Pemain QPR dan Chelsea diminta tetap berjabat tangan

Terbaru  15 September 2012 - 11:40 WIB

Terry masih harus menjalani sidang FA terkait isu rasisme terhadap Anton Ferdinand.

Liga Primer Inggris meminta QPR dan Chelsea untuk tidak berencana menghapus jabatan tangan sebelum pertandingan derby London Barat, berlangsung Sabtu (15/09).

Kedua klub sendiri dalam pernyataan resmi menyatakan akan ''menghormati'' permintaan Liga Primer Inggris tersebut.

Sebelumnya pemain Queens Park Rangers Anton Ferdinand mengindikasikan bahwa dirinya tidak akan menjabat tangan pemain belakang Chelsea, John Terry dan Ashley Cole.

Juli lalu, kapten Chelsea John Terry dibebaskan dari tuduhan rasisme terhadap Ferdinand saat bertanding tahun lalu.

Dan menjelang pertandingan Sabtu ini manajer Chelsea Di Matteo mengatakan bahwa dirinya akan menghormati peraturan jabat tangan sebelum pertandingan.

"Kami akan tetap berlanjut, ya.'' Seraya menambahkan,'' kami akan menghormati peraturan.''

"Dan menghormati protokol pada tempatnya di Liga Primer akan menjadi standar positif bagi jutaan orang yang melihatnya di seluruh dunia.''

Pejabat senior dari Chelsea dan QPR juga telah terlibat dalam pembicaraan terkait rencana menghapus jabat tangan sebelum pertandingan guna mengurangi tensi menjelang pertandingan di Loftus Road, tetapi Liga Primer mengintervensi dengan menyatakan protokol jabat tangan harus dilakukan.

Meski Terry telah dibebaskan dari pengadilan, tetapi mantan kapten Inggris ini tetap menghadapi dakwaan terpisah dari FA - yang juga dibantahnya - terkait insiden Ferdinand. Sidang FA dalam kasus ini akan dimulai 24 September.

Keputusan pemain

"Itu bukan keputusan saya. Itu diatur Liga Primer dan jika kami diminta melakukannya maka kami akan melakukannya."

Hughes

Menjelang pertandingan Di Matteo mengatakan akan tetap menurunkan Terry dan Cole.

''Mereka pulih dari cedera kecil, memiliki beberapa hari latihan dan diperkirakan mereka sudah bisa diturunkan,'' kata di Di Matteo.

Sementara bos QPR, Mark Hughes mengatakan telah menggelar pertemuan dengan para pemain: ''Kami akan mengikuti peraturan Liga Primer dan akan menghormati jabat tangan jika itu berlangsung.''

"Itu bukan keputusan saya. Itu diatur Liga Primer dan jika kami diminta melakukannya maka kami akan melakukannya.''

Liga Primer Inggris mengukuhkan jabat tangan sebelum pertandingan harus tetap dilakukan, meski ada tentangan dari sejumlah manajer.

Pada tahap ini, skenario yang paling memungkinkan adalah kedua tim akan berjabat tangan, tetapi klub akan membebaskan keputusannya kepada sang pemain tentang bagaimana bertindak.

''Semua orang memiliki pemikiran masing dan mereka akan membuat keputusan sendiri,'' tambah Hughes.

"Kami akan menunggu dan lihat saja nanti.''

Sementara itu, kedua klub telah mengeluarkan pernyataan di situs resmi masing-masing sebagai upaya untuk mengindari masalah diantara para pendukung kedua tim.

Pernyataan QPR menuliskan sebuah pengingat agar para pendukung berperilaku baik, sedangkan Chelsea mengingatkan bahwa setiap pembawa masalah akan menghadapi hukuman berat.

"Baik Chelsea dan QPR akan bekerjasama dengan polisi untuk menjamin bahwa siapapun menggunakan bahasa diskriminasi atau menghasut dalam pertandingan Sabtu, akan bisa diidentifikasi, dan ancaman hukuman terberat akan diberikan.'' demikian isi pernyataan kedua klub.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.