Presiden FIFA minta maaf soal pernyataan rasisme

Terbaru  18 November 2011 - 17:53 WIB
Sepp Blatter

Sepp Blatter terpilih kembali sebagai presiden FIFA dalam pemilihan Juni lalu.

Presiden Badan Sepak Bola Dunia, FIFA, Sepp Blatter mengatakan kepada BBC ia meminta maaf bila ada yang tersinggung terkait pernyataannya soal rasisme.

FIFA menyatakan sebelumnya diskriminasi rasial dapat diselesaikan dengan jabat tangan.

"Menyakitkan dan saya masih merasa sakit hati karena tidak membayangkan mendapat reaksi seperti itu," kata Blatter yang berusia 75 tahun ini.

"Bila Anda melakukan sesuatu yang salah, tentu yang bisa dikatakan adalah saya meminta maaf kepada semua orang yang tersinggung atas pernyataan saya," kata Blatter.

Blatter menekankan upayanya "meredam rasisme dan diskriminasi akan terus berlanjut."

Namun ia mengatakan tidak akan mundur di tengah-tengah seruan dari sejumlah pemain, manajer dan politisi Inggris agar ia lengser.

"Saya tidak bisa mundur. Mengapa harus mundur," kata Blatter dalam wawancara ekslusif dengan BBC.

"Bila Anda dihadapkan pada satu masalah, Anda harus menghadapi masalah itu," tambahnya.

'Insiden serius'

"Saya tidak bisa mundur. Mengapa harus mundur."

Sepp Blatter

Blatter mengakui komentarnya menyebabkan "insiden serius" dan bahwa ia menggunakan kata-kata yang tidak tepat dan ia "sangat menyesalinya."

Ia mengatakan pemain manapun yang dinyatakan bersalah terkait masalah rasisme di lapangan harus dikeluarkan.

"Tidak ada toleransi," tambahnya. "Ini pelajaran bagus buat saya juga."

Pernyataan Blatter terkait rasisme menyebabkan kontroversi di Inggris.

Pemain belakang Manchester United Rio Ferdinand menuduh presiden FIFA itu mengabaikan masalah rasisme sementara David Beckham menggambarkan pernyataan Blatter "memprihatinkan."

"Pernyataan itu sangat tidak bagus untuk sepak bola. (Rasisme) tidak bisa dibiarkan dan tidak hanya bisa diselesaikan dengan jabat tangan," kata Beckham.

Kapten Chelsea John Terry saat ini tengah diselidiki polisi London terkait dugaan pernyataan rasis terhadap pemain Queen Park Rangers, Anton Ferdinand.

Sementara Asosiasi Sepak Bola Inggris, FA, mengenakan dakwaan rasisme kepada pemain Liverpool Luis Suarez atas insiden dengan pemain Manchester United Patrice Evra.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.