Petinju Jepang dinyatakan menang

Satoshi Shimizu dan Magomed Abdulhamidov Hak atas foto AP

Banding Jepang diterima terkait kekalahan petinju kelas bantam Satoshi Shimizu di tangan Magomed Abdulhamidov dari Azerbaijan.

Asosiasi Tinju Amatir Internasional, AIBA, membatalkan hasil pertarungan antara Satoshi Shimizu dan Magomed Abdulhamidov di ajang Olimpiade pada Rabu malam waktu London (01/08).

AIBA selanjutnya menyatakan petinju Jepang menang dan Shimizu maju ke babak perempat final.

Dalam pertarungan Excel, London, Abdulhamidov dinyatakan menang dengan angka 22-17 meskipun berhasil ditumbangkan enam kali di ronde terakhir.

Namun tim tinju Jepang langsung mengumumkan niat mengajukan banding. Para penonton juga menyatakan kecewa atas hasil tinju.

Tim tinju Jepang menghampiri kantor kompetisi dengan membawa uang US$500 sebagai syarat mengajukan banding.

"Saya kaget dengan hasil akhir. Dia jatuh banyak kali," kata Shimizu.

"Mengapa saya tidak menang? Saya tidak mengerti," tambah petinju Jepang itu.

Penyelidikan

AIBA mengatakan pertarungan antara Satoshi Shimizu dan Magomed Abdulhamidov seharusnya dihentikan ketika lawan Shimizu jatuh beberapa kali.

Asosiasi Tinju Amatir Internasional juga mengatakan penyelidikan sedang dilakukan tentang bagaimana petinju Azerbaijan semula dinyatakan menang.

Disebutkan ada kemungkinan wasit kompetisi Ishanguly Meretnyyazov asal Turkmenistan dikenai sanksi.

Setelah hasil banding diumumkan, Satoshi Shimizu mengatakan senang bisa maju ke babak selanjutnya.

"Saya berusaha semaksimal mungkin. Saya bertarung dengan sangat baik. Inggris adalah tempatnya tinju dan penonton memberikan dukungan besar kepada saya sehingga sangat senang dengan hal itu," tutur Satoshi Shimizu.

Kontroversi di cabang tinju juga menimpa petinju kelas berat asal Iran, Ali Mazaheri yang didiskualifikasi di putaran kedua melawan petinju Kuba, Jose Larduet Gomez.

Berita terkait