Federer ke final setelah mengalahkan Djokovic

Roger Federer Hak atas foto AFP
Image caption Roger Federer membuka peluang untuk menyamakan prestasi Pete Sampras di Wimbledon.

Roger Federer menjadi petenis pertama yang berhasil mencapai final Wimbledon untuk kedelapan kali setelah mengalahkan Novak Djokovic.

Petenis Swiss ini menang atas juara bertahan asal Serbia lewat pertandingan empat set, dengan angka 6-3, 3-6, 6-4, dan 6-3.

Dia memerlukan waktu dua jam 19 menit untuk menaklukkan Djokovic, yang merupakan petenis peringkat pertama dunia dan diunggulkan di tempat pertama.

"Saya amat gembira. Saya memainkan pertandingan yang hebat hari ini. Novak juga bermain baik di dua set pertama, namun set ketiga yang menjadi kunci," katanya kepada para wartawan selepas pertandingan hari Jumat, 6 Juli.

Terakhir kali Federer mencapai final Wimbledon pada tahun 2009, ketika dia meraih juara Wimbledon untuk keenam kalinya.

Menuju peringkat satu

Tahun lalu, Federer kalah di seperempat final dari petenis Prancis, Jo-Wilfried Tsonga, sementara tahun 2010 dikalahkan petenis Jerman, Tomas Berdych.

"Banyak orang yang terkejut ketika saya kalah dari Berdych, namun saya tidak. Mereka mengatakan 'bagaimana Wimbledon final tanpa Anda?'. Saya cuma berlibur dan bersiap untuk kejuaraan lainnya," tambah Federer.

Kemenangan atas Djokovic juga membuka peluang baginya untuk menyamakan prestasi yang dicapai Pete Sampras di Wimbledon, yaitu tujuh kali juara.

Jika menang, maka Federer akan kembali ke peringkat satu dunia dan meraih 17 juara Grand Slam.

Di final dia akan berhadapan dengan pemenang pertandingan antara petenis tuan rumah Andy Murray dengan Jo-Wilfried Tsonga dari Prancis.

Selama ini, Murray sudah bertemu enam kali dengan Tsonga dan lima pertandingan di antaranya dimenangkan oleh Murray.

Banyak warga Inggris yang mengharapkan Andy Murray bisa meraih Wimbledon. Apabila Murray menang, dia akan menjadi petenis tunggal putra pertama Inggris yang menang dalam waktu 76 tahun terakhir.

Berita terkait