Menuding petugas amatir di Liga Primer

Terbaru  29 November 2011 - 20:07 WIB
Wasit Michael Jones dan penjaga garis John Flynn.

Wasit Michael Jones dan penjaga garis John Flynn dikerubungi pemain Manchester United.

Ketika Rio Ferdinand merebut bola dari kaki Hatem Ben Arfa di kotak penalti, wasit Michael Jones langsung menunjuk ke titik tendangan sudut.

Tapi melihat penjaga garis, John Flynn, mengangkat bendera, wasit kemudian mendekatinya dan menunjuk ke titik penalti, mengubah keputusan sebelumnya.

Tendangan Demba Ba masuk dan menyamakan kedudukan 1-1, yang bertahan hingga akhir dalam pertandingan Manchester United melawan Newcastle United di Old Trafford, akhir pekan lalu.

Alex Ferguson -dan para pemain United termasuk Rio Ferdinand- marah besar dengan penalti dan tentu hasil seimbang itu.

"Apakah dia akan mendapat pertandingan lain, bukan saya yang memutuskan tapi itu jelas keputusan yang mengejutkan," kata Ferguson seperti menekan Liga Primer sambil mengecam John Flynn.

Saya yang menonton cuplikan pertandingan dan melihat ulangan insiden tersebut memang merasa penjaga garis sepertinya agak berlebihan menyimpulkannya sebagai kesalahan di kotak penalti.

Jelas saya cuma sok tahu saja, tapi Ferdinand tampaknya menendang bola lebih dulu dan bukan kaki.

Paruh waktu

Bagaimanapun ketika membaca ulasan pengamat sepak bola di harian The Independent, Sam Wallace -tentang insiden itu dengan persepektif kesenjangan antara bisnis Liga Primer dan para pemainnya dengan wasit- saya kemudian berpikir lagi.

"Apakah dia akan mendapat pertandingan lain, bukan saya yang memutuskan tapi itu jelas keputusan yang mengejutkan."

Alex Ferguson

Dia berpendapat tidaklah layak kalau keputusan dalam pertandingan Liga Primer diserahkan kepada asisten wasit yang mendapat bayaran £600 sekali bertugas, atau sekitar Rp9 juta.

Dan seperti hampir di semua belahan dunia, maka asisten wasit -ya penjaga garis itu- adalah pekerjaan paruh waktu, termasuk di Liga Primer Inggris.

Sementara untuk wasit, sebagian besar profesional dan terdapat sekitar 18 wasit di Liga Primer yang mendapat gaji dan juga honor jika bertugas memimpin pertandingan.

Mereka berada di bawah sebuah perusahaan khusus Professional Game Match Officials Limited, PGMOL, yang didirikan dengan pemegang saham, FA, Liga Primer dan Liga Inggris.

Tapi asisten wasit adalah paruh waktu.

Padahal semua orang di dunia tahu kalau Liga Inggris adalah salah satu liga yang terkaya dunia dengan perkiraan nilai mereknya saja mencapai US$12 miliar dan pemasukan tahunan sekitar US$2 miliar.

Dan bisnis raksasa seperti itu masih mengandalkan petugas amatiran yang ikut mengambil keputusan penting dalam aktivitas inti bisnisnya: pertandingan sepakbola di lapangan hijau.

Perilaku profesional

John Flynn

  • Usia 41 tahun
  • Pangkat Sersan Penerbang Angkatan Udara Inggris (RAF)
  • Jabatan Operator Sistem Persenjataan
  • Bergabung jadi penjaga garis FA tahun 2003
  • Pernah bertugas di Irak dan Afghanistan
  • Penjaga garis dalam Final Piala FA 2010

Sumber : Situs RAF

Cuma bekerja paruh waktu jelas tidak berarti asal-alasan.

Setiap menonton kejuaraan tenis Wimbledon -hanya lewat layar TV tentunya- maka salah satu yang menjadi perhatian saya adalah para penjaga bola.

Konsentrasi mereka penuh terus sepanjang pertandingan, reaksinya sigap, larinya cepat, dan tahu persis apa yang harus dikerjakan, termasuk menawarkan handuk maupun siap siaga menunggu perintah ketika petenis sedang duduk istirahat.

Begitu juga dengan perilaku profesional anak gawang di sepak bola, walau tidak seketat penjaga bola di cabang tenis. Bedanya anak gawang tidak sampai mempengaruhi hasil pertandingan, sedangkan asisten wasit amat berpengaruh.

Penjaga garis John Flynn -yang dikecam Alex Ferguson dan para pemain Manchester United- juga jelas jauh dari perilaku amatir.

Kekeliruan -kalaulah begitu kesimpulannya- dalam pertandingan Manchester United lawan Newcastle agak berlebihan jika langsung membuat kemampuannya harus dipertanyakan.

Apalagi di luar lapangan sepakbola, John Flynn jelas punya integritas dan kemampuan dalam akurasi.

Dia adalah seorang perwira Angkatan Udara Inggris, yang pernah bertugas ke Irak dan Afghanistan sebagai Operator Sistem Persenjataan. Coba Anda bayangkan kalau operator persenjataan salah tembak, misalnya.

Jadi jelas ada kemampuan dasar Flynn dalam soal akurasi.

Pria berusia 41 tahun itu juga sudah pengalaman. Dia pertama kali bertugas di lapangan bola pada tahun 1993 dan terpilih menjadi penjaga garis dalam pertandingan final Piala FA tahun 2001.

"Saya amat gembira dan terhormat diberi kesempatan untuk pada momen tersebut."

John Flynn

"Saya amat gembira dan merasa terhormat diberi kesempatan untuk pada momen tersebut," katanya seperti dikutip dalam situs Angkatan Udara Inggris, RAF, ketika mendapat tugas penting tersebut.

Tidak ada protes dalam pertandingan final Piala FA 2010, yang diraih Chelsea setelah mengalahkan Portsmouth 1-0 di Stadion Wembley, Mei 2010.

Kesalahan manusiawi

Kembali ke kasus Manchester United dan Newcastle, mungkin bukan status paruh waktu yang menjadi soal, tapi selama masih mengandalkan manusia sepenuhnya, maka kesalahan manusiawi tetap akan terjadi.

Banyak cabang olahraga yang sudah menggunakan teknologi, seperti tenis dan kriket -yang memungkinkan rekaman video diulang untuk mengubah keputusan wasit.

FIFA sendiri sedang dalam tahap pengakajian untuk penggunaan teknologi garis gawang dalam memastikan sebuah gol, namun tetap memilih otoritas mutlak wasit serta penjaga garis untuk menjaga tempo pertandingan.

Jadi saya kira profesional atau amatir bukan soal utamanya, tapi apakah sebuah kesalahan memang berulang atau berbau suap.

Lagipula manajer klub-klub besar memang mau menang sendiri. Alex Ferguson ribut kalau dia dirugikan oleh kesalahan manusia tapi mungkin senyum-senyum saja kalau diuntungkan.

Manajer Newcastle, Alan Pardew -ketika ditanya wartawan BBC selepas pertandingan tentang penalti itu- hanya mengatakan, "Takel itu sedikit berisiko..." katanya sambil tersenyum kecil dan menambahkan pemainnya bermain baik menekan United dan mendapat hasil layak.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.