Terry tetap dilarang bermain di final Liga Champions

Terbaru  27 April 2012 - 10:41 WIB

Kapten Chelsea John Terry tetap dilarang tampil di final akibat kartu merah.

Harapan kapten Chelsea John Terry untuk tampil pada laga final Liga Champions akhirnya kandas, setelah badan sepak bola Eropa, UEFA, tetap menolak upaya bandingnya.

Dalam wawancara dengan BBC Sport, juru bicara UEFA menyatakan, Terry juga dilarang duduk di bangku para pemain cadangan.

Ini artinya dia hanya dapat menonton rekan-rekannya bertanding dari tempat duduk di atas tribun.

Namun demikian, Terry diijinkan untuk mengangkat piala Liga Champions, jika nanti klub asal London barat itu mampu mengalahkan Bayern Munich di laga final, 19 Mei nanti.

Peraturan UEFA ini juga berlaku untuk para pemain The Blues dan Bayern Munchen yang terkena larangan bermain pada partai puncak tersebut.

Seperti diketahui, akibat akumulasi kartu kuning, para pemain Chelsea seperti Ramires, Raul Meireles, serta Branislav Ivanovic, dilarang tampil melawan Bayern.

Adapun Terry diusir dari lapangan dalam laga semifinal melawan Barcelona setelah dia menerjang lutut Alexis Sanchez dari belakang.

Sementara di pihak Bayern, hukuman serupa juga diberikan kepada Luiz Gustavo, David Alaba, serta Holger Badstuber, akibat akumulasi kartu kuning saat klub asal Jerman itu menggulung Real Madrid, Rabu kemarin.

Peraturan masih berlaku

Dalam keterangannya, UEFA menyatakan, peraturan yang mengatur antara lain soal "hukuman bermain" ini ditetapkan ketika kompetisi Liga Champions dimulai.

Dan apabila ingin diubah, maka harus melalui proses panjang sebelum akhirnya diratifikasi. "Jadi, peraturan ini masih berlaku selama musim ini."

Pada ajang Piala Eropa 2012 di Ukraina-Polandia, atau Euro 2012, pemain yang mendapat kartu merah saat semifinal dan perempatfinal , tetap dikenai larangan bermain di laga final.

Organisasi yang menghimpun pemain profesional dunia, FIFPro mendukung larangan bermain di partai puncak bagi siapapun yang terkena kartu merah.

Namun organisasi ini meminta larangan itu tidak berlaku untuk pemain yang terkena akumulasi kartu kuning. "Harus ada pengecualian, dan karenanya sudah waktunya aturan ini dipertanyakan ulang," kata juru bicara FIPPro, Simon Barker.

Apalagi, menurutnya, pemain sepak bola di manapun selalu memimpikan untuk dapat tampil di partai puncak.

Meratap seumur hidup

FIFA sendiri telah mengubah peraturan soal hukuman bermain, yang sudah dipraktekkan pada Piala Dunia 2010 lalu.

Dalam aturannya, badan dunia sepak bola ini akan mencabut hukuman dilarang bermain, jika kesebelasan itu maju ke perempat final. Hal ini dilakukan agar pemain tersebut memberikan kesempatan dia untuk dapat tampil di partai puncak.

Berbagai kalangan berharap, UEFA dapat mengadopsi peraturan FIFA tersebut.

Mantan pemain Manchester United, Nicky Butt, yang memperkuat MU pada final Liga Champions 1999, mencontohkan larangan bermain untuk dua rekannya di partai puncak, yaitu Paul Scholes dan Roy Keane.

Menurutnya, larangan bermain ini harud dibuat lebih spesifik. "Saya setuju pemain itu dilarang tampil di final, jika dia bermain brutal," katanya kepada BBC Sport.

Sebaliknya, lanjutnya, apabila tindakan pemain itu tidak seperti itu, "hukuman larangan bermain itu tak layak ditimpakan."

Dia membayangkan betapa pemain itu akan meratapi nasibnya seumur hidup karena tak bisa tampil di partai puncak, padahal 'kesalahannya' tidak seberapa.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.