FIFA ingin mengganti adu penalti

Terbaru  25 Mei 2012 - 20:01 WIB
blatter

Final Liga Champions antara Bayern Muenchen dan Chelsea ditentukan adu penalti

Presiden FIFA Sepp Blatter meminta presiden kehormatan Bayern Muenchen, Franz Beckenbauer untuk mencari alternatif dari ''tragedi'' adu penalti untuk menentukan hasil pertandingan.

Beckenbauer adalah kepala Gugus Tugas Sepakbola 2014, satu kelompok yang dibentuk untuk merekomendasikan perubahan peraturan.

''Sepakbola bisa menjadi tragedi kalau harus ditentukan adu penalti,'' kata Blatter dalam Kongres FIFA yang berlangsung Jumat (25/05) di Budapest, Hungaria.

''Sepakbola tidak seharusnya berakhir satu lawan satu. Ketika ujungnya adalah adu penalti, sepakbola kehilangan esensinya.''

Ia menambahkan, ''Mungkin Franz Beckenbauer dengan gugus tugasnya bisa memberi kita jalan keluar, mungkin tidak hari ini tetapi di masa depan.''

Diperkenalkan tahun 1970

Final Liga Champions tahun ini diakhiri lewat adu penalti dengan Chelsea mengalahkan Bayern Muenchen yang mendominasi pertandingan.

Adu penalti itu merupakan yang kesepuluh kalinya dalam sejarah final Liga Champions.

Sebelum adu penalti ini diperkenalkan tahun 1970, pertandingan yang berakhir seri ditentukan lewat pertandingan ulang atau diundi menggunakan uang logam. Di tahun 1968 misalnya Italia mengalahkan Uni Sovyet di semifinal Piala Eropa lewat undian uang logam.

Tahun ini Zambia memenangi Piala Afrika setelah mengalahkan Pantai Gading lewat adu penalti.

Piala Dunia tercatat dua kali ditentukan lewat adu penalti: tahun 1994 Brasil mengalahkan Italia dan Italia mengalahkan Prancis tahun 2006.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.