UEFA selidiki kasus dugaan rasisme terhadap Balotelli

Terbaru  12 Juni 2012 - 19:26 WIB
balotelli

Balotelli diduga menjadi sasaran teriakan rasis di Piala Eropa.

Badan sepak bola Eropa (UEFA) meningkatkan penyelidikan kasus teriakan rasisme yang diduga ditujukan kepada penyerang Italia, Mario Balotelli, dan Theodor Gebre Selassie, pemain belakang Republik Ceko.

UEFA mengatakan mereka telah menerima laporan baru kasus rasisme di putaran final Piala Eropa 2012 tersebut.

"Saat ini UEFA meningkatkan penyelidikan. Meski demikian untuk sementara ini tidak ada tindak disiplin yang kami ambil," kata Rob Faulkner, juru bicara UEFA kepada para wartawan di Warsawa, Polandia, hari Selasa (12/6).

UEFA berjanji tidak akan mentolerir rasisme selama penyelanggaraan Piala Eropa namun menegaskan bahwa diperlukan bukti kuat sebelum kasus-kasus rasisme diproses secara hukum.

Sekelompok pendukung Spanyol mengakui hari Senin bahwa sekitar 200 pendukung mengeluarkan suara mirip monyet saat digelar pertandingan antara Spanyol melawan Italia di Gdanks, Polandia, hari Minggu (10/06), kata kantor berita Associated Press.

Faulkner mengatakan UEFA juga tengah mengumpulkan bukti dari ofisial Ceko terkait dugaan makian rasis dari pendukung Rusia kepada Gebre Selassie dalam pertandingan di Wroclaw, hari Jumat.

Belum ada bukti kuat

"Saat ini UEFA meningkatkan penyelidikan. Meski demikian untuk sementara ini tidak ada tindak disiplin yang kami ambil."

Rob Faulkner

Gebre Selassie sendiri mengatakan ia menjadi sasaran makian rasis, namun menolak untuk mengajukan kasus ini secara resmi.

"Tidak ada yang ekstrem. Saya pernah mengalami kasus yang jauh lebih serius," kata Gebre Selassie, pemain Ceko yang berayah orang Ethiopia ini.

Ketentuan UEFA menyebutkan bahwa tindakan pendukung satu negara menjadi tanggung jawab asosiasi sepak bola nasional.

Bila pendukung dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana rasisme, asosiasi sepak bola akan dijatuhi hukuman denda.

Bila kasusnya dianggap berulang dan makin serius, UEFA bisa mengeluarkan hukuman berupa pengurangan angka dan bahkan dicoret dari putaran final Piala Eropa 2012.

Untuk kasus Balotelli, para pejabat sepak bola Italia menolak mengirim laporan dugaan teriakan rasisme yang ditujukan ke Balotelli.

Insiden rasisme pertama di Piala Eropa 2012 berlangsung dua hari sebelum pembukaan ketika sejumlah penonton mengeluarkan suara meniru bunyi monyet kepada pemain-pemain Belanda yang tengah latihan di Krakow, Polandia.

UEFA menyatakan mereka tidak bisa mendapatkan bukti rekaman kejadian tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.