Indonesia kirim 21 atlet ke Olimpiade London

Tontowi dan Lilyana Hak atas foto AP
Image caption Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir diharapkan mampu menyumbangkan emas dalam Olimpiade.

Indonesia pastikan hanya ada 21 atlet yang akan bertanding pada ajang Olimpiade London 2012 yang akan berlangsung oada 27 Juli hingga 12 Agustus mendatang.

Jumlah ini lebih sedikit dari Olimpiade Beijing, Cina empat tahun lalu dimana saat itu Indonesia mengirimkan 24 atletnya ke ajang olahraga terbesar di dunia ini.

"Sudah bisa dipastikan kekuatan kontingen Indonesia sebanyak 21 atlet," kata Supporting Deputy Tim Indonesia, Ade Lukman kepada Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho di Jakarta.

"Saat ini atlet-atlet sedang menjalani pemusatan latihan, atlet angkat besi kita besok (06/07) besok akan menuju Korea Selatan untuk melakukan persiapan akhir sebelum akhirnya ke London."

Seperti pada Olimpiade sebelumnya cabang bulutangkis kembali menjadi penyumbang atlet terbanyak dengan sembilan atlet dan kemudian diikuti oleh cabang angkat besi yang berhasil meloloskan enam atlet.

Sementara cabang atletik meloloskan dua atlet untuk ajang Olimpiade kali ini, sedangkan anggar, panahan, dan menembak masing-masing meloloskan satu atlet.

"Saat ini semua atlet sedang dalam persiapan akhir dan diharapkan pada Olimpiade berlangsung nanti mereka akan mencapai kondisi puncaknya."

Target Medali

Meski jumlah atlet Indonesia yang ikut dalam Olimpiade London kali ini berkurang dibandingkan dengan ajang serupa sebelumnya namun Komite Olimpiade Indonesia tetap berharap tradisi emas akan berlanjut di tahun ini.

"Kita menargetkan tradisi perolehan medali emas tetap bisa dipertahakan memang di atas kerta cabang olahraga yang berpotensi adalah bulutangkis dan angkat besi namun kita tidak menutup kemungkinan atlet dari cabang lain seperti panahan bisa memberi kejutan," kata Ade Lukman.

Sebelumnya pada Olimpiade Beijing 2008, Indonesia menduduki peringkat ke-42 dari 204 negara yang turut berlaga. Indonesia meraih satu medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu.

Emas Indonesia saat itu dipersembahkan oleh Markis Kido/Hendra Setiawan yang tampil pada cabang bulutangkis pada nomor ganda putra.

Peluang Indonesia untuk meraih emas dari cabang Bulutangkis masih cukup terbuka, mengingat Indonesia masih mampu berbicara di sejumlah nomor seperti ganda campuran dan ganda putra.

Sementara cabang lainnya yang mungkin akan ikut mentumbang medali adalah angkat besi.

Atlet senior

Mantan atlet bulutangkis yang juga peraih medali emas nomor tunggal putra pada Olimpiade tahun 1992 di Barcelona, Spanyol, Alan Budikusuma memperkirakan peluang medali emas cabang bulutangkis kemungkinan besar akan datang dari nomor ganda campuran.

"Harapan paling besar di nomor ini (ganda campuran) bukan berarti yang lain tidak ada harapan, karena saya melihat negara lain kalau menghadapi Lilyana dan Tontowi (Lilyana Natsir/Tontowi Ahmad), mereka cukup ditakuti. Mereka cukup punya kans bersar dibandingkan yang lain dan harapan kita meneruskan tradisi emas bisa di Olimpiade kali ini," kata Alan Budikusuma.

Alan berharap kondisi pemain tidak mengalami cedera disaat menjelang Olimpiade kali ini sehingga para atlet mampu menunjukan permainan terbaiknya pada ajang Olimpiade nanti.

Sementara untuk cabang angkat besi peluang medali tampaknya masih akan digantungkan pada atlet senior Eko Yuli Irawan yang juga meraih medali perak pada Olimpiade Beijing empat tahun lalu.

"Kami berharap bisa lebih baik dari prestasi tahun 2008, jujur kalau saya boleh katakan saat ini yang punya potensi peluang terbesar kalau dilihat rangkingnya adalah Eko (Yuli Irawan), Jadi, Setiadi dari Lampung dan Deni, kita punya peluang memang di nomor 56kg, 62kg dan 69kg," kata Manajer Tim Angkat Besi Indonesia, Lukman.

Bonus Atlet

Image caption I Gede Siman Sidartawa akan menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang tampil di cabang renang.

Sementara sejumlah atlet Indonesia dari cabang lain di luar angkat besi dan bulutangkis tampaknya memang tidak akan mendapatkan beban khusus untuk meraih medali.

Supporting Deputy Tim Indonesia, Ade Lukman mengharapkan atlet di luar cabang angkat besi dan bulutangkis mampu memberikan kejutan dengan prestasi gemilang yang mereka torehkan nanti.

Atlet cabang renang I Gede Siman Sudartawa, misalnya beberapa waktu lalu mengatakan meski tidak diunggulkan namun dia akan berupaya memberikan catatan terbaik di nomornya.

"Saya mungkin akan cari best time dulu dan menunjukan yang terbaik buat Indonesia," kata I Gede Siman Sudartawa

"Akan ada banyak perenang papan atas dari Jepang dan Perancis yang akan ikut dalam Olimpiade nanti."

Komite Olimpiade Indonesia sendiri mengatakan setiap atlet berprestasi nantinya kemungkinan besar akan diisiapkan bonus dari sejumlah sponsor pendukung tim Indonesia.

"Bonus tentunya akan diberikan oleh pemerintah, kemudian oleh pihak-pihak swasta yang sudah komit tapi kita tidak bisa sebutkan berapa besarannya, yang pasti mereka sudah siapkan memberikan apresiasi kepada atlet-atlet yang berprestasi," kata Ade Lukman.

Dari sisi perolehan medali emas, prestasi terbaik Indonesia terjadi pada tahun 1992 saat Olimpiade digelar di Barcelona, Spanyol dengan perolehan dua medali emas.

Saat itu dua emas Indonesai di dapat lewat atlet bulutangkis nomor tunggal putra, Alan Budikusuma dan nomor tunggal putri, Susi Susanti.

Berita terkait