Mahmoud Sarsak dibebaskan Israel

Mahmoud Sarsak Hak atas foto Reuters
Image caption Kedatangan Mahmoud Sarsak di Gaza disambut meriah oleh warga Palestina.

Israel telah membebaskan pemain sepak bola timas Palestina, yang ditahan selama tiga tahun tanpa pengadilan dan dakwaan.

Mahmoud Sarsak dituduh sebagai pegiat kelompook militan Islam Jihad, yang terlibat dalam serangkaian kekerasan terhadap Israel.

Kedatangannya di Gaza dengan ambulans mendapat sambutan meriah dan belasan militan Islam melepas tembakan ke udara untuk meramaikan kedatangannya.

Pria berusia 25 tahun itu menegaskan dirinya tidak bersalah dan beberapa kali melakukan aksi mogok makan. Sebelum dibebaskan, dia sedang mogok makan selama 90 hari lebih dan mendapat dukungan organisasi olahraga internasional.

Saudaranya, Aziz Sarsak, menyatakan kegembiraan dengan pembebasan adiknya dan mengharapkan semua tahanan Palestina dibebaskan Israel.

"Saya tidak bisa menggambarkan kegembiraan. Yang saya doakan kepada Tuhan adalah semua tahanan dibebaskan Israel," tuturnya kepada kantor berita AP.

Tidak cukup bukti

Sarsak ditangkap pada Juli 2009 di perbatasan antara Gaza dengan Israel saat dalam perjalanan menuju Tepi Barat untuk pertandingan sepak bola.

Dinas rahasia Israel, Shin Bet, menuduh Sarsak yang memasang bom yang melukai seorang tenara Israel namun bukti-buktinya tidak cukup sehingga dia ditahan tanpa dakwaan.

Bulan Maret tahun ini dia melakukan aksi mogok makan untuk menuntut pembebasannya dan menghentikan aksinya pada Bulan Juni setelah mendapat jaminan dari Israel akan dibebaskan.

Dalam aksi mogok makan terakhirnya -yang mengarah pada pembebasannya- dia sudah kehilangan berat badan sampai setengahnya.

Kondisinya yang memburuk membuat FIFA meminta agar federasi sepakbola Israel berupaya membujuk pemerintah Israel. Sementara organisasi pemain sepak bola internasional (FIFPRo), juga menuntut pembebasannya.

Mantan bintang Manchester United, Eric Cantona, dan sutradara film terkemuka asal Inggris , Ken Loach, ikut menandatangani petisi yang meminta pembebasan Mahmoud Sarsak.

Berita terkait