Dokumen soal Hillsborough dibuka untuk publik

Terbaru  12 September 2012 - 15:47 WIB
hillsborough_liverpool

Keluarga korban menginginkan adanya kebenaran soal peristiwa Hillsborough.

Sejumlah dokumen pemerintah terkait peristiwa bencana terburuk dalam dunia olahraga Inggris yang dikenal dengan peristiwa Hillsborough akan dibuka untuk publik hari Rabu (12/09) .

Dalam peristwa yang terjadi pada 15 April 1989 itu ada 96 pendukung Liverpool yang tewas di Stadion Hillsborough saat menyaksikan semifinal pertandingan Piala FA.

Dalam kejadian itu tidak ada satu orang pun yang ditahan karena dianggap bertanggung jawab dalam peristiwa itu.

Sejumlah keluarga korban percaya bahwa akan ada banyak korban yang berhasil diselamatkan dalam peristiwa itu.

Mereka berharap dokumen penyelidikan yang akan dibuka bisa memberikan kejelasan tentang apa yang terjadi dalam peristiwa tersebut.

Laporan itu sendiri merupakan hasil kompilasi data yang dikumpulkan Panel Independen Hillsborough setelah mengkaji lebih dari 400 ribu dokumen dalam 18 bulan terakhir.

Rencananya keluarga korban akan diberikan prioritas untuk mendapatkan kesempatan pertama melihat hasil laporan yang berada di Katedral Anglikan Liverpool.

Sejumlah orang terus menuntut dalam dua puluh tahun terakhir agar dokumen itu bisa dibuka untuk publik.

Dokumen-dokumen kajian kabinet di Inggris tidak bisa dipublikasikan sebelum melewati 30 tahun sejak dokumen-dokumen itu dituliskan.

Luka lama

Namun tahun lalu anggota parlemen Inggris akhirnya menyetujui dokumen soal Hillsborough bisa dibuka tanpa adanya sensor apapun.

Persetujuan ini muncul setelah sekitar 140 ribu orang memberikan dukungan untuk itu lewat petisi elektronik.

Petisi yang disusun oleh pendukung Liverpool, Brian Irvine ini ditujukan untuk agar parlemen memberikan perhatian terhadap persoalan ini.

Sebelumnya penyelidikan independen tentang kasus ini yang dilakukan Jaksa Taylor menemukan penyebab dari peristiwa itu adalah karena kegagalan Kepolian South Yorkshire dalam mengatur penonton.

"Mereka (Polisi saat itu) berbohong dan mencoba mengalihkan tanggung jawabnya dengan menyalahkan pendukung Liverpool."

Jenni Hicks

Namun keluarga korban sebenarnya berharap lebih dari itu lewat publikasi dokumen penyelidikan ini, mereka ingin mengetahui lebih jauh soal apa penyebabnya dan juga peristiwa setelahnya.

Mereka ingin tahu bagaimana sikap kabinet dan Perdana Menteri Inggris saat itu Margareth Thatcher dalam merespon peristiwa tersebut saat bencana itu terjadi dan juga setelahnya.

"Mereka (polisi saat itu) berbohong dan mencoba mengalihkan tanggung jawabnya dengan menyalahkan pendukung Liverpool," kata Jenni Hicks yang kehilangan dua saudara perempuannya saat peristiwa itu terjadi.

"Mereka berhutang maaf pada pendukung Liverpool."

"Saya berharap ini dokumen ini bisa menjadi bukti yang cukup untuk membalikan pernyataaan yang menyebutkan bahwa peristiwa ini karena kecelakaan."

Dia mengakui dibukanya dokumen-dokumen tentang peristiwa tersebut akan kembali membuka luka lama tentang peristiwa ini.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.