Mengapa pembalap F1 suka Silverstone?

Terbaru  6 Juli 2012 - 19:16 WIB
Formula 1

Lintasan F1 Silverstone yang diperbarui mulai digunakan pada tahun 2010.

Grand Prix Formula Satu Inggris, yang berlangsung akhir pekan ini, merupakan salah satu yang disukai para pembalap F1, antara lain karena Silverstone merupakan lintasan klasik dengan tata letak yang hebat.

Begitulah selalu, namun menurut saya, rancangan barunya -yang mulai digunakan tahun 2010- bahkan lebih baik lagi dari yang sebelumnya.

Lintasan memiliki kombinasi hebat untuk belokan cepat dan lambat. Mereka mempertahankan sudut yang cepat, seperti Copse serta Becketts, dan menambahkan yang baru sehingga memungkinkan untuk mengerem dengan mendadak dan bisa mendahului.

Ini mengingatkan saya pada sirkuit Suzuka di Jepang, yang enak dijalani dan merupakan satu dari beberapa lintasan yang bisa membuat Anda merasakan kemampuan dari mobil F1 dan juga kekuatan untuk menurunkan kecepatan.

Selama bertahun-tahun, balapan di Silverstone dimulai di Copse. Sekarang pit digeser ke sisi lain lintasan balap dan belokan pertama adalah Abbey Curve yang sudah mendapat bentuk baru.

Itu merupakan belokan yang amat cepat dengan persneling tujuh dan ada gundukan di ujung yang membuatnya menjadi sulit.

Lintasan cepat

Formula 1

Lewis Hamilton saat sesi latihan pertama di Silverstone, Jumat 6 Juli.

Tahun lalu saya mendapat poin untuk Toro Rosso di sini, dan saya bisa menyapunya dengan cepat namun mobil-mobil terbaik, seperti Red Bull, juga bisa menggunakan DRS sehingga bisa mendahului.

Sistem pembuangan yang membuat tim-tim besar, seperti Red Bull, bisa mengurangi kecepatan dengan mendadak sudah dilarang tahun ini, namun saya kira Abbey Curve masih bisa disapu.

Belokan itu amat mengasyikkan dan Anda harus masuk ke ujungnya dengan tepat karena setelah itu ada belokan cepat lainnya, kali ini ke kiri, langsung di depan.

Kemudian Anda akan memasuki bagian baru dengan belokan yang lambat, Village dan the Loop, tempat pembalap harus mebgerem dan memungkinkan untuk memotong pembalap lain.

Lintasan amat lebar di sini dan ada berbagai jalur lurus di sekitar belokan-belokan yang cantik.

Maria de Villota

Maria de Villota mengalami kecelakaan saat uji coba mobil F1.

Jika Anda melihat peta sirkuit maka akan sulit mempercayai bahwa mobil bisa mengebut amat cepat, karena ada belokan 90 derajat namun terbuka dengan banyak jalur untuk lepas ke luar sehingga membuat belokan jadi mudah.

Tentang Maria

Menjelang balapan, saya terkejut mendengar kecelakaan yang menimpa pembalap uji coba, Maria de Villota. Saya mengenal dia dan keluarganya dengan baik. Saya tidak tahu apa penyebab kecelakaan.

Banyak kabar burung yang beredar namun saya ingin menunggu yang sebenarnya terjadi.

Amat menyedihkan karena Maria orang yang menyenangkan, juga abang dan bapakya, Emilio, yang merupakan pembalap F1 pertama Spanyol.

Maria merupakan idola, khususnya bagi semua perempuan yang ingin masuk F1, jadi ini situasi yang amat menyedihkan.

Syukurlah situasinya tidak mengancam jiwanya dan kita harus melihat sisi positifnya. Kita akan melihat Maria lagi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.