Kritik tajam kembali menghantam Sepp Blatter

Terbaru  25 Desember 2011 - 12:53 WIB

Jack Warner (kiri) menyebut Sepp Blatter (kanan) sebagai rasis yang terselubung.

Mantan wakil presiden FIFA Jack Warner mengkritik tajam presiden FIFA Sepp Blatter.

Warner yang berasal dari Trinidad, yang mundur dari jabatannya di FIFA pada bulan Juni silam, menuduh Blatter sebagai ''megalomania, haus kekuasaan, seorang rasis dan diskriminasi tersembunyi.''

Dia menambahkan akan menambah lebih banyak dosa Sepp Blatter lainnya pada Rabu mendatang, termasuk penyalahgunaan hak tayang televisi.

Blatter bulan lalu sempat menjadi sorotan dan mendapat kritik tajam karena menyebut masalah rasis di sepak bola bisa diselesaikan dengan sebuah jabatan tangan.

Atas pernyataannya tersebut dia kemudian meminta maaf.

Warner sendiri sebelum mundur, tengah menjalani penyelidikan atas dugaan penyuapan.

Rasis terselubung

Anggota eksekutif FIFA Chuck Blazer, Sekretaris Jenderal Concacaf - Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah dan Karibia - telah memperingati FIFA atas tuduhan bos Konfederasi Sepak Bola Asia, AFC, Mohammed Bin Hammam berkolusi dengan Warner dalam sebuah rencana penyuapan sebesar £600.000 kepada asosiasi Karibia.

Bin Hammam dihukum dengan dilarang terlibat dalam sepak bola seumur hidup pada Juli silam, dan dia mengajukan banding atas putusan tersebut bulan lalu.

Dengan banyaknya dugaan korupsi terhadap pejabat FIFA tersebut membuat Sepp Blatter tidak memiliki lawan dalam suksesi dan kembali terpilih sebagai presiden.

Pernyataan terbaru Warner keluar setelah sebuah pertemuan antara FIFA dengan Persatuan Sepakbola Karibia, CFU, yang membahas soal masa depan organisasi sepak bola di Karibia.

Pernyataan yang mencaci maki Blatter ini berlanjut : ''Presiden FIFA tidak boleh diijinkan untuk terus merendahkan orang berdasarkan warna kulit tanpa ada peningkatan suara untuk menyatakan kepadanya bahwa cukup adalah cukup.''

"Presiden FIFA tidak bisa melanjutkan kecerobohan dengan impunitas terutama ketika kesalahannya terkait dengan megalomania, rasisme dan diskriminasi yang terselubung.''

"Saat ini telah datang waktu untuk memecahkan kebisuan. Orang tidak harus lagi menerima kesenyapan sebagai persetujuan atas kesalahan yang dilakukan terus oleh FIFA. Dalam hal ini saya memutuskan untuk memecahkan kebisuan saya'', tegas Warner.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.