Ashley Cole jadi sasaran pesan rasisme

Ashley Cole Hak atas foto PA
Image caption Ashley Cole berupaya meredakan situasinya dengan mengeluarkan pernyatan.

Kepolisian Wilayah Derbyshire, Inggris, membuka penyelidikan sehubungan dengan komentar rasisme di Twitter atas pemain belakang Chelsea, Ashley Cole.

Cole dilaporkan disebut sebagai choc ice oleh seorang pengguna Twitter dan istilah ini biasanya diartikan sebagai 'hitam di luar namun putih di dalam'.

Pengguna Twitter yang menggunakan istilah itu berasal dari kawasan Derbyshire dan penyelidikan dilakukan polisi setelah mendapat pengaduan dari masyarakat.

Kasus ini muncul hanya beberapa hari setelah Kapten Chelsea, John Terry, dinyakan bebas dalam dakwaan komentar rasisme yang dia lontarkan kepada pemain Queens Park Rangers, Anton Ferdinand.

Dalam sidang atas Terry tersebut, Cole hadir untuk memberikan kesaksian yang meringankan Terry.

Ditanggapi Rio Ferdinand

Komentar atas Cole di Twitter itu sempat dikomentari oleh pemain belakangan Rio Ferdinand -yang juga merupakan abang dari Anton Ferdinand- pada hari Sabtu 14 Juli.

Rio menanggapinya dengan mengatakan, "Saya mendengarmu kawan! Choc ice itu klasik hahahahaha!!"

Namun banyak pengguna Twitter yang prihatin dengan komentar Rio, yang malah menambahkan bahwa jika dia ingin tertawa atas pesan seseorang maka dia akan tertawa.

Cole sendiri berupaya meredakan situasinya pada hari Minggu (15/07) dengan mengeluarkan pernyataan melalui penasehat hukumnya kalau dia tidak punya rencana untuk menyampaikan protes.

"Ashley Cole mengetahui diskusi sehubungan dengan komentar yang muncul di Twitter dan ingin menegaskan bahwa dia dan Rio Ferdinand merupakan teman baik. Dan Ashley memahami bahwa tweeting amat cepat dan sering kali menghasilkan komentar yang terburu-buru dan di luar kendali" tulis pernyataan penasehat hukum Cole seperti dikutip kantor berita PA.

Ferdinand kemudian menulis pesan lagi, "Yang saya katakan kemarin bukan istilah rasisme. Itu merupakan jenis jargon yang banyak digunakan untuk seseorang yang berpura-pura. Begitulah."

Namun Kepolisian Derbyshire menegaskan bahwa yang menjadi penyelidikan yang dilakukan adalah atas pesan Twitter yang pertama berdasarkan pengaduan seseorang dan bukan komentar Rio Ferdinand.

Berita terkait