Anzhi Makachkala, klub Rusia pilihan Eto'o

Hak atas foto AFP
Image caption Samuel Eto'o kini resmi berseragam Anzhi Makachkala dan berlaga di Liga Rusia.

Kesuksesan klub Rusia, Anzhi Makachkala merekrut Samuel Eto'o dari Inter Milan menjadi berita yang cukup mengejutkan.

Bukan karena biaya transfer Eto'o yang mencapai 21 juta euro atau sekitar Rp258 miliar, namun lebih karena banyak orang mempertanyakan siapa Anzhi Makachkala itu.

Ternyata tak hanya Eto'o yang kini bermain di klub yang bermarkas di kota Makachkala, Dagestan itu, sebelumnya klub ini sudah merekrut Roberto Carlos dan Yuri Zhirkov.

Dan, modal besar yang dikeluarkan Anzhi terbukti cukup ampuh. Klub ini untuk sementara bertengger di peringkat keempat Liga Primer Rusia dengan mengantungi 36 angka.

Langsung berprestasi

Jadi, kembali ke pertanyaan awal. Siapa sebenarnya Anzhi Makachkala?

Klub ini berdiri tahun 1991 dan setahun setelah berdiri Anzhi langsung ikut berkompetisi di divisi dua Liga Rusia hingga promosi ke divisi satu pada 1996.

Tiga tahun berkompetisi di divisi satu, Anzhi akhirnya promosi ke divisi utama pada tahun 2000. Pada debutnya di Liga Primer Rusia itu, Anzhi langsung merebut peringkat empat klasemen akhir.

Tahun 2001, Anzhi kembali mengukir prestasi dengan lolos ke final Piala Rusia. Sayang, Anzhi gagal juara setelah dikalahkan Lokomotiv Moskow melalui adu penalti.

Setelah mencetak prestasi lumayan, tahun 2002 Anzhi terdegradasi ke divisi satu dan baru kembali ke divisi utama tujuh tahun kemudian.

Sejarah baru

Pada 18 Januari 2011, seorang jutawan, Suleyman Kerimov membeli Anzhi Makachkala. Kerimov, menurut majalah Forbes, adalah orang terkaya dunia nomor 118 dengan kekayaan mencapai US$7,8 miliar atau lebih dari Rp66 triliun.

Belakangan terungkap Presiden Dagestan, Magomedsalam Magomedov bertemu Kerimov dan memberinya 100 persen saham klub, termasuk 50% saham pemilik terdahulu Igor Yakovlev.

Imbalan dari pemberian saham ini adalah tentu saja kucuran dana untuk membangun klub itu.

Dan, Kerimov ternyata tak main-main. Dia mengucurkan investasi lebih dari US$200 juta atau sekitar Rp1,7 triliun hanya untuk membangun infrastrukstur klub.

Investasi itu sebagian besar untuk membangun stadion baru dengan kapasitas 40,000 penonton. Stadion ini juga memenuhi syarat yang ditetapkan UEFA.

Transfer pemain

Hak atas foto fcanji.ru
Image caption Roberto Carlos (kuning) dalam sebuah pertandingan Liga Rusia menghadapi Dinamo Moskow.

Tak hanya membangun stadion, klub ini mulai melakukan belanja pemain besar-besaran. Dan pada tahun 2011 menjadi tahun paling bersejarah bagi penggemar klub ini.

Pada Februari 2011, Anzhi berhasil merekrut mantan bintang Real Madrid dan pemain timnas Brasil saat menjadi juara dunia 2001, Roberto Carlos.

Selain Roberto Carlos, klub ini juga berhasil mengontrak bintang Rusia, Yuri Zhirkov dari Chelsea.

Dan tentu saja yang paling baru adalah Samuel Eto'o mantan andalan Barcelona dan Inter Milan. Di Anzhi, pemain Kamerun ini dibayar sangat tinggi yaitu £8,7juta atau Rp122 miliar setahun.

Pendapatan Eto'o ini hanya berbeda tipis dengan bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo yang menerima £10,5 juta atau Rp147,7 miliar per tahun.

Uniknya, meski bermarkas di Dagestan, di bagian selatan Rusia, para pemain klub ini tinggal dan berlatih di Moskow. Alasannya, tak lain dan tak bukan adalah keamanan.

Sehingga, pada saat harus bermain di kandang, para pemain harus terbang sekitar 2.000km dari Moskow-Dagestan pulang pergi.

Itu berarti, selama satu musim kompetisi mereka harus terbang 30.000km hanya untuk memainkan pertandingan kandang.

Berita terkait