Erick minta sistem pertandingan bulutangkis diubah

Terbaru  2 Agustus 2012 - 00:34 WIB
Delapan pemain didiskualifikasi.

Delapan pemain didakwa sengaja mencatat kekalahan di Olimpiade.

Diskualifikasi delapan pemain ganda putri, dua di antaranya dari Indonesia, di Olimpiade London membuat ketua kontingen Indonesia, Erick Thohir, mengusulkan perubahan sistem pertandingan.

Erick mengatakan Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Federasi Dunia Bulutangkis (BWF) perlu melakukan kajian atas kasus ini dan mengubah sistem.

"IOC dan BWF bisa belajar dari sistem yang dipakai di Piala Thomas dan Uber, yang tidak memungkinkan pemain sengaja untuk kalah," kata Erick seperti dikutip kantor berita Reuters.

BWF mendiskualifikasi delapan pemain, Wang Xiaoli dan Yu Yang dari Cina, pasangan Indonesia Greysia Polii/Meiliana Jauhari, dan dua pasangan Korea Selatan, Jung Kyung-eun/Kim Ha-na dan Ha Jung-eun/Kim Min-jung, setelah didakwa sengaja kalah.

Korea Selatan mengajukan banding namun ditolak sementara banding Indonesia belakangan dicabut.

Cina sejak awal menerima hukuman dan tidak mengajukan banding.

Kekhawatiran eks pemain

Babak penyisihan bulutangkis Olimpiade London memakai sistem grup dan sejumlah mantan pemain mengatakan sistem ini membuka peluang bagi pemain untuk bermain mata dengan harapan mendapatkan lawan yang lebih mudah.

Gail Emms, mantan pemain ganda Inggris, mengatakan sejak awal dirinya sudah memperkirakan kasus ini akan muncul.

Bahkan kekhawatiran ini sempat dimunculkan dalam pertemuan antara manajer tim dan ofisial pertandingan namun ofisial tidak menganggap serius kekhawatiran Emms.

"Turnamen besar bulutangkis sebelumnya tidak pernah menggunakan sistem grup. Biasanya langsung masuk ke babak utama dengan sistem gugur. Tapi atas pertimbangan-pertimbangan tertentu Olimpiade London memakai sistem grup ini," kata Emms kepada BBC Radio 5 Live.

Ia menambahkan ketika pertama kali ia mendengar Olimpiade London memakai sistem grup, ia langsung memperkirakan akan ada strategi sengaja mencatat kekalahan demi mendapatkan lawan yang lebih enteng.

"Dan inilah yang terjadi saat ini," tegas Emms.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.