Bahrain, AS tetap masuk agenda F1 2012

Sirkuit di Bahrain Hak atas foto Getty
Image caption Balap Formula 1 di Bahrain dibatalkan pada saat-saat akhir karena kerusuhan.

Formula 1 mengumumkan tidak ada perubahan untuk jadwal tahun 2012 walaupun masih ada pihak yang ragu-ragu tentang pelaksanaan balap di Amerika Serikat dan Bahrain.

Balap di Amerika Serikat, yang dijadwalkan berlangsung di sirkuit baru di Austrin, Texas, mendapat batas akhir minggu ini untuk menggalang dana membayar sanksi.

Sementara pelaksanaan di Bahrain bulan April diragukan karena masih berlanjutnya kerusuhan.

Bom meledak di luar kedutaan Inggris di Bahrain hari Minggu (04/12) lalu.

Namun jadwal 20 Grand Prix yang dikeluarkan federasi otomotif dunia (FIA) di Delhi hari Rabu (07/12) tidak berubah.

Grand Prix Bahrain tahun ini dibatalkan setelah kerusuhan mulai Februari lalu yang menewaskan lebih dari 40 orang.

Langkah negara itu dalam menangani kerusuhan banyak dikritik dalam satu laporan independen yang diumumkan bulan lalu.

Kerajaan Teluk itu dituduh melakukan "kekerasan berlebihan", penyiksaan, dan penahanan semena-mena.

Musim balap terpanjang

Raja Bahrain berjanji melakukan reformasi untuk mencegah pelanggaran oleh pasukan keamanan, namun kerusuhan masih terus berlanjut.

Sejumlah pihak memperkirakan balap Formula 1 di Bahrain tidak akan diselenggarakan walaupun tercantum dalam kalender.

Bos F1 Bernie Ecclestone selalu menegaskan bahwa lomba akan digelar sampai Bahrain sendiri yang membatalkan.

Bila GP Bahrain dibatalkan, kemungkinan balap Formula 1 akan diselenggarakan di luar kota Istambul, Turki.

Sementara itu, GP di Texas yang dijadwalkan tanggal 18 November, juga diragukan setelah Ecclestone membatalkan kontrak dengan pihak promotor lama.

Ecclestone berupaya menyepakati perjanjian dengan promotor baru dengan dana £22,4 juta per tahun dan bukan £16 juta seperti pada kontrak sebelumnya.

Laporan di situs Pitpass, yang memiliki kaitan erat dengan Eccleston, menyebutkan Rabu (08/12) perjanjian baru telah disepakati.

Bila balap di Bahrain atau Turki, Texas, dan Korea Selatan berlangsung, maka balap tahun depan merupakan yang terpanjang dalam sejarah F1, dengan 20 kali GP.

Balap akan dimulai di Australia tanggal 18 Maret dan berakhir di Brasilia tanggal 25 November.

Berita terkait