Penulis Twitter rasis dipenjara 56 hari

Terbaru  27 Maret 2012 - 18:02 WIB
liam stacey

Liam Stacey mengaku sedang mabuk ketika menulis komentar rasis di Twitter.

Seorang mahasiswa yang mengaku mengunggah komentar menyinggung perasaan mengenai pemain bola Fabrice Muamba di Twitter dikenai hukuman penjara 56 hari.

Liam Stacey, 21, dari Pontypridd, Wales hadir di sidang pengadilan Swansea Senin (26/3) atas komentarnya mengenai pemain Bolton Wanderers yang kolaps terkena serangan jantung dalam pertandingan Piala FA melawan Tottenham (17/3).

Pemain berusia 23 tahun itu masih dirawat di ruang gawat darurat di sebuah rumah sakit khusus jantung di London.

Stacey mengaku mengeluarkan komentar rasis yang melanggar kepantasan publik.

Mahasiswa Universitas Swansea itu ditangkap setelah komentarnya di situs jejaring sosial dilaporkan oleh pengguna lain.

Pengadilan Swansea diberi tahu bahwa polisi Inggris Raya menerima pengaduan menyusul keluarnya komentar itu.

Stacey mencoba menghindar dengan mengatakan bahwa akun Twitternya diretas orang, demikian ia mengaku di pengadilan.

Ia sempat mencoba untuk menghapus laman Twitternya namun terlanjur ditangkap di asrama mahasiswa Universitas Swansea.

Ketika diinterogasi polisi, Stacey mengatakan ia mabuk ketika menulis komentar itu karena sejak siang sudah minum alkohol.

Stacey awalnya dilepas dengan uang jaminan sambil menunggu pengadilan dan diperintahkan untuk tidak menggunakan Twitter maupun jejaring sosial lainnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.