Murray dan Federer mengejar rekor di Wimbledon

Terbaru  7 Juli 2012 - 13:38 WIB

Andy Murray diharapkan mampu mengakhiri paceklik gelar Inggris di Wimbledon.

Andy Murray mengharapkan bisa memberi kemenangan bersejarah bagi publik Inggris saat menghadapi juara enam kali Wimbledon Roger Federer di final hari Minggu (08/07) nanti.

Jika berhasil menang, Murray akan mengakhiri paceklik gelar petenis pria asal Inggris di Wimbledon yang terakhir direbut Fred Perry 76 tahun silam.

"Melawan Federer, saya mungkin tidak diharapkan menang, tetapi jika saya bermain bagus, saya mampu untuk menang,'' katanya.

"Rekornya di sini sangat luar biasa, jadi tekanan lebih sedikit bagi saya,'' katanya.

Murray berhasil masuk final Wimbledon setelah mengalahkan petenis Prancis Jo-Wilfried Tsonga dalam empat set Jumat kemarin dan menjadikannya sebagai pria Inggris pertama sejak Henry "Bunny" Austin pada tahun 1938 yang mencapai final Wimbledon.

Dalam pertandingan melawan Federer nanti Murray mengatakan : ''Saya telah belajar untuk berada di sekitar dia, jangan pernah terlalu tinggi, jangan terlalu rendah, yang mungkin di masa lalu saya lakukan. Yang saya butuhkan adalah mencoba dan sedikit lebih stabil di lapangan, tidak terlalu emosional.''

"Pelatih saya akan menonton rekaman pertandingan Roger pekan ini dan rekaman saat bertanding melawan saya sebelumnya, tetapi saya mencoba untuk tidak menontonnya sebelum saya bermain melawannya.''

"Jika anda terlalu detil atas apa yang terjadi pada masa lalu, tidak selalu menguntungkan, karena di tenis setiap hari berbeda.''

Kejar rekor

federer

Federer memiliki rekor bagus di Wimbledon.

Dari 15 kali pertandingan antara kedua petenis Murray memenangkan 8 kali pertemuan, tetapi dua pertemuan terakhir selalu dimenangkan Federer.

Federer sendiri berhasil maju ke final dengan mengalahkan petenis favorit lainnya Novak Djokovic.

Meski Murray mencoba optimistis tetapi catatan statistik lebih mendukung Federer.

Petenis asal Swiss ini hanya satu kali kalah dalam tujuh pertandingan final di Wimbledon - dia kalah dari Rafael Nadal tahun 2008 - dan, sama seperti Murray, Federer juga ingin membuat rekor pribadi.

Dengan 16 gelar Grand Slam, Federer hanya kurang satu gelar lagi untuk menyamai rekor Pete Sampras di era kejuaraan terbuka dengan memenangkan tujuh gelar Wimbledon, dan juga akan kembali menjadi pemain nomor satu sekaligus menggusur rekor Sampras lainnya yang menjadi petenis nomor satu selama 286 pekan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.