Usain Bolt raih medali emas ke tiga

Terbaru  12 Agustus 2012 - 10:30 WIB

Usain Bolt ulangi sukses Olimpiade Beijing dengan merebut tiga medali emas di London.

Pelari tercepat dunia, Usain Bolt, meraih medali emas ketiga di Olimpiade London dari nomor estafet 4x100 meter putra.

Tim estafet Jamaika bukan hanya meraih medali emas namun juga mencatat rekor dunia baru 36.84 dengan Bolt sebagai pelari terakhir dalam tim.

Suasana Stadion Olimpiade London bergemuruh ketika Bolt berlari untuk menyelesaikan 100 meter terakhir dan para penonton bersorak lebih keras ketika papan pengumuman memastikan pemecahan rekor dunia, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Liston Siregar, yang ikut menyaksikan lomba.

Adapun medali perak diraih Tim Amerika Serikat sedang perunggu oleh Trinidad dan Tobago.

Sejak Bolt masuk lintasan untuk pemanasan, sekitar 80.000 penonton di Stadion Olimpiade Stratford sudah memberikan sambutan. Dan pelari yang sudah mendapat medali emas untuk 100m dan 200m itu tampaknya menyadari perhatian khusus para penonton.

Dia berulang kali mengangkat tangan saat pemanasan untuk menanggapi sambutan penonton yang meriah.

Jamaika langsung memimpin tipis sejak awal lewat Nesta Carter and Michael Frater namun Yohan Blake di paruh ketiga yang tampak memberi landasan untuk Bolt yang kemudian mewujudkannya dengan rekor yang lebih tajam dari 37.04, yang mereka catat saat Kejuaraan Dunia 2011 di Daegu, Korea Selatan.

Medali emas kedua Mo

Gemuruh Stadion Olimpiade

Duduk di kursi barisan ujung paling atas di stadion berkapasitas 80.000 penonton tidak memberi pandangan yang jelas ke lintasan yang berada jauh di bawah. Apalagi jika tidak membawa teropong. Yang terlihat lebih sosok dari para atlet, dan Usain Bolt serta Mo Farah bisa dikenal karena wajah dan tubuh mereka sudah terkenal, apalagi selama Olimpiade.

Jadi jauh lebih jelas jika nonton di TV. Bahkan di stadion pun begitu para atlet mencapai garis finish atau menyelesaikan lompatan maupun lemparan lembing, maka para penonton yang berada di ujung atas melotot ke layar lebar untuk melihat ekspresi para pemenang.

Tapi suasana kemeriahan para penonton yang tidak mungkin dirasakan di TV. Mayoritas penonton yang warga Inggris tidak hanya mendukung atletnya. Hampir semua atlet yang bersiap-siap melompat mistar atau melempar lembing juga mendapat dorongan tepuk tangan walau tak ada atlet Inggris di dua nomor itu.

Tentu ketika Mo Farah turun, sorak sorai lebih meriah. Tapi ketika Usain Bolt muncul pun, gemuruh para penonton tak kalah kuatnya. Sebelum nonton langsung di Stadion Olimpiade, banyak berita yang memang mengatakan suasana penonton amat meriah.

Duduk di ujung paling atas, saya bisa merasakannya langsung, dan pandangan yang terbatas tidak menjadi masalah.

Sebelumnya pelari jarak jauh Inggris, Mo Farah, berhasil merebut medali emas kedua dalam 5.000 meter setelah pekan lalu meraih emas di 10.000 meter.

Mo Farah berada paling belakang pada saat awal lomba dan di bawah dukungan para penonton tuan rumah, dia kemudian berada di urutan empat dan lima pada tengah lomba.

Sekitar 600 meter menjelang finish, dia melaju ke peringkat pertama dan beberapa puluh meter menjelang finish, pelari Ethiopia, Dejen Gebremeskel, mempercepat lari dan melewati Thomas Longosiwa, yang saat itu berada di belakang Mo.

Namun akhirnya Mo yang lebih dulu mencapai garis finish dan Gebremeskel mendapat perak sementara Longosiwa meraih perunggu.

Dengan prestasinya ini, Mo Farah merupakan pelari ketujuh dunia yang berhasil menang di 5.000m dan 10.000m dalam satu Olimpiade.

Dua emas untuk Rusia

Nomor final lain yang digelar Sabtu 11 Agustus malam waktu setempat adalah lompat tinggi putri, lari 800m putri, estafet 4x400m putri, dan lempar lembing putra.

Di lompat tinggi, atlet Rusia Anna Chicherova meraih medali emas sedangkan perak direbut Brigetta Barret dari Amerika Serikat dan perunggu di tangan atlet Rusia lainnya, Svetlana Shkoliva

Itu merupakan medali emas yang kedua pada Sabtu malam bagi Rusia karena beberapa waktu sebelumnya Mariya Savinova sudah meraih medali emas untuk nomor 800m.

Pelari Afrika Selatan –yang sempat menghadapi masalah gender- Caster Semenya meraih medali perak dan tempat ketiga direbut oleh pelari Rusia lainnya, Ekaterina Poistogova.

Untuk estafet 4x400m putri, emas direbut Tim Amerika Serikat, perak oleh Rusia dan perunggu direbut Jamaika.

Di nomor lempar lembing, atlet Trinidad dan Tobago, Keshorn Walcott, yang baru berusia 19 tahun.

Walcott memimpin sejak babak pertama dengan lemparan sejauh 84.51m dan memperbaiki catatannya pada lemparan kedua menjadi 84,58m.

Medang perak direbut Oleksandr Pyatnytsya dari Ukraina disusul Atti Ruuskanen dari Finlandia yang meraih perunggu.

Pemegang medali emas lempar lembing di Olimpiade Beijing dan Athena, Andreas Thorkildsen dari Norwegia, berada di peringkat enam.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.