UEFA ingin Kevin Sammut dilarang bertanding seumur hidup

Terbaru  27 September 2012 - 16:49 WIB
Kevin Sammut

Kevin Sammut turun sebagai pemain pengganti di babak kedua ketika dikalahkan Norwegia 0-4.

Otorita sepakbola UEFA mengajukan banding atas larangan 10 tahun bertanding bagi pemain Timnas Malta yang terlibat suap sepak bola.

Kevin Sammut dinyatakan bersalah oleh Dewan Disipliner UEFA terlibat dalam pengaturan hasil pertandingan dalam babak kualifikasi Piala Eropa 2008.

Pemain berusia 31 tahun itu juga mengajukan banding atas larangan 10 tahun dengan menegaskan bahwa tidak terlibat dengan kelompok pengelola judi yang mengatur hasil pertandingan pada Juni 2007.

Dalam pertandingan babak penyisihan Piala Eropa 2008, Malta kalah 0-4 dari Norwegia di Oslo dan hasil itu memicu penyelidikan oleh pihak berwenang karena dugaan suap.

Pernyataan UEFA menyebutkan kedua belah pihak mengajukan banding atas keputusan larangan 10 tahun tersebut namun belum ditetapkan tanggal sidangnya.

"Kami mengukuhkan inspektur disipliner UEFA dan pemain Kevin Sammut sudah mengajukan banding atas keputusan pertama," seperti tertulis dalam pernyataan UEFA kepada kantor berita AP.

Sammut didukung FIFPro

"Kami mengukuhkan inspektur disipliner UEFA dan pemain Kevin Sammut sudah mengajukan banding atas keputusan pertama."

UEFA

Keterlibatan Sammut terungkap dalam pengadilan pidana tahun lalu di Bochum, Jerman, atas Maruji Cvrtak, salah seorang anggota dari kelompok penjahat asal Kroasia pimpinan Ante Sapina.

Dalam pengadilan, Cvrtak mengatakan dia bertemu dengan tiga pemain nasional Malta -yang siap mengatur hasil pertandingan- di hotel tempat mereka tinggal di Oslo.

Saat melawan Norwedia, Sammut masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua ketika Malta ketinggalan 0-1 sebelum akhirnya kalah telah 0-4 dari Norwegia.

Dua pemain Malta lainnya, Kenneth Scicluna dan Stephen Wellman, juga didakwa oleh UEFA namun dinyatakan tidak bersalah oleh Dewan Disipliner UEFA karena tidak cukup bukti.

UEFA tidak mengungkapkan rincian tentang keterlibatan Sammut dan persatuan pemain profesional, FIFPro, menyatakan dukungan kepada Sammut dengan alasan buktinya tidak cukup untuk menggelar pengadilan dan Sammut berada di bawah tekanan jaringan kelompok penjahat.

Pengadilan Bochum sendiri memutuskan Cvrtak bersalah dalam 26 kasus penipuan dan upaya penipuan dengan hukuman lima setengah tahun penjara. Dia -bersama bosnya, Sapina- disebut pegadilan mengeruk keuntungan jutaan dolar dari perjudian dengan menyuap wasit, pemain, dan pejabat pertandingan yang membantu mengatur hasil pertandingan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.