Thomas dan Uber menjadi cerminan Olimpiade 2012

Terbaru  18 Mei 2012 - 17:32 WIB
Tantowi Ahmad/Lilyana Natsir

Medali emas di Olimpiade London 2012 diharapkan disumbangkan oleh Tantowi Ahmad/Lilyana Natsir.

Piala Thomas dan Uber cukup bisa menjadi gambaran Olimpiade London 2012 karena para pemain yang turun juga akan bertanding di olimpiade pada bulan Juli dan Agustus.

Masing-masing -baik dari Indonesia dan lawan-lawan- juga bisa mengukur sampai di mana prestasi, kecuali ganda campuran yang tidak dipertandingkan di Piala Thomas dan Uber.

Piala Thomas dan Uber menjadi target utama juga. Di olimpiade jelas kalau Indonesia sudah memiliki suatu tradisi yang dikenal dengan tradisi emas olimpiade. Saya rasa cukup waktu setelah Piala Thomas dan Uber di Wuhan, Cina, yang akan digelar pada 20-27 Mei 2012.

Masih ada beberapa turnamen Super Series yang bisa menjadi, katakanlah, semacam try out atau try in. Saya rasa rasa Badminton World Federation, WBF, sudah mengatur jadwal dengan baik sehinga persiapan tuntuk Olimpiade Londojn 2012 idak terganggu.

Tantangan bagi Indonesia di Piala Thomas dan Uber sangat jelas karena beberapa tahun belakangan ini Indonesia sangat sulit untuk merebut Thomas dan Uber. Maksimal pernah mencapai final namun kalah telak pada perandingan final.

Memang jelas tantangan ini membutuhkan perjuangan yang keras karena sudah mencapai babak final, berbeda dengan saat kualifikasi dulu.

Dan lawan-lawan pastilah juga akan menurunkan tim terbaik masing-masing.

Lawan-lawan lama

Rasanya dari Asia itu tim-tim yang secara tradisi memang sudah menjadi lawan tangguh kita, seperti Cina, Korea Selatan, dan Malaysia.

Sekarang juga Jepang sudah menunjukkan peningkatan yang sangat baik. Kalau dari Eropa, tentu Denmark sebagai negara bulu tangkis yang paling terkemuka di Eropoa.

Tradisi emas Indonesia

Barcelona 1992
Alan Budikusuma (tunggal putra)
Susi Susanti (tunggal putri)

Atlanta 1996
Rexy Mainaky/Ricky Subagja (ganda putra)

Sydney 2000
Tony Gunawan/Candra Wijaya (ganda putra)

Athena 2004
Taufik Hidayat (tunggal putra)

Beijing 2008
Markis Kido/Hendra Setiawan (tunggal putra)

Beratnya tantangan di Piala Thomas dan Uber jelas mencerminkan tantangan di Olimpiade London 2012 karena olimpiade merupakan ajang empat tahunan, yang sulit didapat oleh atlet-atlet Indonesia.

Apalagi kalau kalau dikaitkan dengan perolehan medali emas Indonesia, selama ini yang paling banyak kan pernah mendapat dua medali emas di Olimpaide Barcelona 1192. Ketika itu pertama kali bulu tangkis dipertandingkan dan Indonesia mendapat medali emas dari tunggal putra, Alan Budikusuma, dan tunggal putri, Susi Susanti.

Setelah itu hanya satu, begitu juga terakhir kali saat Olimpiade Beijing 2008 lewat pasangan ganda putra, Markis Kido dan Hendra Setiawan. Ini menjadi gambaran dari perjuangan yang berat.

Ganda campuran

Selain itu dari peringkat maupun kuota pemain yang lolos ke olimpiade, Indonesia juga tidak lengkap dalam arti untuk nomor ganda hanya mewakilkan satu pasang saja, baik di ganda putra, ganda putri, maupun ganda campuran. Padahal seharusnya kita mengharapkan kuota dua pasangan untuk setiap nomor ganda itu.

Dari sisi prestasi dan peringkat, Indonesia tentu sangat mengharapkan pasangan ganda campuran, Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir, bisa meneruskan tradisi emas ini. Dilihat dari dari sisi peringkat dan prestasi mereka, dengan tidak meremehkan nomor-nomor lain.

Tapi jujur kalau peluang berdasarkan faktanya adalah bahwa ganda campuran Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang mempunyai prestasi yang terbaik saat ini.

Sepanjang tahun ini, pasangan Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir antara lain berhasil meraih Juara All England 2012, Swiss Open 2012, dan Juara India Open Supers Series 2012.

*ditulis dari wawancara BBC Indonesia dengan Christian Hadinata, Jumat 18 Mei 2012, dengan tambahan sejumlah data

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.