlibat dalam kegiatan terkait sepak bola selama satu tahun atas keterlibatan mereka dalam upaya penyuapan tersebut.

Dalam blog hari Jumat, Bin Hammam mengangkat kekhawatiran bahwa dia tidak akan diperlakukan adil dalam sidang komite etika.

''Sepertinya FIFA sudah mengambil keputusan beberapa pekan lalu,'' tulis Bin Hammam.

''Dengan demikian tidak satu pun dari kita benar-benar terkejut jika putusan bersalah dikeluarkan,'' tambahnya.

Sebelum sidang berlangsung, Bin Hammam mengindikasikan dia akan terpaksa mengajukan banding jika komite menyatakan dia bersalah atas tuduhan-tuduhan tersebut.

Komite etika kini meminta departemen hukum FIFA menyiapkan perkara terhadap para tokoh persepakbolaan Karibia yang dicurigai secara sengaja telah menutup-nutupi upaya suap oleh Bin Hammam.

Berita terkait