Ketika Piala FA bisa menentukan juara Liga Primer

manchester city Hak atas foto Getty
Image caption City menjuarai Piala FA tahun lalu dengan mengalahkan Stoke City.

Pertandingan antara dua klub Manchester di babak ketiga Piala FA hari Minggu (8/1) sejatinya bukan sekedar laga Piala FA.

Pertandingan ini bisa menentukan siapa yang menjuarai Liga Primer musim 2011-2012.

Dan Manchester City kali ini lebih layak diunggulkan.

City, setelah ditundukkan Sunderland pada hari pertama tahun 2012, mampu menggilas Liverpool dengan skor meyakinkan dua hari kemudian.

United, di sisi lain, kembali menelan kekalahan, kali ini 0-3 ketika bertandang ke Newcastle United setelah sebelumnya kalah dari Blackburn.

Jadi, saya memperkirakan ketika City dan United bertemu hari Minggu, City akan menang.

Ini bukan sekedar perasaan. Perbandingan kekuatan pemain menunjukkan, City lebih unggul dibandingkan United.

Pertahanan lemah

Kekuatan anak-anak asuhan Roberto Mancini lebih merata dibandingkan United.

Bukan berarti saya meremehkan United dan menganggap mereka tidak bisa lagi menjuarai Piala FA atau Liga Primer. Sejarah menunjukkan United sering kali bangkit dan mencatat prestasi gemilang setelah terpuruk di awal atau tengah musim.

Apalagi saat ini mereka hanya terpaut tiga angka di papan atas klasemen sementara.

Namun ada kalanya kita perlu melupakan sejarah masa lalu dan melihat berbagai persoalan yang mereka hadapi saat ini.

Yang pertama faktor penjaga gawang. Harus diakui baik David de Gea maupun Anders Lindegaard belum menunjukkan kinerja yang konsisten musim ini.

Kedua soal barisan pertahanan. Cedera Nemanja Vidic membuat manajer Alex Ferguson terus mengocok komposisi empat pemain di belakang dan sejauh ini belum ada komposisi yang andal.

Kalaupun Vidic diturunkan, hampir semua orang sepakat ia tidak lagi poros halang terbaik di Liga Primer.

Kepercayaan diri

Hak atas foto Getty
Image caption Ferguson menghadapi masalah di barisan pertahanan.

Gelar itu sekarang ada di pundak pemain belakang City, Vincent Kompany.

United juga belum menemukan pengganti Paul Scholes, pemain tengah yang sangat berpengaruh, sementara City di sektor ini mempunyai banyak pemain hebat.

Yaya Toure, salah satu di antaranya akan absen karena harus turun membela Pantai Gading di Piala Afrika, namun Mancini akan dengan mudah mencari pengganti Toure.

Dengan kondisi seperti ini, City besar kemungkinan akan menyingkirkan United. Kemenangan atas United akan membuat City mendapatkan aset yang tak ternilai di sepak bola: kepercayaan diri dan keyakinan menjadi juara.

Bila demikian halnya, City akan memperbesar peluang merebut gelar juara liga yang pertama sejak musim 1967-1968.

Bukan tugas yang ringan karena gelar ini tidak ditentukan pada bulan Januari. Ujian yang sesungguhnya bagi City dimulai pertengahan Maret nanti.

Kalau mereka bisa melewati periode tersebut, City akan berpesta di akhir musim ini.