Kekhawatiran di balik balapan F1 Bahrain

Terbaru  13 April 2012 - 17:17 WIB
Sirkuit Sakhir di Bahrain

Balapan F1 di Sirkuit Sakhir, Bahrain, ditunda pada tahun 2011 karena unjuk rasa antipemerintah.

Federasi Otomotif Internasional, FIA, akhirnya memutuskan balapan Formula 1 di Sirkuit Sakhir, Bahrain, akan tetap digelar sesuai rencana, Minggu 22 April 2012.

Keputusan itu disampaikan Jumat 13 April, sekitar sepekan menjelang balapan, tepatnya saat persiapan GP Shanghai, Cina.

Walau balapan di sana sempat ditunda pada tahun 2011 -karena unjuk rasa antipemerintah- pemegang hak penyelenggaraan F1, Bernie Ecclestone, berulang kali menegaskan GP Bahrain 2012 akan tetap jalan.

Memang setelah memasukkan Bahrain ke dalam kalender 2012, dia mengaku situasinya perlu ditinjau mendekati waktu penyelenggaraan. Dan beberapa hari lalu, Ecclestone menegaskan satu-satunya yang bisa menunda GP Bahrain adalah pihak berwenang negara itu.

Dan Jumat pagi waktu London, ketika memasang layar TV kecil di dekat meja kerja, terlihat Ecclestone sedang dikerubuti wartawan di Shanghai, menjelang balapan Minggu lusa.

Wajahnya pria berusia 81 tahun itu tampak tak senang, keriputnya semakin kelihatan sekaligus semakin menunjukkan ketegarannya. Saya kutipkan sedikit secara babas tanya jawab singkat itu.

Ditanya wartawan apakah Bahrain akan berlangsung, dia menjawab pendek, "Ya. Apa Anda merasa ada masalah?"

Apakah soal Bahrain itu dibahas? Dijawab pendek juga, "Tidak"

"Soalnya selama ini banyak perdebatan di media soal balapan Bahrain," tanya wartawan lagi.

Sekilas Bahrain

  • Politik: Keluarga al-Khalifah berkuasa sejak 1783 namun saat ini Bahrain memiliki parlemen yang dipilih rakyat. Mayoritas penduduk merupakan umat Syiah yang menuntut perlakuan lebih baik dari pemerintah yang dikuasai umat Sunni, termasuk keluarga al-Khalifah. Unjuk rasa antipemerintah marak sejak pertengahan Februari 2011 dan ditanggapi dengan tindakan keras aparat keamanan. Laporan-laporan menyebutkan sedikitnya 76 orang tewas akibat aksi kekerasan dalam unjuk rasa.
  • Ekonomi: Bahrain berupaya mengembangkan diri sebagai pusat perbankan dan keuangan untuk mengurangi ketergantungan pada penghasilan dari minyak.
  • International: Bahrain merupakan pangkalan Armada ke-5 Angkatan Laut Amerika Serikat. Bahrain dan Qatar pernah terlibat dalam ketegangan perbatasan dan mencapai kesepakatan pada 2001.

"Itu masalahnya, banyak yang dibahas media tapi media tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Itu masalahnya, terlalu banyak dibahas media," katanya masih dengan wajah sedikit kesal dan masuk ke mobil.

Mencegah unjuk rasa

Seperti yang sudah Anda dengar atau baca, kontroversi F1 Bahrain ini berawal dari unjuk rasa antipemerintah yang ditanggapi dengan tindakan keras aparat keamanan.

Lembaga pegiat HAM, Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain, BCHR, melaporkan korban jiwa sejak kerusuhan awal 2011 lalu sedikitnya mencapai 76 orang dan sebagian besar adalah warga sipil.

Walau unjuk rasa besar-besaran tidak terdengar lagi -yang terakhir pada pertengahan Februari untuk memperingati satu tahun maraknya gerakan antipemerintah- tidak berarti suara kelompok perlawanan sudah terbungkamkan.

Dan ada kemungkinan para pengunjuk rasa menjadikan F1 Bahrain sebagai ajang mengingat balapan F1 sepanjang musim 2011 disaksikan oleh total sekitar 58 miliar -seperti diperkirakan oleh sebuah situs- dengan 600 wartawan ikut terbang dari satu sirkuit ke sirkuit lain untuk meliputnya.

Jadi jelas balapan F1 menjadi arena promosi yang dahsyat, untuk produk apa pun: minuman berenergi, telepon genggam, rokok -walau sekarang sudah dilarang di F1- maupun untuk pendapat antipemerintah.

Juga baik buat pemerintah Bahrain: untuk menunjukkan bahwa keadaan di Bahrain sudah terkendali sepenuhnya dan unjuk rasa -seperti yang dituduhkan Ecclestone- cuma ada di laporan-laporan media saja.

Tapi di situ pula masalahnya. Pemerintah Bahrain -yang dikuasai dinasti Al Khalifa- akan mengambil tindakan apa pun untuk menjamin para pengunjuk rasa tidak muncul di layar TV.

Profesional murni

Unjuk rasa di Bahrain

Aparat keamanan Bahrain dinilai menggunakan kekuatan secara berlebihan.

Jelas semuanya baru sekedar prakiraan-prakiraan saja.

Namun Sekjen PBB, Ban Ki-moon -sebelum keputusan FIA soal balapan Bahrain- mengecam 'penggunaan kekuatan yang berlebihan' atas pengunjuk rasa di Bahrain.

Kantor berita AFP mengutip juru bicara Sekjen PBB Itu, yang mengatakan Ban Ki-moon juga mengutuk serangan bom molotov atas sebuah kantor polisi yang melukai tujuh aparat.

Komentar Ban Ki-moon itu sama sekali tidak ada hubungan dengan penyelenggaraan GP Bahrain, tapi menjadi gambaran bahwa suara antipenguasa masih marak dan masih diwarnai kekerasan.

Bernie Ecclestone mungkin bisa dikatakan tidak mau tahu atau tidak memperdulikan nasib para pengunjuk rasa di Bahrain, tapi yang penting adalah kalender F1 untuk 2012 berjalan dan keuntungan mengalir.

Cap itu mungkin tidak berlebihan untuk diberikan kepada seorang pria berusia 81 tahun yang berhasil membawa balapan F1 menjadi salah satu tontonan global yang populer.

Dari bulan Maret hingga November, ada 20 hari Minggu yang membuat ratusan juta orang di sekitar 200 negara -yang menyiarkan F1- terhipnotis di depan TV.

Rasanya hanya profesionalisme tingkat tinggi saja yang bisa menjamin itu, dan tidak enaknya, profesionalisme di zaman yang kompleks ini memang sering harus berada dalam koridor yang steril: tidak ada politik, tidak ada hak asasi, juga tidak ada KKN.

Tentukan sasaran dan gunakan segala cara yang sesuai hukum untuk mencapainya. Terus terang saya tidak terlalu setuju dengan profesionalisme 'mati' seperti itu.

Bagaimanapun profesionalisme ala Bernie Ecclestone memang amat diperlukan oleh bisnis F1, dan saya -mungkin sama seperti Anda- cuma bisa mengharapkan semoga tidak ada korban yang jatuh di balik penyelenggaraan GP Bahrain.

Cuma sebagai penggemar F1, yang dulu pernah ikut unjuk rasa menentang presiden Suharto dan Menteri Penerangan Harmoko pada masa 1990-an awal, bolehlah saya mengajak Anda untuk memboikot GP Bahrain dengan tidak menontonnya.

Sekedar bersimpati kepada para pengunjuk rasa antipemerintah tanpa harus mengganggu musim F1 secara keseluruhan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.